• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Info & Tips

Terapi Leher Kaku, Tegang, dan Nyeri Saat Bangun Tidur serta Penyebab juga Mencegahnya

by Avesiar
25 September 2024 | 22:36 WIB
in Info & Tips
Reading Time: 4 mins read
A A
Terapi Leher Kaku, Tegang, dan Nyeri Saat Bangun Tidur serta Penyebab juga Mencegahnya

Ilustrasi. Leher kaku. Foto: Freepik

Avesiar – Jakarta

Leher kaku, tegang, dan tidak nyaman saat bangun tidur (stiff neck) mungkin pernah dialami oleh banyak orang. Masyarakat Indonesia menyebut secara umum hal tersebut dengan istilah “salah bantal”. Kondisi yang demikian tentu akan mempengaruhi kualitas aktifitas karena rasa nyeri, kaku, dan tidak nyaman.

Ada beberapa hal yang membuat terjadinya kondisi tersebut. Dilansir laman Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Senin (8/8/2022), kondisi bisa terjadi karena sebab-sebab berikut:

1)    Salah posisi tidur

Posisi tidur tengkurap dapat meningkatkan risiko nyeri leher saat bangun tidur. Saat Anda tengkurap, maka Anda akan memutar kepala Anda ke samping agar merasa lebih nyaman bernafas.

Namun, saat posisi ini terjadi dalam waktu lama, otot-otot di leher akan terus-menerus tegang. Ketegangan ini dapat menyebabkan nyeri ringan dan kekakuan pada tendon, otot, dan ligamen yang berakibat nyeri di leher Anda

2)    Penggunaan bantal yang tidak tepat

3)    Kasur dan bantal yang terlalu empuk atau terlalu keras bisa menjadi salah satu faktor penyebab  nyeri leher saat bangun tidur.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

4)  Tidur dengan posisi dagu menempel di dada atau posisi tidur yang membuat leher Anda terlalu miring dapat membuat otot-otot menjadi tegang.

5)    Kebiasaan postur yang salah.

Kebiasaan postur yang buruk seperti membungkuk saat bekerja, terus-menerus melihat ke ponsel atau komputer dapat membuat leher Anda nyeri. Posisi kepala yang terlalu condong membuat otot leher menopang beban yang lebih berat daripada posisi kepala netral sehingga berisiko lebih tinggi untuk menjadi nyeri dan kaku.

6)    Cedera leher sebelumnya.

Cedera leher dapat terjadi pada saat olahraga, terjatuh, atau kecelakaan. Setelah cedera, Anda mungkin tidak langsung merasakan nyeri di leher, keluhan dapat dirasakan beberapa hari kemudian.

Cara mengatasi nyeri leher saat bangun tidur :

1.    Kompres dingin

Kompres dingin baik dilakukan dalam 48 jam pertama ketika rasa nyeri atau cedera terjadi. Kompres ini dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri akibat otot yang tegang. Kompres pada area yang nyeri dapat dilakukan selama 10 sampai 20 menit.

2.    Kompres hangat

Kompres hangat bermanfaat untuk merelaksasikan otot yang tengang serta mengurangi kekakuan pada otot. Hal ini dapat dilakukan dengan mandi air hangat atau menggunakan bantal penghangat.

3.     Mengistirahatkan leher

Hindari aktivitas yang membuat otot-otot leher bekerja lebih berat seperti menunduk, menoleh atau mendongakkan leher yang berlebihan. Hindari juga mengangkat beban yang berat serta aktivitas yang melibatkan gerakan leher yang berulang-ulang.

4.     Minum obat pereda nyeri

Bila nyeri sangat mengganggu aktivitas Anda, Anda dapat minum obat pereda nyeri yang dijual bebas sebagai terapi pertama. Sebaiknya bila rasa nyeri terus-menerus mengganggu konsultasikan kepada dokter.

5.     Melakukan peregangan atau pijatan ringan

Bila nyeri sudah mulai mereda, atau nyeri saat menggerakkan leher berkurang, Anda dapat mulai melakukan peregangan. Anda dapat melakukan dalam posisi berdiri tegak atau duduk tegak. Lakukan teknik peregangan secara pelan, hentikan bila nyeri bertambah berat.

–  Ekstensi leher : Gerakkan leher Anda dengan perlahan ke arah langit-langit dan tahan selama 5 detik.

