Avesiar – Bandung
Data dari temuan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, Jawa Barat, dilansir jawapos.com, Ahad (28/8/2022), mengungkap pengidap HIV/AIDS di kota Bandung sebanyak 5.943 orang. Ini adalah akumulasi dari tahun 1991 hingga Desember 2021.
Total temuan itu menunjukkan sebanyak 414 berstatus mahasiswa dan 664 orang adalah ibu rumah tangga.
Kasus positif HIV-AIDS kategori mahasiswa mencapai 6,97 persen atau mencapai 414 kasus. Kemudian 664 di antaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Mereka tertular dari para suaminya yang diduga melakukan hubungan suami istri dengan perempuan lain.
Kepala Sekretariat KPA Kota Bandung Silvia Dewi, kepada JawaPos.com, menceritakan bagaimana mereka menemukan kasus tersebut. Semua yang dites merupakan data awal dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.
“Data itu akumulasi dari tahun 1991 sampai 2021,” katanya baru-baru ini.
Dijelaskan Silvia, untuk setiap orang yang diambil darahnya dan mengikuti layanan kesehatan, baik itu di Puskesmas, RS atau klinik swasta, ketika dia hendak mengikuti tes HIV maka memberikan KTP. Sehingga KPA mendapatkan informasi soal status seseorang lewat data itu.
“Jadi didata, lalu layanan-layanan itu entry lapor ke Kemenkes. Itu dapatnya satu pintu dari Dinkes,” ungkapnya.
Silvia membenarkan dari data tersebut ada ratusan mahasiswa dan ibu rumah tangga. Akan tetapi saat ditanya soal bagaimana cara penularannya, menurut Silvia, KPA Kota Bandung tidak memiliki data tersebut.
“Data soal penularannya dan wawancara, itu di tingkat layanan. Kami tak ada data itu. Dan setelah tes, kemudian akan ada konseling lanjutan dengan konselor. Sifatnya rahasia hanya dia dan konselor yang terlatih yang mengetahuinya. Karena kan kita juga berhadapan dengan seseorang yang akan tahu hasilnya, HIV atau tidak,” beber Silvia.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, KPA Kota Bandung masih memiliki tugas lainnya yakni menjaring atau menemukan target 5 ribu kasus lainnya. Kemenkes mengestimasi ada lebih dari 10 ribu kasus HIV di sana.
“Kami harus cari estimasi Kemenkes. Ada 10.781 estimasi Kemenkes. Kami baru menemukan 5.900, PR baru 5 ribu lagi. Maka kami sedang masifkan tes HIV AIDS, lalu dibarengi tes berikutnya. Siapapun yang dites dan hasilnya positif dikasih obat ARV (Anti retroviral),” ucap Silvia. (adm)













Discussion about this post