• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini Edukasi

Psikologi Remaja Usia 10–13 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

by Ave Rosa
22 Juni 2025 | 13:08 WIB
in Edukasi
Reading Time: 5 mins read
A A
Psikologi Remaja Usia 10–13 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

Ilustrasi. Foto: Pexels/Aminul Bulbul

Avesiar – Jakarta

Pertumbuhan seorang anak hingga dewasa mengalami beberapa fase penting yang tidak bisa diabaikan oleh para orang tua. Hal ini merupakan tahap alami yang dapat diarahkan, agar tumbuh kembang sejak mereka kanak-kanak, remaja, hingga dewasa, berlangsung positif.

Perlu kita ketahui, sebagaimana dilansir laman Hello Sehat, salah satu aspek perkembangan yang dialami oleh remaja adalah perkembangan psikologi. Selain perkembangan fisik dan bahasa, perkembangan yang mencakup emosi dan sosial termasuk salah satu kunci tumbuh kembang seorang remaja.

Lalu, bagaimana perkembangan psikologi atau emosi remaja dari tahun ke tahun? Apa yang dimaksud dengan psikologi remaja?

Masa remaja dikategorikan sebagai masa transisi yang dialami anak-anak untuk mencapai usia dewasa.

Pada fase ini, menurut Healthy Children, akan terjadi beberapa perubahan besar, baik pada perkembangan fisik hingga perubahan psikologis remaja. Psikologi remaja mengacu pada kebutuhan atau perkembangan remaja yang mencakup sisi psikologis, yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu emosional dan sosial.

Kedua hal ini berhubungan karena adanya perubahan hormon serta saraf, sehingga remaja tidak hanya berkembang secara kognitif, tetapi juga memikirkan identitas diri serta hubungan sosial di sekitar.

Dilihat dari sisi psikologi, ada beberapa tahapan perkembangan remaja yang setidaknya perlu dicapai, di antaranya berikut ini.

Bacaan Terkait :

Psikologi Remaja Usia 18 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

Psikologi Remaja Usia 14–17 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

Load More

•             Terlihat menonjol serta mengembangkan identitas diri.

•             Bisa beradaptasi agar diterima di lingkungannya.

•             Mengembangkan kompetensi sekaligus mencari jalan untuk mendapatkannya.

•             Berkomitmen pada tujuan yang sudah dibuat.

Tahapan-tahapan di atas berkembang seiring dengan pertambahan usia remaja.

Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memahami tahapan perkembangan psikologi remaja sesuai usia sebagai cara mendidik anak remaja.

Perkembangan psikologi remaja usia 10–13 tahun

Apabila dilihat dari fase perkembangan remaja, usia 10 hingga 13 tahun merupakan fase early karena ia baru memasuki tahapan masa puber.

Maka dari itu, orang tua juga perlu mempersiapkan diri karena ia akan mengalami perubahan suasana hati serta perilaku yang berbeda dari biasanya.

Beberapa perkembangan psikologi pada remaja di usia 10 hingga 13 tahun di antaranya berikut ini.

•             Masih memperlihatkan kedekatan serta ketergantungan dengan orang tua.

•             Membuat kelompok bersama teman-teman terdekat.

•             Mulai mencari identitas diri dan memperlihatkan kemandirian.

1. Perkembangan emosional

Saat anak berusia 10 tahun, perkembangan psikologi atau emosi remaja masih akan menunjukkan ketergantungannya pada orang tua. Namun, kedekatannya dengan teman-teman sebaya akan semakin menguat.

Bahkan, tekanan dari lingkungan pertemanan yang dirasakannya akan semakin besar. Begitu pula dengan identitas dirinya dalam sebuah pertemanan.

Meski begitu, pada usia ini, anak masih menganggap orang dewasa memiliki kekuatan atau kekuasaan yang lebih besar. Hal ini membuatnya masih akan mengikuti aturan dan prinsip yang ada di dalam rumah.

Namun, Anda mungkin perlu mempersiapkan diri jika anak mulai mempertanyakan setiap aturan yang diberlakukan di rumah. Di saat yang bersamaan, pada usia 11 tahun, ia mulai peduli dengan penampilan serta tubuhnya. Hal ini biasanya terjadi karena perubahan alami yang dialami oleh tubuhnya.

Apabila permasalahan ini tidak ditangani dengan baik, ada kemungkinan ia mengalami masalah tertentu, seperti gangguan psikologis remaja. Jika ia tidak suka dengan tubuhnya, misalnya ia merasa tubuhnya terlalu gemuk, ia bisa saja melakukan diet sembarangan sehingga bisa berujung pada gangguan makan serta minder.

Pada perkembangan emosi remaja di fase ini, anak juga semakin menekankan identitas dirinya. Ini bisa dilihat melalui pakaian yang digunakan, musik yang didengarkan, film yang ditonton, atau buku yang dibaca. Apabila dilakukan tanpa pengawasan, anak mungkin mulai berani mencontoh apa yang dilihatnya berdasarkan rasa penasaran.

