Avesiar – Ankara
Ajang Pemilihan Presiden Turki kemungkinan besar akan masuk pada putaran ke-2. Kenyataan mengemuka setelah hari ini, Senin (15/5/2023), WIB, dikutip dari kantor berita Rusia TASS, Presiden Turki petahana Recep Tayyip Erdogan mendapat 49,35 persen suara, sementara kandidat oposisi utama Kemal Kilicdaroglu memperoleh 45 persen.
Mengutip TASS, saluran TV TRT milik pemerintah melaporkan pada hari Senin dengan 100 persen kotak suara dihitung dalam pemilihan presiden hari Minggu.
Jumlah suara paling bontot diraih kandidat presiden ketiga Sinan Ogan dari Aliansi ATA yang hanya memperoleh 5,22 persen suara. Muharrem Ince, yang mundur dari pemilihan, mengumpulkan 0,43 persen. Otoritas pemilihan Turki menganggap suara yang dia terima sah.
Otoritas pemilihan menolak lebih dari satu juta suara sebagai tidak sah. Jumlah pemilih mencapai rekor tertinggi 88,84 persen.
Calon presiden harus mendapatkan 50 persen plus satu suara untuk menang di putaran pertama. Putaran kedua diperkirakan akan diadakan antara dua pesaing teratas pada 28 Mei.
Aliansi Rakyat yang dipimpin oleh Partai Keadilan dan Pembangunan Erdogan menerima 321 kursi di parlemen dari 600 kursi setelah 99,99 persen surat suara dihitung. Partai Keadilan dan Pembangunan sendiri dapat memperoleh 266 kursi, dengan sekutunya Partai Gerakan Nasional memperoleh 50 kursi dan Partai Kesejahteraan Baru mengumpulkan 5 kursi.
Sedangkan aliansi oposisi telah menerima 213 kursi di parlemen, dengan Partai Rakyat Republik Kilicdargoglu memperoleh 169 kursi, Partai Baik memperoleh 44 kursi. Kandidat yang mewakili empat partai lainnya dalam aliansi tersebut dimasukkan dalam daftar Partai Rakyat Republik dan juga akan masuk parlemen. Aliansi Buruh dan Kebebasan, yang daftarnya menyertakan kandidat dari Partai Demokrat Rakyat pro-Kurdi, diperkirakan akan mendapatkan 66 kursi. Dua aliansi pemilu lainnya, Aliansi ATA dan Persatuan Pasukan Sosialis, gagal masuk parlemen. (ard)













Discussion about this post