Avesiar – Jakarta
Usai dua gempa bumi dahsyat mengguncang dan menghancurkan ibu kota Caracas, menjebak orang-orang di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh dan memicu gempa susulan yang kuat, dikhawatirkan terdapat ribuan warga yang tewas.
Dilansir TRT World, Kamis (25/6/2026), setidaknya 164 orang dipastikan tewas dan 971 luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan 7,2 skala richter melanda sekitar 160 km (100 mil) sebelah barat Caracas, diikuti kurang dari satu menit kemudian oleh gempa susulan berkekuatan 7,5, menurut Survei Geologi AS.
Jumlah korban tewas dikonfirmasi Presiden sementara Delcy Rodriguez, dan memperingatkan bahwa jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat. Jumlah korban awal tidak termasuk mereka yang berasal dari negara bagian La Guaira yang paling parah terkena dampak, dekat Caracas dan tempat bandara kota berada, di mana rekaman saksi mata menunjukkan adegan kepanikan saat langit-langit runtuh.
“Puluhan bangunan telah runtuh, dan saat ini kami sedang melakukan upaya penyelamatan yang sangat intensif untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa yang diizinkan Tuhan,” terangnya.
Rodriguez mengumumkan keadaan darurat nasional pada Rabu malam, setelah serangkaian gempa bumi dahsyat melanda pantai Karibia utara negara itu, menyebabkan kerusakan yang meluas dan memicu peringatan dan imbauan tsunami di seluruh wilayah tersebut.
Para pekerja darurat bergegas melewati puing-puing bangunan yang runtuh di Caracas saat malam tiba, sementara kerabat yang putus asa mencari bantuan untuk orang-orang terkasih yang dikhawatirkan terjebak. Beberapa korban selamat yang kebingungan dibawa pergi, beberapa di antaranya dengan tandu.
Seorang penghuni dari gedung terdekat, yang tidak menyebutkan nama belakangnya, Maria Alejandra, mengatakan bahwa ketika mereka turun ke bawah, pemandangannya seperti film horor.
“Kami harus memanjat puing-puing dan segalanya. Pengawas gedung sedang bersama bayinya dan semua tetangga turun. Tetapi dari gedung itu, saya hanya melihat satu keluarga yang berhasil keluar,” ungkapnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS siap, bersedia, dan mampu membantu. “Saya telah menginstruksikan semua lembaga pemerintah kita untuk bersiap bergerak cepat. Kami akan berada di sana untuk teman-teman baru dan hebat kami. Laporan awal tidak baik,” ujarnya.
Para seismolog mengkonfirmasi bahwa gempa pendahulu berkekuatan 7,2 pertama kali terjadi di dekat kotamadya San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy. Hanya 40 detik kemudian, gempa utama yang lebih dahsyat berkekuatan 7,5 terjadi tepat di tenggara Yumare.
Gempa utama tersebut merupakan gempa bumi terbesar yang pernah tercatat di Venezuela dan yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun.
Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengkonfirmasi kepada media lokal bahwa guncangan hebat tersebut memicu kerusakan struktural, menyebabkan rumah dan bangunan runtuh.
“Semua badan keamanan dan tanggap darurat, termasuk perlindungan sipil, sukarelawan, petugas pemadam kebakaran, dan polisi, sepenuhnya dikerahkan di lokasi kejadian,” kata Cabello selama siaran langsung di televisi pemerintah.
Menteri tersebut menyoroti situasi yang sangat “mengkhawatirkan” di lingkungan Altamira di Caracas, di mana unit-unit hunian bertingkat mengalami sebagian keruntuhan, sehingga perabotan interior terlihat dari jalan. Cabello mendesak warga di seluruh wilayah perkotaan yang terdampak parah untuk menjauhi ruang-ruang dalam ruangan guna mencegah korban jiwa akibat gempa susulan.
“Kami menyarankan Anda untuk tetap berada di jalan, mengawasi anak-anak dan orang tua, dan berusaha untuk tetap tenang saat protokol penyelamatan diaktifkan,” tambahnya. (ard)










Discussion about this post