• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Hidup Sehat

Mengobati Jiwa yang Hampa dan Kering dalam Islam

by Avesiar
22 Juni 2025 | 23:43 WIB
in Hidup Sehat
Reading Time: 4 mins read
A A
Mengobati Jiwa yang Hampa dan Kering dalam Islam

Ilustrasi. Foto via soundvision.com

Avesiar – Jakarta

Sering tanpa disadari, seseorang terlihat sukses dalam kehidupannya, terutama yang bersifat materi. Namun, jauh di kedalaman jiwanya, terdapat kekosongan dan kekeringan yang menyelimuti. Orang-orang di sekitar hanya mampu melihat keadaan materinya, sedangkan hanya pribadi itu sendirilah yang mengetahui betapa materi dan keberhasilan hanya fatamorgana kebahagiaan hati.

Dilansir laman Nahdlatul Ulama, dalam materi khutbah Jum’at berjudul, Inilah Obat bagi Jiwa yang Hampa dan Kering, Kamis (19/6/2023), disebutkan bahwa jiwa dan ruh, dalam Islam, adalah satu istilah yang biasa dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang memberikan kehidupan kepada tubuh manusia.

Jiwa juga merupakan sumber dari pikiran, perasaan, dan keinginan kita. Di dalam diri kita, terdapat perang yang tak terlihat. Perang antara jiwa yang ingin bebas dan hati yang ingin taat. Perang antara keinginan yang tak terkendali dan kesadaran yang ingin mengendalikan.

Karena itulah, sebagai orang beriman, kita harus menyadari bahwa jiwa yang beruntung adalah jiwa yang tenang, yang ridha dan diridhai oleh Allah Ta’ala. sebagaimana telah difirmankan oleh Allah Ta’ala.

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan/Penciptamu dengan ridho (rela, senang) dan diridho-Nya (disenangi-Nya). Masuklah ke dalam tempat hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr. Ayat 27-30)

Menundukkan dan menenangkan jiwa agar tenang, bahagia, ridha dan diridhai bukanlah perkara mudah. hal ini memerlukan kesadaran, kesabaran, dan keteguhan. hal ini juga memerlukan kita untuk memahami diri sendiri, untuk mengenali keinginan dan kelemahan kita.

Ketika kita berhasil menundukkan jiwa kita, kita akan merasakan kedamaian yang tak terkira. Kita akan merasakan kebebasan yang sebenarnya, kebebasan dari belenggu keinginan dan kelemahan kita sendiri.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Kunci kebahagiaan adalah jiwa yang tenang. Dalam kehidupan yang terasa cepat dan penuh tekanan ini, jiwa kita sering terganggu oleh stres, kecemasan, dan kekhawatiran tentang masa depan, atau bahkan masih ada yang terbelenggu dengan kilasan masa lalu yang tidak baik. Maka kita perlu mengatur pola kehidupan kita, khususnya pola berpikir kita. 

Beberapa kiat yang perlu kita perhatikan bersama untuk menenangkan jiwa kita adalah,

• Yang pertama adalah dengan bersyukur

Bersyukur bukan hanya tentang mengucapkan kata-kata, tetapi tentang merasakan dari dalam hati. Ketika kita bersyukur, kita dapat melihat keindahan dalam setiap kesulitan, kita dapat menemukan hikmah dalam setiap kesalahan, dan kita dapat merasakan kedamaian dalam setiap tantangan.

Dalam kehidupan yang serba dipenuhi gengsi seperti saat ini, bersyukur adalah obat yang sangat efektif untuk menenangkan jiwa. Dengan bersyukur, kita dapat mengurangi stres, meningkatkan kesadaran diri, dan mencapai kebahagiaan yang lebih dalam. Allah Ta’ala berfirman:

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras’.” (QS. Ibrahim. Ayat 7)

Dalam kitab tafsir Lathaiful Isyarat jilid 2 Halaman 241, Imam Al-Qusyairi menampilkan sebagian pendapat ulama tentang ayat tersebut:

“Dan dikatakan (oleh Allah), ‘Jika kamu bersyukur atas apa yang Kami tampilkan dalam batinmu, Kami akan menambahmu dengan apa yang Kami kenakan sebagai penjagaan pada lahirmu.'”

Pendapat ini bisa diartikan bahwa batin atau bisa dibahasakan jiwa yang menerima dan menyadari terhadap setiap anugerah, akan mendapatkan penjagaan secara jelas terhadap ketenangan dan rasa bahagia secara dzohir.

