Avesiar – Gaza
Penyergapan yang dilakukan Israel ke kompleks di Shejaiya, pinggiran Kota Gaza, sebuah daerah yang telah menyaksikan pertempuran perkotaan yang intens dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan tewasnya dua komandan senior Israel dan tujuh tentara lainnya oleh Hamas.
Tewasnya tentara Israel, dikutip dari The Guardian, Rabu (13/12/2023), terjadi di tengah kekhawatiran akan meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza ketika hujan lebat musim dingin melanda wilayah tersebut dan setelah adanya laporan dari badan-badan bantuan mengenai berkurangnya stok makanan bagi sejumlah besar warga Palestina yang mengungsi ke Gaza selatan.
Seorang komandan Brigade Golani, Letkol Tomer Greenberg, yang berperang melawan Hamas selama serangannya terhadap komunitas perbatasan selatan Israel pada 7 Oktober, tewas dalam upaya yang gagal untuk menyelamatkan empat tentara terluka.
Greenberg dan beberapa perwira seniornya tewas dalam pertempuran yang melibatkan alat peledak rakitan saat ditembakkan dari gedung. Kejadian tersebut adalah salah satu insiden paling mematikan bagi tentara Israel hingga saat ini dalam perang yang telah berlangsung selama dua bulan di Gaza.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada hari Rabu, mengumumkan korban tewas lainnya yaitu seorang kolonel lainnya, tiga mayor dan beberapa anggota pasukan penyelamat tempur.
Pemberitahuan dalam bahasa Ibrani yang dipasang oleh Brigade Golani menggambarkan penyergapan yang terjadi di dekat pasar Shejaiya. “Saat melakukan penggeledahan untuk membersihkan gedung-gedung di jantung kasbah Shejaiya, yang dianggap sebagai kawasan ramai yang dipenuhi target teror, terjadi ledakan besar di salah satu gedung dan beberapa tentara dari batalion ke-13 terluka,” katanya.
Catatan pertempuran menyebutkan, para prajurit mendekati sebuah bangunan ketika mereka pertama kali mendapat serangan dari lantai atas, memulai baku tembak di mana mereka diserang dengan granat dan bahan peledak, melukai parah empat orang yang terpisah dari sisa bangunan. para prajurit.
Saat tentara pergi membantu kelompok pertama di tengah kekhawatiran mereka akan terseret ke dalam terowongan, ledakan kedua menimpa mereka. Kelompok ketiga mencoba mendekat untuk mengevakuasi korban luka dan juga terkena ledakan.
Penyergapan tersebut terjadi meskipun setiap hari ada klaim dari IDF bahwa mereka hampir menguasai operasional benteng utama Hamas di utara Gaza.
Greenberg menjadi terkenal di depan umum setelah serangan 7 Oktober, menjelaskan dalam sebuah wawancara bagaimana dia menyelamatkan dua bayi kembar yang orang tuanya dibunuh oleh Hamas di Kfar Aza. (ard)












Discussion about this post