• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Harmoni Keluarga

Mengobati Penyakit ‘Ain Menurut Thibbun Nabawi dan Aromaterapi

by Avesiar
5 Maret 2025 | 21:05 WIB
in Harmoni Keluarga
Reading Time: 4 mins read
A A
Mengobati Penyakit ‘Ain Menurut Thibbun Nabawi dan Aromaterapi

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang misterius dan sulit dijelaskan penyebabnya secara medis. Dilansir laman resmi Nahdlatul Ulama, Senin (30/9/2024), ‘Ain artinya mata sehingga istilah ini digunakan secara khusus untuk menyatakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh tatapan seseorang.

Ketika seseorang mengatakan ‘Ain, maka yang dimaksud adalah tatapan mata yang berakibat buruk, bisa dari manusia dan bisa pula dari jin. 

Bagaimana cara mengenali gejala penyakit ‘Ain ini berdasarkan sudut pandang Thibbun Nabawi? Adakah relevansi gejala penyakit ‘Ain dengan gangguan fisik maupun psikologis? Bagaimana pula terapi untuk penyakit tersebut maupun untuk orang di sekitarnya?

Penyakit ‘Ain dapat dikenali dari orang yang mengetahui karakter penyakit itu. Hal ini pernah terjadi pada sahabat Nabi yang terkena ‘Ain lalu Nabi dapat mengenali dari wajahnya.

Al-Hafizh ad-Dzahabi dalam At-Thibbun Nabawi menyebut bahwa Ummu Salamah pernah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melihat seorang pembantu rumah tangga di rumah beliau yang memiliki tanda saf’ah (kehitaman atau pucat, atau merah kehitam-hitaman) di wajahnya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan agar pembantu tersebut diruqyah karena ada nadzrah pada dirinya (Beirut, Dar Ihya-ul ‘Ulum: 1990), halaman 274.

Al-Hafidz Adz-Dzahabi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nadzrah adalah terkena penyakit ‘Ain atau gangguan jin. Dalam bagian selanjutnya, Beliau juga menjelaskan bahwa saf’ah memiliki beberapa arti dari berbagai pendapat ahli penyakit ‘Ain sebagai berikut: 

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

“Hendaknya diperhatikan bahwa kata saf’ah yang digunakan dalam penjelasan tentang pembantu rumah tangga di atas berarti tanda hitam pada wajah. Al-Asma’i menjelaskan itu berarti tanda hitam kemerah-merahan. Ibn Halawiah mengatakan bahwa As-Saf’ah berarti seorang yang gila. Dalam bukunya tentang ‘Ain, ia mendefinisikan penyakit itu sebagai munculnya tanda warna gelap maupun kepucatan pada wajah.” (halaman 275-276)

Alrashidi dan Alnufaishan dalam I am afflicted with the evil eye! How Islamic cultural beliefs influence college students’ perceptions of their academic experience mengungkap bahwa tanda ‘Ain pada wajah seseorang diikuti dengan gejala lainnya yang bervariasi dan bisa berkembang lebih berat apalagi bila ‘Ain berasal dari tatapan mata seseorang yang memiliki sifat iri atau dengki. Budaya Islam percaya bahwa mata jahat dapat menyebabkan tekanan, penyakit mental, penyakit fisik, dan bahkan kematian melalui tatapan iri. (Journal for Multicultural Education, https://doi.org/10.1108/JME-05-2024-0054).

Disebutkan pula bahwa beberapa penelitian ilmiah tentang ‘Ain menunjukkan kesesuaian antara tanda yang telah disebutkan di dalam kitab At-Thibbun Nabawi.

Penelitian yang diketuai oleh Al-Hibshi pada tahun 2018 melaporkan bahwa tanda-tanda ‘Ain meliputi lingkaran hitam di bawah mata, warna kulit wajah yang pucat, sakit kepala, peningkatan berat badan yang tidak biasa, dan tidak adanya respon terhadap efek obat-obatan yang digunakan.

Oleh karena itu, kondisi orang yang terkena ‘Ain cenderung tidak lagi menggunakan obat secara patuh. (Naz dan Aslam, 2023, Development and Validation of Belief in Evil Eye Scale, Journal of the Pakistan Medical Association, Vol. 21, No. 2: halaman 18-27).

Penelitian itu juga mengungkap berbagai gejala lain yang dapat dialami oleh orang yang terkena ‘Ain. Masalah-masalah psikologis seperti perasaan menyendiri hingga cemas dan depresi juga dapat dialami. Selain itu kejang hingga tangisan dan ketakutan yang terus menerus dapat terjadi pada bayi yang terkena penyakit ‘Ain.

Thibbun Nabawi mengakui bahwa ada penyakit ‘Ain yang disebabkan oleh jin maupun manusia. Oleh karena itu, pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Apabila penyebabnya adalah tatapan manusia, maka dapat diusahakan melalui terapi dengan air basuhan wudhu dan mandi dari orang yang menyebabkan ‘Ain, tetapi bila berasal dari gangguan jin maka diterapi dengan ruqyah.

