Avesiar – Tashkent, Uzbekistan
Demi mengurangi korban sipil, Tentara Rusia sengaja memperlambat kemajuannya dalam operasi militer khusus di Ukraina. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan hal itu pada pertemuan kepala pertahanan dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), Rabu (24/8/2022).
“Kami secara ketat mematuhi hukum humaniter selama operasi khusus. Serangan dilakukan dengan senjata presisi tinggi terhadap fasilitas infrastruktur militer Angkatan Bersenjata Ukraina, termasuk titik komando, lapangan udara, depot, area berbenteng, dan lokasi industri pertahanan. Pada saat yang sama, setiap upaya sedang dilakukan untuk mencegah korban sipil. Ini tentu memperlambat kemajuan, tetapi kami melakukannya secara sadar, ”kata Shoigu, dilansir kantor berita Rusia TASS.
Menurutnya, pasukan Rusia terlibat dalam pekerjaan sistematis untuk memulihkan kehidupan yang damai di daerah-daerah yang dibebaskan. “Kami memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk setempat, memulihkan fasilitas infrastruktur, dan sistem pendukung kehidupan,” kata menteri pertahanan Rusia itu.
Shoigu juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata Ukraina menggunakan taktik bumi hangus, secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan bertindak seperti teroris.
“Mereka membangun posisi menembak di gedung-gedung perumahan, sekolah, rumah sakit dan taman kanak-kanak, mengerahkan tank dan artileri di sana dan menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia. Mereka dengan sengaja menembaki pemukiman dan menjatuhkan ranjau darat anti-personil Lepestok dengan tujuan yang jelas untuk menyebabkan kerusakan sebanyak mungkin pada warga sipil dan fasilitas infrastruktur sipil,” kata Shoigu menekankan. (ard)













Discussion about this post