Avesiar – Jakarta
Undangan MUI kepada para capres (calon presiden) ke Mukernas ke-3 MUI yang berlangsung 1 – 3 Desember 2023 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, dalam rangka mengetahui visi dan misi kebangsaan mendapat sambutan baik.
Dua calon presiden Republik Indonesia, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto, memenuhi undangan dan datang ke acara tersebut, Sabtu (02/12/2023).
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan secara terpisah menyampaikan pidatonya di sela-sela kegiatan Mukernas III MUI.
Prabowo yang menyandang nomor urut 2 mengucapkan terima kasih karena diundang ke acara Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. Pentingnya kedaulatan yang harus dimiliki suatu bangsa menjadi pembahasannya.
“Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat dan berdaulat, jangan mau didikte bangsa lain. Kita sudah punya sejarah kelam, masa-masa tersebut tidak boleh terulang kembali,” tegas Prabowo dalam pidato kebangsaannya, dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia.
Menurut dia, belajar dari konflik yang terjadi pada bangsa-bangsa Timur Tengah lain, bahwa penyerangan, diskriminasi, hingga genosida, lahir salah satunya disebabkan bangsa tersebut belum memiliki kekuatan dan kedaulatan. Sejumlah peristiwa di berbagai negara ini, harus menjadi tolok ukur dan pelajaran bagi bangsa Indonesia.
“Di Timur Tengah ada perang saudara dan penjajahan dari bangsa lain. Bangsa kita jangan mau didikte dan mudah tersulut. Di sini pentingnya persatuan, sebagaimana yang sudah dikokohkan para pendiri bangsa dalam Pancasila. Tinggal kita merawatnya dengan baik,” ucap Prabowo.
Sedangkan calon presiden RI Anies Baswedan menyoroti pentingnya kesetaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesetaraan, menurut dia, menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan kemakmuran bangsa.
“Indonesia dikaruniai kekayaan alam dan budaya masyarakatnya. Dalam kelimpahan yang kita miliki ini, sayangnya masih terasa ketimpangan. Tugas kita masih cukup serius dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di negeri ini,” tuturnya, dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia.
Anies yang mendapat nomor urut 1 itu juga menyinggung perihal pembangunan indeks manusia didukung dengan kualitas pendidikan yang baik. Dia menyampaikan perlunya apresiasi diberikan kepada tiap lembaga pendidikan swasta yang ada. (dwi)













Discussion about this post