Avesiar – Jakarta
Platform Threads, besutan Meta, mengumumkan 10 juta pendaftaran dalam beberapa jam setelah peluncurannya. Mark Zuckerberg seakan tengah menyaingi Twitter Elon Musk dengan platform baru tersebut.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (6/7/2023), kepala eksekutif dan pendiri Meta menggunakan akun Threads barunya untuk mengatakan bahwa Twitter belum “menangkap” peluangnya untuk menjadi aplikasi mega dan bahwa versi penirunya akan “berfokus pada kebaikan”.
Dalam balasan melalui akun Threads barunya ke petarung MMA Mike Davis, yang bertanya apakah Threads bisa menjadi lebih besar dari Twitter, Zuckerberg menulis: “Ini akan memakan waktu, tapi saya pikir harus ada aplikasi percakapan publik dengan 1 miliar lebih orang di dalamnya. Twitter memiliki kesempatan untuk melakukan ini tetapi belum berhasil. Mudah-mudahan kami akan melakukannya.”
Zuckerberg menambahkan dalam pertukaran dengan pengguna lain bahwa “kami pasti fokus pada kebaikan dan menjadikan ini tempat yang ramah”.
Twitter telah dikritik sejak dibeli oleh Musk karena mengaktifkan kembali akun yang sebelumnya dilarang seperti untuk Donald Trump dan influencer misoginis Andrew Tate. Musk, yang memiliki lebih dari 146 juta pengikut di Twitter, tidak men-tweet tentang Threads secara langsung pada hari Kamis, meskipun dia men-tweet secara gnomis setelah peluncuran bahwa dia “harus mengakui kecintaannya yang mendalam pada mode & arsitektur”.
Utas tersebut disediakan secara gratis di 100 negara termasuk Inggris, AS, dan Australia dan pengguna memerlukan akun Instagram untuk masuk. Instagram memiliki 2 miliar pengguna dan pemegang akun dapat mentransfer daftar pengikut mereka ke akun Utas baru mereka. (ard)













Discussion about this post