Avesiar – Jakarta
Pertumbuhan seorang anak hingga dewasa mengalami beberapa fase penting yang tidak bisa diabaikan oleh para orang tua. Hal ini merupakan tahap alami yang dapat diarahkan, agar tumbuh kembang sejak mereka kanak-kanak, remaja, hingga dewasa, berlangsung positif.
Perlu kita ketahui, sebagaimana dilansir laman Hello Sehat, salah satu aspek perkembangan yang dialami oleh remaja adalah perkembangan psikologi. Selain perkembangan fisik dan bahasa, perkembangan yang mencakup emosi dan sosial termasuk salah satu kunci tumbuh kembang seorang remaja.
Lalu, bagaimana perkembangan psikologi atau emosi remaja dari tahun ke tahun? Apa yang dimaksud dengan psikologi remaja?
Masa remaja dikategorikan sebagai masa transisi yang dialami anak-anak untuk mencapai usia dewasa.
Pada fase ini, menurut Healthy Children, akan terjadi beberapa perubahan besar, baik pada perkembangan fisik hingga perubahan psikologis remaja. Psikologi remaja mengacu pada kebutuhan atau perkembangan remaja yang mencakup sisi psikologis, yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu emosional dan sosial.
Kedua hal ini berhubungan karena adanya perubahan hormon serta saraf, sehingga remaja tidak hanya berkembang secara kognitif, tetapi juga memikirkan identitas diri serta hubungan sosial di sekitar.
Dilihat dari sisi psikologi, ada beberapa tahapan perkembangan remaja yang setidaknya perlu dicapai, di antaranya berikut ini.
• Terlihat menonjol serta mengembangkan identitas diri.
• Bisa beradaptasi agar diterima di lingkungannya.
• Mengembangkan kompetensi sekaligus mencari jalan untuk mendapatkannya.
• Berkomitmen pada tujuan yang sudah dibuat.
Tahapan-tahapan di atas berkembang seiring dengan pertambahan usia remaja.
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memahami tahapan perkembangan psikologi remaja sesuai usia sebagai cara mendidik anak remaja.
Perkembangan psikologi remaja usia 10–13 tahun
Apabila dilihat dari fase perkembangan remaja, usia 10 hingga 13 tahun merupakan fase early karena ia baru memasuki tahapan masa puber.
Maka dari itu, orang tua juga perlu mempersiapkan diri karena ia akan mengalami perubahan suasana hati serta perilaku yang berbeda dari biasanya.
Beberapa perkembangan psikologi pada remaja di usia 10 hingga 13 tahun di antaranya berikut ini.
• Masih memperlihatkan kedekatan serta ketergantungan dengan orang tua.
• Membuat kelompok bersama teman-teman terdekat.
• Mulai mencari identitas diri dan memperlihatkan kemandirian.
1. Perkembangan emosional
Saat anak berusia 10 tahun, perkembangan psikologi atau emosi remaja masih akan menunjukkan ketergantungannya pada orang tua. Namun, kedekatannya dengan teman-teman sebaya akan semakin menguat.
Bahkan, tekanan dari lingkungan pertemanan yang dirasakannya akan semakin besar. Begitu pula dengan identitas dirinya dalam sebuah pertemanan.
Meski begitu, pada usia ini, anak masih menganggap orang dewasa memiliki kekuatan atau kekuasaan yang lebih besar. Hal ini membuatnya masih akan mengikuti aturan dan prinsip yang ada di dalam rumah.
Namun, Anda mungkin perlu mempersiapkan diri jika anak mulai mempertanyakan setiap aturan yang diberlakukan di rumah. Di saat yang bersamaan, pada usia 11 tahun, ia mulai peduli dengan penampilan serta tubuhnya. Hal ini biasanya terjadi karena perubahan alami yang dialami oleh tubuhnya.
Apabila permasalahan ini tidak ditangani dengan baik, ada kemungkinan ia mengalami masalah tertentu, seperti gangguan psikologis remaja. Jika ia tidak suka dengan tubuhnya, misalnya ia merasa tubuhnya terlalu gemuk, ia bisa saja melakukan diet sembarangan sehingga bisa berujung pada gangguan makan serta minder.
Pada perkembangan emosi remaja di fase ini, anak juga semakin menekankan identitas dirinya. Ini bisa dilihat melalui pakaian yang digunakan, musik yang didengarkan, film yang ditonton, atau buku yang dibaca. Apabila dilakukan tanpa pengawasan, anak mungkin mulai berani mencontoh apa yang dilihatnya berdasarkan rasa penasaran.
Berada di usia 12 hingga 13 tahun, Anda juga bisa melihat perkembangan emosional atau psikologi remaja yang cukup signifikan.
Ini terlihat dari perubahan mood yang semakin menjadi-jadi. Satu waktu merasa bisa menaklukkan segalanya, di waktu lain anak merasa telah mengacaukan semuanya.
2. Perkembangan sosial
Pertemanan yang menguat dibuktikan dengan kesetiaan terhadap teman satu grup atau geng, sehingga menjadi lebih solid. Pada anak usia 10 tahun, perkembangan psikologi juga ditandai dengan sisi kompetitif yang dimilikinya terhadap teman yang bukan termasuk di dalam perkumpulannya.
Di usia ini, anak perempuan akan lebih suka bermain dengan anak perempuan, begitu pula dengan anak laki-laki yang lebih nyaman bermain dengan anak laki-laki. Akan tetapi, anak akan mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis, meski belum terlalu kentara.
Rasa ketertarikan itu bisa jadi pertanda dari masa puber. Dengan begitu, anak juga berpotensi mengalami perubahan suasana hati yang tak menentu. Hal ini juga didampingi dengan kepekaan terhadap bentuk tubuh dan penampilannya.
Semakin bertambah usia, anak Anda akan lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan teman dibanding dengan keluarga. Hal ini merupakan perkembangan psikologi anak usia 11 tahun.
Berada di usia 12 hingga 13 tahun, perkembangan sosialnya bisa bisa semakin terlihat ketika jiwa kepemimpinan anak mulai terbentuk.
Untuk itu. sebagai orang tua cobalah dorong anak untuk lebih fokus dengan cara membantunya membuat suatu keputusan dan mendukungnya untuk berpartisipasi di komunitas atau kegiatan di sekolah. (put)













Discussion about this post