Berada di usia 12 hingga 13 tahun, Anda juga bisa melihat perkembangan emosional atau psikologi remaja yang cukup signifikan.

Ini terlihat dari perubahan mood yang semakin menjadi-jadi. Satu waktu merasa bisa menaklukkan segalanya, di waktu lain anak merasa telah mengacaukan semuanya.

2. Perkembangan sosial

Pertemanan yang menguat dibuktikan dengan kesetiaan terhadap teman satu grup atau geng, sehingga menjadi lebih solid. Pada anak usia 10 tahun, perkembangan psikologi juga ditandai dengan sisi kompetitif yang dimilikinya terhadap teman yang bukan termasuk di dalam perkumpulannya.

Di usia ini, anak perempuan akan lebih suka bermain dengan anak perempuan, begitu pula dengan anak laki-laki yang lebih nyaman bermain dengan anak laki-laki. Akan tetapi, anak akan mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis, meski belum terlalu kentara.

Rasa ketertarikan itu bisa jadi pertanda dari masa puber. Dengan begitu, anak juga berpotensi mengalami perubahan suasana hati yang tak menentu. Hal ini juga didampingi dengan kepekaan terhadap bentuk tubuh dan penampilannya.

Semakin bertambah usia, anak Anda akan lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan teman dibanding dengan keluarga. Hal ini merupakan perkembangan psikologi anak usia 11 tahun.

Berada di usia 12 hingga 13 tahun, perkembangan sosialnya bisa bisa semakin terlihat ketika jiwa kepemimpinan anak mulai terbentuk.

Untuk itu. sebagai orang tua cobalah dorong anak untuk lebih fokus dengan cara membantunya membuat suatu keputusan dan mendukungnya untuk berpartisipasi di komunitas atau kegiatan di sekolah. (put)

Tags: Psikologi RemajaRemaja Usia 10–13 TahunTahap Perkembangan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mantan Presiden Tunisia Moncef Marzouki Dijatuhi Hukuman 22 Tahun Penjara Meskipun Tidak Hadir di Sidang

Next Post

Mengobati Jiwa yang Hampa dan Kering dalam Islam

Mungkin Anda Juga Suka :

Digitalisasi Pendidikan Indonesia Dipercepat, Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Pemerintah

Digitalisasi Pendidikan Indonesia Dipercepat, Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Pemerintah

21 Juli 2026

...

Perilaku dan Kampanye LGBT Meresahkan, Komisi VIII Dukung Desakan MUI Agar Pemerintah Merumuskan Regulasi Tegas

Perilaku dan Kampanye LGBT Meresahkan, Komisi VIII Dukung Desakan MUI Agar Pemerintah Merumuskan Regulasi Tegas

14 Juni 2026

...

Pembukaan Seleksi Beasiswa S1 RMI NU ke Al-Azhar Mesir untuk 30 Peserta Dimulai 10 – 17 Juni

Pembukaan Seleksi Beasiswa S1 RMI NU ke Al-Azhar Mesir untuk 30 Peserta Dimulai 10 – 17 Juni

11 Juni 2026

...

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

9 Juni 2026

...

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

...

Load More
Next Post
Mengobati Jiwa yang Hampa dan Kering dalam Islam

Mengobati Jiwa yang Hampa dan Kering dalam Islam

Muntab, Iran Tolak Pembicaraan dengan AS dan Tetap Melanjutkan Pengayaan Uranium untuk Tujuan Sipil Negaranya

Muntab, Iran Tolak Pembicaraan dengan AS dan Tetap Melanjutkan Pengayaan Uranium untuk Tujuan Sipil Negaranya

Discussion about this post

TERKINI

Kejamnya Fitnah, Hukumnya Menurut Islam, dan Mengetahui Karakter Pembuat Fitnah

27 Juli 2026

Mahkamah Konstitusi Putus Uji Materi Biaya Pendidikan yang Diajukan Empat Mahasiswa UT

26 Juli 2026

Ijtima Ulama Indonesia Tegaskan Dukungan Mengawal Pembangunan Nasional di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

25 Juli 2026

Mencengangkan, Taipan SK Hynix Korea Selatan Harus Membayar Uang Cerai ke Mantan Istri Sebesar 644 Juta Dolar

24 Juli 2026

Hana Nabila Bustami, Kejar Cita-cita ke Inggris di Jurusan Mechanical Engineering with Aeronautics

24 Juli 2026

Agusnadi “The Social Trainer”, Eks Supir Angkot yang Kini Chief Learning & Communications Strategist

24 Juli 2026

Ingin Dongkrak Wisatawan Usai Dihantam Iran, Dubai  Tawarkan Hadiah Bagi Warganya yang Membantu

23 Juli 2026

Diwakili 87 Organisasi di Bawah MUI, KUII ke-8 Pada 26-28 Juli Bahas Hukuman Khusus Bagi Koruptor

23 Juli 2026

Dua Pangkalan AS di Yordania Rusak Dihantam Rudal dan Drone Iran, Tentara AS Tewas dan Luka-luka

22 Juli 2026

Indonesian Education Digitalization Accelerated, President Prabowo Reaffirms Government Commitment

21 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video