Avesiar – Jakarta
Gedung pencakar langit (skyscraper) Burj Khalifa setinggi sekitar 850 meter di Dubai akan terlampaui oleh gedung yang dibangun Kuwait setinggi 1 kilometer.
Dikutip dari The New Arab, Rabu (19/4/2023), Kuwait mengatakan minggu ini akan membangun gedung pencakar langit yang diberi nama Burj Mubarak Al-Kabir.
Gedung ini memiliki menjulang dengan 234 lantai dan dirancang untuk menahan angin hingga 150 mph.
Ketinggian 1001 meter bukanlah suatu kebetulan tetapi merupakan “penghargaan yang disengaja untuk cerita rakyat terkenal sepanjang masa” dari ‘Seribu Satu Malam’, kumpulan cerita legendaris yang berlatar di Teluk dan tempat lain di Timur Tengah.
Nama Burj Mubarak Al-Kabir, yang diambil dari sebuah wilayah di Kuwait, dapat menampung 7.000 orang dalam bangunan-bangunan kantor, hotel, toko, dan titik observasi, menurut laporan.
Namun, ternyata Burj Mubarak Al-Kabir mungkin bukan menara tertinggi di dunia setelah selesai nanti, karena menara yang sedang dibangun Arab Saudi juga diperkirakan akan memiliki tinggi lebih dari 1 km.
Megacity, nama proyek tersebut, diperkirakan menelan biaya 132 miliar dolar itu akan menampilkan pembangkit listrik, pelabuhan raksasa, rumah sakit, fasilitas hiburan, dan jalan lintas yang menghubungkannya ke ibu kota Kuwait City, membentuk bagian penting dari proyek Visi 2035 negara Teluk itu.
Burj Al-Mubarak akan memakan waktu sekitar 25 tahun untuk dibangun, memberikan waktu bagi kota di sekitarnya untuk berkembang.
Seperti negara-negara Teluk lainnya, Kuwait saat ini memanfaatkan cadangan keuangannya yang besar untuk memodernisasi infrastruktur dan mengkonfigurasi ulang ekonominya untuk era pasca-minyak.
Perlu diketahui juga, bahwa Arab Saudi sedang membangun megacity NEOM senilai 500 miliar dolar, bersama dengan proyek ambisius lainnya. (ard)













Discussion about this post