Avesiar – Gaza
Kekurangan pada diri seseorang tidak lantas menjadikannya patah semangat. Seperti kisah inspirastif Majdi al-Tatr dikutip dari The Palestine Chronicle, Sabtu (3/9/2022). Ia adalah seorang ayah berusia 42 tahun dari lima anak, dari Jalur Gaza yang terkepung.
Saat dia baru berusia 12 tahun, dia mengalami kecelakaan mobil. Tragisnya, saudaranya tewas dalam kecelakaan itu, sementara Majdi kehilangan kakinya. Meski kehilangan satu kakinya, Majdi bekerja sebagai pelatih renang di Gaza.
“Saya kehilangan kaki saya di usia muda; tapi itu adalah awal dari jalan baru bagi saya,” kata Majdi kepada The Palestine Chronicle.
“Kecelakaan itu merupakan insentif untuk menemukan bakat-bakat baru. Saya belajar berenang. Saya terus berkembang, sampai saya menjadi pelatih renang.”

Selama bertahun-tahun, Majdi mengikuti beberapa turnamen renang lokal dan internasional. Pada tahun 2000, ia berpartisipasi dalam Kejuaraan Renang Arab di Yordania, memanen dua medali emas dan satu perak.
Dia melakukan perjalanan melintasi wilayah Arab, dari Mesir ke UEA, ke Arab Saudi, dan Tunisia. Dia terus berkembang, memperoleh sertifikat baru, dan akhirnya menjadi instruktur renang dan penyelamat.
“Saat ini, saya bekerja sebagai pelatih di Sekolah Renang Palestina di Gaza, di mana saya melatih siswa dari berbagai kelompok usia, mulai dari 4 hingga 60 tahun,” ungkap Majdi.
“Saya juga senang karena anak saya mewarisi kegemaran saya berenang. Putra sulung saya Mutasim, yang sekarang berusia 15 tahun, bekerja dengan saya di sekolah renang.” (ard)













Discussion about this post