Avesiar – Jakarta
Telinga terasa bindeng baik satu atau keduanya mungkin pernah Anda alami. Hal ini bisa terjadi ketika kita bepergian naik pesawat, sehabis berenang, atau saat udara dingin seperti ketika berada di puncak pegunungan.
Bindeng adalah kondisi ketika saluran eustachius, yang berada di tengah telinga dan belakang hidung, tersumbat. Dampaknya, telinga terasa penuh, membuatnya terasa tertekan, berdenging, maupun sakit, hingga pusing, dan pendengaran teredam.
Jika bindeng terjadi sesekali, tentu tidak menjadi masalah. Namun, jika terjadi terus-menerus, maka Anda harus tahu penyebab sehingga dapat ditangani dengan segera. Dikutip dari laman Hello Sehat, Selasa (23/7/2024), inilah penjelasannya.
Penyebab telinga bindeng
Tidak hanya kesulitan dalam mendengar, telinga bindeng terkadang muncul bersama dengan bunyi denging, rasa nyeri, pusing, telinga terasa penuh, dan gangguan keseimbangan. Gejala tersebut bisa muncul secara perlahan atau mendadak.
Keadaan demikian bisa diobati dengan mudah, namun ada yang bertambah parah. Yang harus dilakukan yaitu segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Berikut penyebab telinga bindeng:
1. Kotoran telinga menumpuk
Penyebab telinga bindeng yang paling sering terjadi adalah kotoran telinga yang menumpuk. Sebenarnya, kotoran telinga (serumen) dapat membunuh kuman sehingga membantu melindungi telinga dari infeksi.
Ketika Anda mengunyah, berbicara, atau menguap, serumen akan berpindah dari telinga bagian dalam ke telinga bagian luar. Ini membuat kotoran telinga ini menjadi kering dan terkelupas.
Membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud biasanya akan mendorong kotoran lebih dalam ke telinga. Kebiasaan ini bisa menyebabkan kotoran telinga menumpuk dan lebih sulit untuk dibersihkan.
Seiring waktu, penumpukan kotoran bisa menyumbat telinga dan membuat telinga Anda meredam. Anda menjadi sulit mendengar, telinga terasa penuh, sakit dan gatal, serta berdering.
2. Mendengar suara yang keras
Telinga meredam juga bisa diakibatkan oleh suara keras. Hal ini bisa terjadi saat Anda mendengarkan suara yang terlalu keras atau bising, misalnya suara ledakan atau tembakan.
Suara-suara tersebut berpotensi merobek gendang telinga dan menimbulkan gangguan sementara. Telinga yang meredam ini umumnya akan mereda jika robekan pada gendang telinga sudah sembuh.
Robekan pada gendang telinga yang tidak sembuh bisa menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang, termasuk kehilangan pendengaran.
3. Penyakit Meniere
Penyakit Meniere adalah gangguan telinga yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran, telinga berdenging, pusing atau vertigo yang parah, serta telinga yang terasa penuh.
Melansir National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), serangan pusing bisa terjadi secara tiba-tiba atau setelah tinnitus atau telinga bindeng beberapa saat.
Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, tetapi diyakini akibat penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Penumpukan cairan ini bisa terjadi akibat infeksi virus, gangguan autoimun, atau alergi.
4. Tinnitus
Ketika Anda merasa pendengaran seperti meredam disertai kemunculan suara dengung, deru, desis, decak, atau siulan pada telinga, bisa jadi ini merupakan gejala tinnitus.
Ini terjadi karena telinga mendengar suara bising yang keras, penggunaan obat-obatan antiradang nonsteroid, atau juga disebabkan oleh gangguan lain, seperti infeksi telinga atau cedera kepala.
Tergantung pada kondisi yang menjadi penyebabnya, tinnitus dapat membaik seiring waktu dengan pengobatan dokter atau Anda bisa memiliki kondisi ini dalam waktu yang lama.
Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini. Namun, tetapi perawatan dan terapi yang didapatkan dari dokter bisa membantu Anda mengurangi gejala.
5. Infeksi telinga tengah (otitis media)
Otitis media atau juga bisa menjadi penyebab dari telinga bindeng, terutama pada anak. Kondisi ini terjadi ketika telinga bagian tengah meradang dan terjadi penumpukan cairan akibat infeksi bakteri atau virus.
Selain kesulitan mendengar, telinga bisa terasa sakit dan demam akan muncul. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat flu atau pilek yang Anda alami sebelumnya.
Telinga meredam akibat flu (pada orang dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas) umumnya bisa diobati dengan obat yang mengandung dekongestan untuk mengurangi gejala tersebut.
Gangguan telinga ini biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun, bila tidak membaik, kemungkinan penumpukan cairan sudah terinfeksi dan kondisi sudah kronis. Ini membutuhkan perawatan dokter lebih lanjut.
6. Tumor
Meskipun tidak umum, tumor di sepanjang saraf yang menghubungkan telinga ke otak atau di telinga bagian dalam dapat menyebabkan gangguan pendengaran, termasuk telinga bindeng.
Biasanya, tumor ini ditemukan pada orang yang mengalami gangguan pendengaran di satu telinga, tetapi tidak pada yang lain. Pusing dan vertigo juga merupakan tanda kemungkinan adanya tumor.
Diagnosis dini tumor dapat mempercepat pengobatan, yang tentu bisa mencegah tumor bertumbuh semakin besar. Segera periksakan diri ke dokter jika menemukan gejala-gejala di atas. (put)











Discussion about this post