Avesiar – Jakarta
Rusia tidak ketinggalan dengan tegas mengutuk pembakaran Al Qur’an yang terjadi di Denmark. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam jumpa pers pada hari Rabu, dikutip dari kantor berita Rusia TASS.
“Kami dengan tegas mengutuk ini (insiden pembakaran Alquran di Denmark – TASS) dan tindakan ekstremis serupa. Menunjukkan intoleransi terhadap agama apa pun tidak pantas,” kata Maria Zakharova.
Dikutip dari TASS, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa mereka telah menyaksikan tren radikal agama, merasakan impunitas mereka, di ibukota Eropa ini atau itu. Melakukan dengan gila, kejahatan terhadap Islam, menodai Al-Qur’an. Diplomat tersebut mengecam langkah seperti itu sebagai manifestasi barbarisme agresif dan xenofobia.
Zakharova berjanji bahwa Rusia akan selalu menentang upaya untuk mempermalukan perasaan para penganut agama dan pelanggaran hak asasi manusia yang memalukan serupa dengan yang dilakukan di Denmark.
“Kami melanjutkan dari [harapan] bahwa pihak berwenang di Denmark akan berhenti membiarkan hasutan kebencian antaragama dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan terhadap kaum radikal,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, peserta demonstrasi anti-Islam membakar Al Qur’an di dekat kedutaan besar Mesir dan Turki di Kopenhagen pada 25 Juli 2023. Protes serupa diadakan di luar kedutaan Irak pada hari sebelumnya. Tindakan tersebut diorganisir oleh sebuah kelompok bernama Danish Patriots dan memicu kritik di seluruh dunia Islam. (ard)













Discussion about this post