• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Apa Makna Durhaka Kepada Orang Tua yang Kamu Ketahui dan Contohnya Apa Saja?

by Ave Rosa
26 Mei 2025 | 23:27 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Apa Makna Durhaka Kepada Orang Tua yang Kamu Ketahui dan Contohnya Apa Saja?

Ilustrasi. Foto: ist & Freepik. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

“Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Doa singkat namun penuh makna ini sering terdengar dari lisan kaum Muslimin, terutama saat selesai salat. Ia adalah bentuk cinta, penghormatan, dan permohonan seorang anak kepada Allah untuk kedua orang tuanya.

Namun, seberapa sering doa ini benar-benar kita ucapkan dengan hati yang tulus? Dan lebih dari itu, sudahkah kita menjalani kehidupan sehari-hari dengan sikap yang mencerminkan rasa sayang dan hormat kepada orang tua? Di tengah gempuran kemajuan zaman dan derasnya arus modernisasi, tak sedikit remaja yang tanpa sadar mulai jauh dari nilai-nilai bakti kepada orang tua.

Setiap dari kita lahir ke dunia dari rahim Ibu dan dengan perjuangan ayah mencari nafkah serta melindungi kita. Seiring bertambahnya usia, tak jarang sebagian remaja mulai melupakan jasa-jasa itu. Kata-kata mulai meninggi, perintah orang tua diabaikan, bahkan hati mereka tersakiti tanpa disadari.

Inilah yang disebut sebagai durhaka kepada orang tua sebuah sikap yang tidak hanya melukai hati mereka, tetapi juga membawa murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di era modern ini, ketika budaya individualisme dan kebebasan berekspresi semakin tinggi, kita perlu kembali merenungi sejauh mana hubungan kita dengan orang tua.

Apakah selama ini kita sudah berbakti, atau justru tergelincir dalam sikap durhaka? Yuk kita simak komentar dari para teman kanal remaja KAMU KUAT! Avesiar.com berikut!

Arkan, santri kelas 9, Pondok Pesantren Modern Sahid

Arkan, santri kelas 9, Pondok Pesantren Modern Sahid. Foto: istimewa

Menurut Arkan, durhaka bukan hanya soal membentak atau melawan secara kasar. “Durhaka kepada orang tua itu berarti tidak taat, menyakiti hati, atau tidak menghormati mereka. Bisa lewat perkataan, perbuatan, atau bahkan sikap,” jelasnya.

Bacaan Terkait :

Dilarang Durhaka Kepada Orang Tua, Hukum, Azab, dan Bertobat

Load More

Tapi sayangnya, banyak sikap durhaka yang kadang tidak terasa, bahkan dianggap hal sepele. Seperti enggan menjawab panggilan orang tua, menunda-nunda permintaan mereka, atau sibuk bermain Hp saat orang tua bicara.

“Orang tua sangat berjasa. Kalau kita durhaka, berarti kita menentang ajaran Allah. Meskipun kelihatan kecil, kalau menyakiti hati orang tua, itu bisa termasuk durhaka juga,” ujar Arkan.

Sikap seperti membentak saat emosi juga harus dihindari. Menurut Arkan, tidak ada alasan untuk melawan orang tua meskipun sedang marah. “Orang tua itu harus dihormati. Kalau sering membentak, nanti bisa jadi kebiasaan, dan itu bahaya buat diri sendiri,” katanya.

Lalu bagaimana agar remaja bisa lebih menghargai dan berbakti kepada orang tua? Arkan punya saran sederhana tapi penting “Coba ingat semua kebaikan orang tua. Jangan terlalu sibuk main HP atau ikutan teman yang suka melawan. Kita harus sering dengerin nasihat dan berusaha membahagiakan mereka.”

Ketika melihat teman yang bersikap kasar kepada orang tua, Arkan juga tidak tinggal diam. “Saya biasanya ngomong baik-baik. Saya bilang, ‘Hati-hati ya, jangan sampai bikin orang tua sedih. Soalnya ridha Allah itu tergantung ridha orang tua,” tutup arkan

M. Abdurrohman Fathir, santri kelas 8, Pesantren Al-Falah Hambalang

M. Abdurrohman Fathir, santri kelas 8, Pesantren Al-Falah Hambalang. Foto: istimewa

Fathir, menyampaikan pandangannya dengan singkat dan jelas “Durhaka itu kalau menyakiti orang tua atau membuat mereka sedih dan sakit hati.”

