• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini

Kesimpulan LSI Denny JA tentang Pelonggaran Aktivitas Ekonomi, Dinilai Berbahaya

by Avesiar
18 Mei 2020 | 14:32 WIB
in Nasional & Opini, Sosial
Reading Time: 1 min read
A A
Kesimpulan LSI Denny JA tentang Pelonggaran Aktivitas Ekonomi, Dinilai Berbahaya

Warga memadati Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan untuk membeli kebutuhan Lebaran tanpa menghiraukan jarak fisik atau physical distancing , Jakarta, Minggu (17/5/2020). Foto/SINDOnews

JAKARTA

Rilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebutkan Indonesia sudah bisa memulai aktivitas ekonomi kembali menuai banyak kritik. Ini bertolak belakang dengan realita di lapangan yakni jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat.

Pengamat politik Ubedilah Badrun mengatakan, kesimpulan dari LSI itu terlalu dini dan sangat berbahaya. Alasannya, beberapa daerah yang disebutkan boleh beraktivitas, seperti Bali, Bandung, DKI Jakarta, dan Bogor, jumlah orang positifnya masih fluktuatif. Juga masih berpotensi munculnya kasus positif Covid-19 baru.

Ubedilah mencontohkan tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan pada 1.065 orang di DKI Jakarta pada 15 Mei 2020. Hasilnya, ada 116 orang positif Covid-19.

“Positif Covid-19 dengan jumlah lebih dari 100 dari 1.065 orang bukanlah jumlah yang biasa. Jadi kesimpulan LSI yang menyarankan aktivitas sosial dan ekonomi di Jakarta bisa dilonggarkan itu bisa menyesatkan dan berbahaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (18/5/2020).

Selain itu, saran melonggarkan aktivitas di Kabupaten Bogor tidak tepat. Daerah yang dipimpin Ade Yasin itu justru memiliki 20 kecamatan berstatus zona merah. “LSI tidak merujuk laporan mutakhir di kKabupaten Bogor bahwa per 15 Mei 2020 zona merah Covid-19 terus bertambah,” ucap dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dalam sarannya, LSI merujuk pelonggaran di negara yang fiskalnya kuat, seperti Korea Selatan dan Selandia Baru. LSI tidak cermat dalam melihat teknologi kesehatan disiplin warga di kedua tersebut jauh lebih baik dibandingkan Indonesia.

“Sehingga kedua negara tersebut berani mengambil keputusan cepat untuk melakukan pelonggaran. Sementara Indonesia sarana teknologi kesehatan dan disiplin masyarakatnya masih rendah,” tutur Ubedilah.

Bacaan Terkait :

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

Load More

Dia menilai argumentasi LSI lemah, menggunakan data sekunder, dan metode kualitatif yang tidak sesuai kaidah-kaidah riset kualitatif yang sebenarnya. “Saya menilai ini bias konfirmasi,” tegasnya.

LSI seharusnya melakukan pendalaman analisis dengan sumber primer. “Misalnya, dengan virologi (ahli virus), epidemiologi, dan medis yang berkaitan dengan penyebaran virus, serta survei lapangan yang komprehensif. Ini kesannya terburu-buru mengejar target,” pungkasnya. (ave/sindonews)

ShareTweetSendShare
Previous Post

5 Tip Menjaga Kebersihan Ala Nabi ﷺ

Next Post

Ketum Asperindo Berharap Anggota Perbaharui Bisnis Untuk Survive

Mungkin Anda Juga Suka :

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

...

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

...

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026

...

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

15 Oktober 2026

...

Pesan yang Disampaikan Habib Umar bin Hafidz Saat Silaturahmi ke Kantor PBNU

Pesan yang Disampaikan Habib Umar bin Hafidz Saat Silaturahmi ke Kantor PBNU

13 Oktober 2026

...

Load More
Next Post
Ketum Asperindo Berharap Anggota Perbaharui Bisnis Untuk Survive

Ketum Asperindo Berharap Anggota Perbaharui Bisnis Untuk Survive

Saat Lebaran 2020, BNI Syariah Siapkan Uang Tunai Rp 2,1 Triliun

Saat Lebaran 2020, BNI Syariah Siapkan Uang Tunai Rp 2,1 Triliun

Discussion about this post

TERKINI

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

22 Oktober 2026

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

18 Oktober 2026

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

17 Oktober 2026

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video