• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Gaya Mereka (Remaja) Merayu Ortu

by Avesiar
24 Januari 2025 | 23:10 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 4 mins read
A A
Gaya Mereka (Remaja) Merayu Ortu

Ilustrasi. Foto: Freepik dan istimewa. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Setiap remaja pasti punya strategi masing-masing untuk merayu orang tua. Ada yang lebih mudah berbicara dengan ayah, ada juga yang merasa ibu lebih gampang diluluhkan. Mulai dari hal kecil seperti minta jajan tambahan, sampai barang kesayangan seperti skincare atau baju. Buat sebagian besar remaja, semua tergantung dari kepribadian orang tua dan bagaimana kita mendekati mereka.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu lebih sering meminta sesuatu ke Mama atau Papa? Dan apa trik andalanmu untuk meluluhkan hati mereka? Berikut cerita dari sahabat remaja

Radella,  siswa kelas 9 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Depok.

Radella,  siswa kelas 9 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Depok. Foto: istimewa

Bagi sebagian remaja, ayah adalah sosok yang paling mudah dirayu. Seperti yang diceritakan seorang teman, “Menurut saya, ayah lebih mudah dirayu karena kepribadiannya yang lembut dan mudah memahami. Saya merasa nyaman berbagi perasaan dengan beliau, dan hal itu membuat komunikasi jadi lebih lancar. Kalau ada keperluan penting, saya biasanya bilang ke ayah,” ujar Radella

Namun, urusan nyemil atau hal kecil lainnya bisa jadi lebih cocok dilakukan bersama ibu. “Kalau soal makanan atau nyemil, saya lebih sering bareng ibu. Kami suka nyemil bareng, jadi rasanya lebih gampang untuk minta hal-hal kecil ke beliau,” ungkapnya.

Ada juga cerita menarik soal pengalaman pertama memiliki handphone. “Saat pandemi, saya butuh handphone untuk belajar daring. Awalnya ayah tidak setuju karena saya dianggap masih terlalu muda. Tapi setelah saya menjelaskan bahwa saya membutuhkannya untuk ulangan sekolah, akhirnya ayah setuju, dengan syarat saya harus patungan. Itu mengajarkan saya pentingnya usaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan,” ungkapnya.

Quinella Raisa Kanam, siswi kelas 7, SMPIT INSAN HARAPAN

Bacaan Terkait :

Apakah Kamu Suka Memaksa Orang Tua untuk Memenuhi Keinginan Kamu?

Load More
Quinella Raisa Kanam, siswi kelas 7, SMPIT INSAN HARAPAN. Foto: istimewa

Beda dengan cerita sebelumnya, Raisa merasa lebih gampang minta kepada Mamanya.  Tapi bukan berarti semua permintaan langsung dikabulkan begitu saja. Ada trik khusus yang biasanya Raisha gunakan untuk meluluhkan hati Mama, yaitu bantu-bantu dulu di rumah. “Biasanya aku bantuin orang tua dulu. Cuci piring, ngejemur baju, nyapu, ngepel, yang kayak gitu-gitu deh. Setelah membantu, biasanya suasana hati Mama jadi lebih baik, sehingga lebih gampang untuk meminta sesuatu,” bebernya.

Hasilnya Langsung Dikasih? “Dikasih sih,” lanjutnya. Tentu saja, ini tergantung juga pada jenis permintaannya. Kalau permintaannya masuk akal dan tidak terlalu besar, biasanya langsung dikabulkan.

Selain dengan bantu-bantu biasanya Raisha mempunyai jurus khusus, yaitu kadang ia pakai kata-kata yang halus, tapi kadang bermanja juga. Misalnya, memeluk mama sambil bilang, “Mama baik banget deh kalau ngasih aku ini” atau sekadar bercanda untuk mencairkan suasana.

Hal-hal yang sering diminta biasanya nggak jauh-jauh dari kebutuhan remaja, seperti baju, skincare, atau makeup. “Aku sering minta baju, skincare, sama makeup. Kalau bilangnya ke Mama, lebih gampang dikasih,” tutup Raisha.