• Yang kedua, ketenangan jiwa bisa didapatkan dengan tafakkur

Tafakkur dalam arti berfikir positif. Berpikir positif bukan hanya tentang mengabaikan masalah, tapi tentang menghadapi tantangan dengan sikap yang lebih optimis dan percaya diri. 

Kehidupan modern seringkali membuat kita merasa seperti sedang berada di tengah badai. Tekanan, stres, dan kecemasan dapat membuat kita merasa kehilangan kendali. Maka dengan berfikir positif dan optimis bisa menjadi kunci ketenangan jiwa dalam menghadapi setiap situasi yang terjadi.

Dalam kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-din Halaman 17 Imam Mawardi meriwayatkan satu hadist nabi tentang betapa hebatnya pengaruh berfikir.

“Tidak ada sesuatu yang lebih berharga yang dapat diperoleh seseorang seperti akal yang membimbing pemiliknya menuju petunjuk, atau menjauhkannya dari kesesatan.”

Sabda Baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini menekankan pentingnya akal (berfikir) dalam membimbing seseorang menuju jalan yang benar dan menjauhkannya dari kesalahan. Akal yang sehat dan bijak dapat membantu seseorang membuat keputusan yang tepat dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Dengan begitu kita bisa berharap memiliki jiwa yang tenang.

Dengan istiqamah menjalankan dua kiat tersebut, InsyaAllah kita berpeluang memiliki jiwa yang tenang dan tentram. Tapi perlu kita ingat bersama, bahwa usaha yang tidak disertai doa hanya akan membuat hati kita menjadi keras, jiwa menjadi sombong, oleh karenanya penting kita menutup setiap kiat ataupun usaha yang kita lakukan dalam hal apapun dengan doa meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah Ta’ala. (adm)

Tags: Jiwa yang HampaJiwa yang KeringMengobati Jiwa
ShareTweetSendShare
Previous Post

Psikologi Remaja Usia 10–13 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

Next Post

Muntab, Iran Tolak Pembicaraan dengan AS dan Tetap Melanjutkan Pengayaan Uranium untuk Tujuan Sipil Negaranya

Mungkin Anda Juga Suka :

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

4 Agustus 2026

...

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

17 Juli 2026

...

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

16 Juni 2026

...

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

...

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

...

Load More
Next Post
Muntab, Iran Tolak Pembicaraan dengan AS dan Tetap Melanjutkan Pengayaan Uranium untuk Tujuan Sipil Negaranya

Muntab, Iran Tolak Pembicaraan dengan AS dan Tetap Melanjutkan Pengayaan Uranium untuk Tujuan Sipil Negaranya

Psikologi Remaja Usia 14–17 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

Psikologi Remaja Usia 14–17 Tahun, Pahami Tahap Perkembangan dan Menyikapinya

Discussion about this post

TERKINI

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

16 Agustus 2026

TAU Meluluskan 237 Sarjana serta Magister Berbasis Technopreneurship dan Sustainability di Wisuda Ke-XI

15 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Akibatkan 47 Meninggal dan 157 Rumah Rusak, BMKG Catatkan 235 Gempa Susulan serta Kordinasinya

15 Agustus 2026

Lebih dari 1000 Kebakaran Hutan Membara di Eropa, Prancis dan Inggris Alami Rekor Suhu Panas Ekstrem

14 Agustus 2026

Puji Kolaborasi Kemandirian Teknologi dan Industri Nasional, Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional

13 Agustus 2026

Gelar Lomba Makan Rendang Terbanyak dan Tercepat di 17 Agustus, Gadang Barubah Kasih Hadiah Rp 1 Juta

13 Agustus 2026

Lulusan Perguruan Tinggi Bisa Ikut Program Magang Nasional 2026, Tersedia 150 Ribu Kursi

13 Agustus 2026

Paket Cobek Lengkap Plus Minum Cuma 45 Ribuan Jadi Cara Tekko Meriahkan HUT RI

13 Agustus 2026

Jangan Meremehkan 5 Dosa yang Berat Pertanggungjawabannya di Dunia dan Akhirat Ini

12 Agustus 2026

Perjalanan “Cinta dan Cita” Tofan Mahdi, Menggapai Kecintaan Jadi Wartawan & Sukses Jadi Humas Sawit

12 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video