• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Budaya Daerah di Kalangan Remaja: Melekat atau Mulai Pudar?

by Ave Rosa
10 Februari 2025 | 23:49 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Budaya Daerah di Kalangan Remaja: Melekat atau Mulai Pudar?

Ilustrasi. Foto: via budaya Indonesia.org & ist. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Di era digital ini, globalisasi dan kemajuan teknologi membawa perubahan besar dalam gaya hidup generasi muda. Banyak remaja lebih fokus pada gadget mereka dan lebih tertarik mengikuti tren terbaru yang dianggap lebih seru dan menarik. Tantangan besar dengan masuknya budaya asing melalui media sosial dan hiburan global. 

Akibatnya, budaya daerah mulai terpinggirkan karena kalah saing dengan konten dari media sosial dan dunia maya. Namun, apakah budaya daerah benar-benar mulai pudar di kalangan remaja, atau masih tetap melekat meskipun dengan perubahan?

Berikut pandangan dari para remaja kepada kanal remaja dan anak muda berdaya KAMU KUAT! Avesiar.com.

Paulus Jovandra Radhika Daneswara (Jovan), siswa kelas 7, SMP Negeri 2 Bantul

Paulus Jovandra Radhika Daneswara (Jovan), siswa kelas 7, SMP Negeri 2 Bantul. Foto: istimewa

Menurut Jovan, eksistensi budaya daerah masih cukup melekat di kalangan remaja, meskipun tidak sekental zaman dahulu. “Munculnya budaya dari luar negeri memang memberikan pengaruh besar,” ujarnya.

Namun, ia tetap menggunakan bahasa daerah saat berbicara dengan teman-temannya, seperti bahasa Jawa.

Ketika ditanya tentang pentingnya melestarikan budaya daerah di era modern, ia menegaskan bahwa hal tersebut sangat penting. “Melestarikan budaya daerah berarti mempertahankan identitas dan menghargai sejarah,” katanya.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Sayangnya, ia juga menyadari bahwa pengaruh media sosial dan kurangnya edukasi membuat banyak remaja semakin jauh dari budaya mereka sendiri.

Jika seseorang memiliki niat untuk mempelajari budaya daerah, lanjutnya, maka hal itu bisa membantu pelestariannya. Sebaliknya, jika tidak ada ketertarikan sama sekali, budaya luar yang mendominasi media sosial bisa menggantikan budaya lokal. Namun, Jovan tetap optimis karena di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, budaya masih dipertahankan dengan baik, misalnya melalui kewajiban memakai pakaian adat dalam acara tertentu.

Almira Salma Aulia, siswi kelas 11, SMKN 3 Tangerang Selatan

Almira Salma Aulia, siswi kelas 11, SMKN 3 Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Pendapat lainnya dari Almira, bahwa media sosial memiliki pengaruh besar dalam pergeseran minat generasi muda. “Mereka lebih tertarik dengan apa yang sedang viral di dunia maya dibandingkan kegiatan kebudayaan tradisional. Hal ini menjadi tantangan besar dalam upaya pelestarian budaya daerah,” ujarnya.

Namun, bukan berarti budaya daerah tidak bisa bersaing dengan tren modern. Ada berbagai cara kreatif yang bisa dilakukan agar budaya tetap menarik bagi generasi muda. Salah satu ide menarik yang diusulkan adalah membuat event cosplay dengan pakaian bertema adat daerah. “Dengan event seperti ini, budaya daerah bisa dikemas dalam bentuk yang lebih menarik bagi anak muda,” katanya.

Selain cosplay, kata Almira, acara tersebut bisa dikombinasikan dengan kegiatan lain, seperti festival makanan khas daerah atau lomba menggambar dengan tema kebudayaan tradisional. Dengan cara ini, budaya daerah bisa lebih mudah diterima dan dinikmati oleh kalangan remaja yang cenderung lebih visual dan aktif di media sosial.

Menggunakan media sosial sebagai alat promosi budaya juga dianggap sebagai strategi yang efektif. Dengan pendekatan yang sesuai dengan gaya hidup anak muda saat ini, budaya tradisional tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas. “Kalau dikemas dengan cara yang kreatif, budaya daerah bisa tetap eksis dan bahkan viral,” tambahnya.

Jadi menurut Almira, di tengah gempuran tren global, budaya daerah tetap bisa dilestarikan dengan inovasi yang sesuai dengan zaman. Kuncinya adalah bagaimana mengemasnya agar tetap menarik dan relevan bagi generasi muda.