–  Fleksi leher : Perlahan dan lembut turunkan dagu ke arah dada sambil melihat ke bawah. Tahan peregangan selama 5 detik sebelum mengembalikan kepala ke posisi netral.

– Fleksi leher lateral : Jaga bahu dan punggung Anda lurus dan diam. Perlahan dan hati-hati tekuk kepala ke samping, arahkan telinga kiri ke bahu kiri, dorong dengan lembut di sisi kanan kepala Anda. Tahan peregangan selama 5 detik, sebelum mengulangi di sisi yang berlawanan.

– Rotasi leher : Jaga punggung tetap lurus dan bahu diam, sambil perlahan dan hati-hati putar kepala ke kiri sejauh mungkin, dorong lembut dagu Anda dengan tangan kanan. Tahan selama 5 detik sebelum mengulangi di sisi yang berlawanan.

Sama halnya dengan peregangan, pijatan ringan dapat diberikan pada area yang terasa kaku setelah tidak ada nyeri yang bermakna. Hal ini bermanfaat untuk merelaksasikan otot yang tegang di sekitar leher.

 Cara mencegah nyeri leher :

* Jagalah postur tubuh yang tegak saat beraktivitas

* Gunakan bantal yang nyaman dan tidak terlalu tipis atau keras

* Gunakan posisi tidur terletang atau miring dan jaga kesegarisan antara kepala-leher-tubuh

* Lakukan olahraga dengan teratur untuk membantu menguatkan otot termasuk otot leher. Olahraga juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. (adm)

Tags: Leher KakuLeher NyeriLeher PegalMencegah Leher KakuMencegah Salah BantalPenyebab Leher KakuPenyebab Salah BantalSalah BantalTips Leher NyeriTips Salah Bantal
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jepang Kesal Pesawat Rusia Masuk Wilayah Udaranya, Terpaksa Jet Tempur Tembakkan Suar

Next Post

Warga New York Kedatangan Virus Nyamuk Langka EEE Mematikan yang Menginfeksi Otak

Mungkin Anda Juga Suka :

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

...

Lakukan Hal-hal Berikut Agar Tubuh Lebih Bugar dan Mood Membaik Usai Perjalanan Mudik

Lakukan Hal-hal Berikut Agar Tubuh Lebih Bugar dan Mood Membaik Usai Perjalanan Mudik

24 Maret 2026

...

Gurun-gurun Terbesar di Dunia, Ternyata Sahara yang Ketiga

Gurun-gurun Terbesar di Dunia, Ternyata Sahara yang Ketiga

20 Desember 2025

...

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

16 Desember 2025

...

Sungai-sungai Terpanjang di Dunia, Pertama Sungai Nil dan Kesembilan Kongo

Sungai-sungai Terpanjang di Dunia, Pertama Sungai Nil dan Kesembilan Kongo

10 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Warga New York Kedatangan Virus Nyamuk Langka EEE Mematikan yang Menginfeksi Otak

Warga New York Kedatangan Virus Nyamuk Langka EEE Mematikan yang Menginfeksi Otak

Masa Depan  Industri Televisi, Senja Kala dan Perang Media Streaming

Masa Depan  Industri Televisi, Senja Kala dan Perang Media Streaming

Discussion about this post

TERKINI

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

9 Juni 2026

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

Total Jemaah Haji Tiba di Tanah Air per 8 Juni 47.012 Orang, Kloter Terakhir Dijadwalkan Tiba 1 Juli

8 Juni 2026

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

Piala Dunia Dimulai Seminggu Lagi, Timnas Iran Masih Menunggu Visa Masuk ke AS

6 Juni 2026

“Ajegnya” Santo Kadarusman Jadi Humas, Mulai Memimpin Humas Polytron, Sampai VP di Consumer Goods

6 Juni 2026

Perang Sudah 4 Tahun Lebih, Zelenskyy Kirim Surat ke Putin Minta Ketemu dan Negosiasi

5 Juni 2026

Selain Utamanya Sebagai Tempat Shalat, Inilah Cara Memakmurkan Masjid

5 Juni 2026

Serunya Hadiansyah Lubis, Antara Memimpin Sebagai VP Public Relations Trans TV & Juragan Sop Kambing

5 Juni 2026

Jaga Paspor dan Kesehatan di Fase Kepulangan, Dam Hadyu Diserahkan Secara Simbolik ke Konjen Palestina di Jeddah

4 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video