Uniknya, meskipun gejala yang nampak pada orang yang terkena ‘Ain merupakan gejala yang bersifat fisik, tetapi terapi yang direkomendasikan Nabi adalah dengan ruqyah. Contohnya pernah terjadi pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menjumpai anak-anak dengan badan sangat kurus karena penyakit ‘Ain sebagaimana kisah berikut:

“Dari Jabir ra bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberi keringanan bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata Beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka.” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

Orang tua yang memiliki bayi dan terindikasi terkena penyakit ‘Ain juga dapat terpengaruh menjadi cemas dan khawatir. Tidak sedikit orang tua yang panik melihat bayinya terus menerus menangis dengan ekspresi ketakutan. Oleh karena itu, perlu juga mengusahakan ketenangan kepada orang tua yang bayinya mengalami penyakit ‘Ain agar mereka bisa mengusahakan pengobatan yang tepat.

Dalam situasi panik dan kalut, orang tua perlu mendapatkan terapi agar tidak bertindak gegabah. Salah satu metode untuk menenangkan orang tua yang bayinya terkena penyakit ‘Ain adalah dengan aromaterapi menggunakan tanaman beraroma wangi. Uniknya, tradisi menggunakan tanaman beraroma wangi untuk kasus ‘Ain ini telah dikenal oleh nenek moyang bangsa Nusantara sejak dahulu.

Salah satu tanaman beraroma wangi yang sering diborehkan pada bayi dengan indikasi ‘Ain adalah akar tanaman Dlingo atau Acorus calamus. Biasanya tanaman ini diborehkan pada bagian tubuh bayi yang menangis terus menerus dengan harapan bayinya menjadi tenang. Sebenarnya ada manfaat lain dengan diborehkannya tanaman tersebut yaitu agar aromanya menyebar dan membuat orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tuanya menjadi tenang.

Minyak atsiri yang menguap dari tanaman Dlingo termasuk ke dalam aromaterapi yang berefek menenangkan. Dalam kaidah Thibbun Nabawi, aromaterapi digunakan untuk membuat seseorang tidur, dan untuk menenangkannya. Secara ilmiah, Dlingo dapat berefek untuk memulihkan gangguan kecemasan (Saroya, 2018, Neuropharmacology of Acorus calamus L, Springer: halaman 129-134)

Kondisi jiwa yang tertekan sebagaimana yang terjadi pada seseorang yang terkena ‘Ain maupun orang-orang di sekitarnya perlu untuk dipulihkan baik dengan ruqyah maupun metode lainnya. Namun, hakikat kesembuhan dari ‘Ain tetap berasal dari kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Setiap Muslim wajib berikhtiar secara optimal apabila terkena penyakit ‘Ain agar senantiasa optimis menuju kesembuhan. Wallahu a’lam bis shawab. (adm)

Tags: Penyakit 'Ain
ShareTweetSendShare
Previous Post

Buruan, Daftarkan Kuliah PTKIN Jalur Prestasi Tanpa Ujian Tertulis yang Ditutup 6 Maret

Next Post

Peraturan di Rumahmu yang Dibuat Orang Tua untuk Kebaikan, Seperti Apa?

Mungkin Anda Juga Suka :

Sampai Kapan Anak Yatim Disebut Yatim, Termasuk Saat Ibunya Menikah Lagi

Sampai Kapan Anak Yatim Disebut Yatim, Termasuk Saat Ibunya Menikah Lagi

24 Juni 2026

...

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

...

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

...

Menciptakan Keluarga Samawa atau Harmonis ala Imam Al-Ghazali

Menciptakan Keluarga Samawa atau Harmonis ala Imam Al-Ghazali

31 Maret 2026

...

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

12 Februari 2026

...

Load More
Next Post
Peraturan di Rumahmu yang Dibuat Orang Tua untuk Kebaikan, Seperti Apa?

Peraturan di Rumahmu yang Dibuat Orang Tua untuk Kebaikan, Seperti Apa?

AVESIAR - 6 MARET - Tiongkok Balas AS, Gantian Bea Masuk Hingga 15 Persen Berbagai Produk Pertanian AS ke Tiongkok

Tiongkok Balas AS, Gantian Bea Masuk Hingga 15 Persen Berbagai Produk Pertanian AS ke Tiongkok

Discussion about this post

TERKINI

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia Dirayakan Warga Gaza Palestina di Antara Reruntuhan dan Genosida

20 Juli 2026

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

19 Juli 2026

Gelombang Panas Menggila, Tunisia Padamkan Listrik Bergilir untuk Hindari Pemadaman Total

19 Juli 2026

Merana Akibat Eskalasi, 6 Negara Arab Kena Hujan Rudal Iran Akibat Jadi Pangkalan Militer AS

18 Juli 2026

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

17 Juli 2026

Penetapan 1 Safar 1448 H Sesuai Rukyatul Hilal Lembaga Falakiyah PBNU

16 Juli 2026

Cinta Ramadhan Baren Mahasiswa TAU, Kecil-kecil Cabe Rawit Juara Taekwondo Nasional & Internasional

15 Juli 2026

“Berintegritasnya” Sagoro Dharmawan, Pengusaha & Ketua Yayasan Undira Memimpin Berbasis Hati & IT

15 Juli 2026

Inggris Pertimbangkan untuk Melarang Import dan Ekspor Empat Bagian Perdagangan dengan Pemukiman Ilegal Israel di Palestina

14 Juli 2026

Jagonya COD, SAPX Express Hadir Sebagai Solusi Pengiriman Barang ke Seluruh Indonesia

14 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video