Elizabeth Dyandra Ayofra Fedya, mahsiswi semester 2, Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma

Elizabeth Dyandra Ayofra Fedya, mahsiswi semester 2, Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma. Foto: istimewa

Dyandra menyampaikan bahwa meskipun budaya modern semakin berkembang, budaya daerah masih cukup kental, terutama dalam acara adat seperti pernikahan dan lelayu (upacara kematian).

“Sebagian besar masih menggunakan bahasa Jawa sebagai sambutan. Selain itu, tradisi seperti nyadran (menyambut bulan Ramadan) dan sawalan (perayaan setelah Idulfitri) juga masih dijalankan,” ujarnya.

Walaupun ada tanda-tanda pergeseran budaya, sebagian remaja di daerahnya masih menunjukkan kepedulian terhadap warisan budaya. Dalam acara di kampung, seperti peringatan 17 Agustus, kesenian dan budaya daerah masih sering ditampilkan. Ini menunjukkan bahwa budaya lokal belum sepenuhnya ditinggalkan oleh generasi muda.

Namun, tantangan besar tetap ada, terutama karena perkembangan teknologi yang sulit dikendalikan. Pengaruh budaya luar yang masuk melalui media sosial dan hiburan digital sering kali membuat budaya daerah kalah bersaing dalam menarik minat remaja.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mengombinasikan budaya daerah dengan unsur modern agar lebih menarik bagi generasi muda. “Jika dikemas dengan cara yang lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku, budaya daerah bisa tetap relevan di era digital ini,” tambahnya.

Misalnya, pertunjukan seni tradisional bisa dikombinasikan dengan musik modern, atau festival budaya dapat dibuat lebih interaktif dengan melibatkan media sosial. Dengan cara ini, budaya lokal tidak hanya bertahan tetapi juga bisa berkembang dan diterima lebih luas oleh generasi muda.

Meski modernisasi tidak bisa dihindari, budaya daerah tetap memiliki tempatnya sendiri. Dengan inovasi dan keterbukaan terhadap perkembangan zaman, budaya tradisional bisa tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Meski modernisasi terus berkembang, budaya daerah tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan mengombinasikan unsur tradisional dan modern, budaya lokal bisa tetap eksis dan menarik bagi generasi muda. Yang terpenting adalah kesadaran untuk terus melestarikan warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Kalau di tempat kamu seperti apa ya, Guys? Silahkan sampaikan di kolom komentar yang ada di bawah berita ini. (Resty)

Tags: Budaya AsliBudaya DaerahPengenalan Budaya
ShareTweetSendShare
Previous Post

Masyarakat Diajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis Saat Ultah Hingga 30 Hari di Puskesmas

Next Post

Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 1)

Mungkin Anda Juga Suka :

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

8 Juli 2026

...

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

26 Juni 2026

...

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 1)

Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 1)

Media Sosial, Bermanfaat Sekaligus Menciptakan Stress Bagi Remaja? Kata Mereka

Media Sosial, Bermanfaat Sekaligus Menciptakan Stress Bagi Remaja? Kata Mereka

Discussion about this post

TERKINI

Ijtima Ulama Indonesia Tegaskan Dukungan Mengawal Pembangunan Nasional di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

25 Juli 2026

Mencengangkan, Taipan SK Hynix Korea Selatan Harus Membayar Uang Cerai ke Mantan Istri Sebesar 644 Juta Dolar

24 Juli 2026

Hana Nabila Bustami, Kejar Cita-cita ke Inggris di Jurusan Mechanical Engineering with Aeronautics

24 Juli 2026

Agusnadi “The Social Trainer”, Eks Supir Angkot yang Kini Chief Learning & Communications Strategist

24 Juli 2026

Ingin Dongkrak Wisatawan Usai Dihantam Iran, Dubai  Tawarkan Hadiah Bagi Warganya yang Membantu

23 Juli 2026

Diwakili 87 Organisasi di Bawah MUI, KUII ke-8 Pada 26-28 Juli Bahas Hukuman Khusus Bagi Koruptor

23 Juli 2026

Dua Pangkalan AS di Yordania Rusak Dihantam Rudal dan Drone Iran, Tentara AS Tewas dan Luka-luka

22 Juli 2026

Indonesian Education Digitalization Accelerated, President Prabowo Reaffirms Government Commitment

21 Juli 2026

Digitalisasi Pendidikan Indonesia Dipercepat, Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Komitmen Pemerintah

21 Juli 2026

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia Dirayakan Warga Gaza Palestina di Antara Reruntuhan dan Genosida

20 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video