Syifa Nashwa Azzahra, siswi kelas 10, MAN 1 Kota Tanggerang Selatan

Syifa Nashwa Azzahra, siswi kelas 10, MAN 1 Kota Tanggerang Selatan. Foto: istimewa

“Kalau aku sih biasanya tergantung, bisa Umi atau Abi. Cuma kalau untuk secara keseluruhan, lebih sering ke Umi. Tapi nggak selalu juga,” cerita Najwa. Menurutnya, siapa yang lebih mudah dirayu bergantung pada jenis permintaan dan suasana hati orang tua.

Salah satu cara yang sering dilakukan untuk mendapatkan persetujuan orang tua adalah dengan membantu pekerjaan mereka. “Biasanya aku bantuin apa yang Umi atau Abi perlukan, kayak bersih-bersih rumah. Tapi kadang nggak langsung dikabulkan, jadi perlu waktu juga,” jelasnya.

Membantu orang tua, menurut dia, tidak hanya menunjukkan niat baik, tetapi juga bisa menjadi cara untuk membangun suasana hati yang mendukung. Namun, tidak semua permintaan bisa langsung dikabulkan. Dalam situasi seperti ini, ada dua pilihan menunggu atau berusaha sendiri.

“Kalau aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, biasanya aku akan membatalkan permintaanku. Misalnya, aku ingin alat lukis tapi nggak dikabulkan karena nggak memungkinkan. Akhirnya, aku beli sendiri pakai uang tabunganku,” ujarnya.

Menabung untuk membeli barang yang diinginkan adalah bentuk kemandirian yang baik. Ini menunjukkan bahwa kita tidak selalu bergantung pada orang tua untuk memenuhi keinginan kita. Tapi ada kalanya, keinginan itu hilang seiring waktu. “Kadang aku nggak jadi beli sendiri kalau sudah nggak minat lagi. Jadi, tergantung kebutuhan aja,” tambahnya.

Pengalaman ini mengajarkan bahwa membujuk orang tua bukan hanya soal mendapatkan apa yang kita mau, tapi juga tentang usaha dan kompromi. Membantu mereka, bersabar, dan mencari solusi sendiri ketika perlu adalah langkah-langkah bijak yang bisa diambil. Selain itu, keinginan yang tidak terpenuhi pun bisa menjadi pelajaran penting tentang apa yang sebenarnya memang kita butuhkan. (Resty)

Tags: Merayu Orang TuaMerayu OrtuMinta ke Orang TuaRayuan Anak ke Ortu
ShareTweetSendShare
Previous Post

Asuransi Jiwa Syariah

Next Post

Tentara Rabbi Israel Resmi Dituntut ke ICC oleh HRF Atas Kejahatan Perang di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Tentara Rabbi Israel Resmi Dituntut ke ICC oleh HRF Atas Kejahatan Perang di Gaza

Tentara Rabbi Israel Resmi Dituntut ke ICC oleh HRF Atas Kejahatan Perang di Gaza

Tips Memulai Fotografi untuk Remaja dari Fotografer Senior Adrianto

Tips Memulai Fotografi untuk Remaja dari Fotografer Senior Adrianto

Discussion about this post

TERKINI

Tidak Ada Takutnya, Iran Hantamkan Rudal ke Pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait

10 Juni 2026

Asperindo Desak Pembatalan Biaya Tarif Jasper dan SGHA Karena Efeknya Kenaikan Harga ke Konsumen

10 Juni 2026

Indonesia Raih Pengakuan di WSIS Prizes 2026 PBB Melalui 3 Inovasi Digital

10 Juni 2026

Senator AS Menyebut Amerika Seharusnya Tidak Mendanai Militer AS dan Akan Menentangnya di UU NDAA

9 Juni 2026

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

9 Juni 2026

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

Total Jemaah Haji Tiba di Tanah Air per 8 Juni 47.012 Orang, Kloter Terakhir Dijadwalkan Tiba 1 Juli

8 Juni 2026

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

Piala Dunia Dimulai Seminggu Lagi, Timnas Iran Masih Menunggu Visa Masuk ke AS

6 Juni 2026

“Ajegnya” Santo Kadarusman Jadi Humas, Mulai Memimpin Humas Polytron, Sampai VP di Consumer Goods

6 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video