Avesiar – Jakarta
Tiga warga Italia dan seorang warga Kanada diserang pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki pada Ahad (30/11/2025) pagi, di desa Ein al-Duyuk, dekat Jericho, tempat mereka menjadi sukarelawan untuk membantu melindungi penduduk Palestina dari meningkatnya kekerasan pemukim, dilansir The Guardian, Senin (1/12/2025) .
Hal ini membuat Italia dan Kanada menyuarakan keprihatinan mereka tentang perlakuan terhadap warga negara mereka yang dipukuli dan dirampok oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Akibat serangan tersebut, keempatnya dirawat di rumah sakit dan satu orang, seorang pria Italia, masih dirawat di Ramallah pada hari Senin karena luka yang lebih parah.
Warga Kanada tersebut dalam sebuah laporan tertulis mengatakan bahwa pada pukul 4.30 pagi tanggal 30 November, 10 pemukim bertopeng, dua di antaranya membawa senapan yang dikeluarkan tentara, menyerbu masuk ke rumah tempat kami tidur setelah jaga malam.
“Mereka memukuli kami selama sekitar 15 menit. Saya berulang kali ditendang di kepala, tulang rusuk, pinggul, dan paha. Mereka meneriaki kami dengan kata-kata hinaan dalam bahasa Arab dan mengatakan bahwa kami tidak berhak berada di sana. Mereka menghancurkan bagian dalam rumah dan menghancurkan panel surya sebelum pergi,” kata seorang perempuan yang tidak ingin namanya dipublikasikan demi alasan keamanan.
“ Ini bukan tentang kami. Kami dipukuli selama 15 menit. Warga Palestina di sini menanggung kekerasan ini setiap hari, setiap jam, seribu kali lipat,” tambahnya.
Laju dan intensitas serangan di Ein al-Duyuk telah meningkat secara substansial selama dua bulan terakhir sejak didirikannya pos terdepan pemukim di dekatnya dan kedatangan para pemukim muda yang agresif.
Insiden kekerasan, dikatakan para aktivis, telah menjadi kejadian yang hampir setiap hari. Serangan tersebut mencakup gerombolan pemukim yang membobol rumah-rumah dan memukuli penduduk desa, mencuri 200 domba, dua mobil, dan menghancurkan panel surya.
Meskipun semua permukiman di wilayah pendudukan ilegal menurut hukum internasional, pos terdepan ilegal juga ilegal menurut hukum Israel. Ein al-Duyuk berada di Area A Tepi Barat, yang berarti wilayah tersebut seharusnya dikelola oleh Otoritas Palestina dan ilegal bagi warga Israel untuk dimasuki.
Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan “mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim ekstremis dan menentang segala tindakan atau pembicaraan tentang aneksasi wilayah Palestina”.
“Kami sudah muak dengan agresi ini. Ini bukan cara [bagi para pemukim] untuk menegaskan hak-hak mereka,” kata Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, kepada para wartawan.
Otoritas Israel di Tepi Barat telah dihubungi untuk dimintai komentar. Penduduk desa dan aktivis mengatakan tidak ada intervensi polisi yang berarti untuk menghentikan serangan atau membongkar pos terdepan tersebut. Para pemimpin koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu secara aktif mendukung para pemukim Tepi Barat.
Menurut data PBB, para pemukim dan pasukan keamanan Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina, termasuk 233 anak-anak, di Tepi Barat selama dua tahun terakhir, dalam apa yang diyakini banyak pengamat Israel dan Palestina sebagai kampanye kekerasan terpadu yang bertujuan untuk merebut wilayah. (ard)











Discussion about this post