Avesiar – Jakarta
Dilansir laman Hello Sehat, apabila dibandingkan dengan perkembangan anak usia 14 hingga 17 tahun, yang dibahas pada artikel sebelumnya, Anda bisa melihat ada perbedaan di perkembangan remaja fase akhir ini. Secara umum, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi remaja terlihat karena mereka mulai membangun identitas diri.
Perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun
Pada usia ini, perkembangan remaja sudah mencapai fase terakhir, yaitu late. Biasanya, sifat impulsif yang mereka punya menjadi lebih terkendali dibandingkan dengan usia sebelumnya.
Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia ini sudah lebih memikirkan risiko yang akan terjadi nantinya.
Berikut beberapa perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun.
• Semakin membuka diri untuk memperluas pertemanan.
• Sudah memikirkan masa depan dan tujuan hidup.
• Mandiri dan membuat keputusan untuk diri sendiri.
• Mulai tertarik dan serius dalam hubungan lawan jenis.
1. Perkembangan emosional
Sebagai orang tua, Anda perlu memahami apabila setiap anak mempunyai tahapan perkembangannya masing-masing. Begitu juga dengan perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia 18 tahun ini.
Ada kemungkinan ia mulai sadar dan mengerti apa yang diinginkan. Apalagi, emosinya sudah berangsur-angsur menjadi lebih stabil. Maka dari itu ia semakin yakin untuk mempertahankan kemandirian sekaligus mencoba dunia baru yang sudah lama diinginkan.
2. Perkembangan sosial
Kalau di tahapan usia sebelumnya para remaja lebih suka menghabiskan waktu bersama teman terdekat juga pacar, kini secara tidak sadar sudah mulai nyaman dengan orang tua. Hal ini karena keterbukaan untuk menerima pendapat serta berkompromi dengan orang disekitar.
Tidak hanya itu, Anda juga sudah seharusnya mempersiapkan diri karena ada kemungkinan remaja mempunyai hubungan yang lebih serius dengan pacar. Maka dari itu, penting untuk membangun komunikasi serta memberikan edukasi seksual sejak dini.
Tips menghadapi kondisi emosi remaja yang tidak menentu
Kesabaran setiap orang memang ada batasnya. Namun, sebagai orang tua, Anda memiliki peran penting dalam kehidupan anak, termasuk pada perkembangan psikologi atau emosi remaja. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melakukan hal-hal di bawah ini untuk membangun hubungan emosional orang tua dengan anak.
1. Menjaga komunikasi dengan anak
Walaupun tidak semua, tetapi ada sebagian remaja yang cenderung acuh tak acuh terhadap orang tua. Kadang anak merasa sudah cukup besar sehingga memperlihatkan sikap seperti tidak membutuhkan peran Anda.
Namun, tetap jaga komunikasi dengan cara apa pun. Misalnya, menanyakan apa saja yang ia lakukan dan bagaimana perasaannya di hari itu. Lalu, Anda juga bisa meluangkan waktu melakukan hal yang menyenangkan, misal menonton film bersama.
Dengan begitu, lama-lama ia tahu dan berpikir bahwa secuek apa pun ia, orang tuanya tetap peduli padanya. Menjaga komunikasi dengan anakjuga penting dilakukan untuk mencegah terjadinya depresi pada remaja. Anak jadi memiliki orang yang selalu bisa diajak berkeluh kesah soal apa pun yang dialaminya.
2. Saling menghargai pendapat
Di masa remaja, ada kalanya ia memiliki pandangan yang berbeda dengan Anda. Jangan langsung menarik urat, pasalnya semakin dewasa anak Anda, pemikirannya pun akan semakin berkembang.
Ketimbang berdebat kusir, coba diskusikan dan cari solusi yang menguntungkan di kedua belah pihak.
Coba dengarkan pandangan anak, begitu pun anak akan mendengarkan apa yang Anda pikirkan. Saling mendengarkan dan menghargai pendapat akan membuat ikatan anak dan orang tua menjadi semakin erat.
3. Melibatkan anak dalam membuat peraturan
Saat hendak membuat peraturan tertentu di rumah, libatkan anak dalam diskusi. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa bertanggung jawab dan menaati kesepakatan yang telah dibuat. Berikan anak pemahaman bahwa peraturan yang adil dibuat agar ia juga mempunyai kendali pada diri sendiri sekaligus belajar bertanggung jawab.
4. Melibatkan psikolog
Dalam beberapa kasus, remaja mengalami kesulitan dalam memahami dan mengelola emosinya. Peran psikolog anak sangat penting untuk membantu mereka dalam menghadapi tantangan psikologis, baik yang berkaitan dengan emosi, sosial, maupun akademik. Psikolog anak dapat memberikan pendekatan yang tepat untuk mengatasi berbagai gangguan psikologis remaja, termasuk mengatasi remaja yang suka memberontak. (put)













Discussion about this post