Tak perlu tindakan besar untuk disebut durhaka. Hal kecil pun bisa berdampak besar jika itu membuat orang tua terluka. “Contohnya kayak bilang ‘ah’ ke orang tua, itu sudah termasuk durhaka,” ujar Fathir.

Mengapa durhaka dianggap dosa besar? Fathir menyebut bahwa itu karena durhaka berarti melanggar perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Karena kita diperintah untuk berbuat baik kepada orang tua. Kalau durhaka, berarti melanggar perintah Allah,” katanya.

Ia juga menyoroti sikap buruk yang sering muncul saat emosi, seperti membentak atau melawan orang tua. “Itu perbuatan yang sangat tidak terpuji. Bisa bikin orang tua sedih dan terluka,” ucapnya dengan nada tegas.

Lalu bagaimana agar remaja zaman sekarang tidak mudah durhaka? Fathir percaya bahwa pembekalan agama dan nilai sosial sangat penting.“Kita harus diajarkan agama dan adab yang benar sejak kecil,” sarannya.

Sebagai santri, Fathir juga tahu tanggung jawabnya ketika melihat teman bersikap kurang ajar kepada orang tuanya. “Saya akan memberitahu bahwa sikap seperti itu adalah dosa dan dilarang oleh agama,” ungkapnya.

Cahya Fatihah Saputra, mahasiswi semester 4, IPB University

Cahya Fatihah Saputra, mahasiswi semester 4, IPB University. Foto: istimewa

Menurut pandangan Cahya, durhaka itu bisa dibilang sikap yang nggak menghargai atau nggak menghormati orang tua, baik lewat ucapan, tindakan, atau sikap. “Kadang kita suka nggak sadar, nggak nurut, atau bahkan lupa mendoakan mereka. Padahal, orang tua sudah banyak berkorban buat kita dari kecil.” ujarnya

Durhaka tidak selalu berupa tindakan besar. Ada banyak hal yang kelihatannya sepele, tapi menyakiti hati mereka. “Ngomong dengan nada tinggi, ngebentak, sibuk main HP saat mereka cerita, atau ngegas pas beda pendapat semua itu bisa jadi bentuk durhaka. Bahkan sekadar bilang ‘ah’ aja udah dilarang dalam Islam,” tambahnya.

Cahya menekankan bahwa dalam Islam, durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar karena posisinya yang sangat mulia. “Mereka itu berjasa banget, bahkan dari sebelum kita lahir. Setelah perintah menyembah Allah, langsung disebut perintah berbuat baik kepada orang tua. Jadi kalau kita durhaka, itu sama aja kayak nggak tahu terima kasih,” jelasnya.

Lalu, bagaimana jika seseorang membentak orang tuanya saat emosi? “Wajar sih kalau manusia marah, tapi itu bukan alasan buat kasar sama orang tua. Justru kita harus belajar nahan diri. Kata-kata kasar yang keluar pas emosi bisa bikin penyesalan seumur hidup. Kalau sudah keburu salah, harus cepat sadar dan minta maaf dan bertobat,” ujar Cahya.

Menurut Cahya, remaja bisa belajar lebih menghargai orang tua dengan beberapa langkah sederhana tapi bermakna, “Pahami posisi orang tua. Biasakan komunikasi yang baik, jangan cuma ngomong pas butuh. Ingat jasa mereka, latih kendali emosi, dan jangan lupa doain serta tunjukkan rasa sayang,” tutup Cahya

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu…” (QS. Al-Isra: 23)

Setiap dari kita lahir ke dunia melalui perantara dua insan mulia yang Allah pilih ayah dan ibu. Sejak kecil, mereka yang membesarkan, merawat, dan mencurahkan kasih sayang tanpa pamrih. Namun, seiring bertambahnya usia, tak jarang sebagian remaja mulai melupakan jasa-jasa itu.

Kata-kata mulai meninggi, perintah orang tua diabaikan, bahkan hati mereka tersakiti tanpa disadari. Inilah yang disebut sebagai durhaka kepada orang tuasebuah sikap yang tidak hanya melukai hati mereka, tetapi juga membawa murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Di era modern ini, ketika budaya individualisme dan kebebasan berekspresi semakin tinggi, kita perlu kembali merenungi sejauh mana hubungan kita dengan orang tua. Apakah selama ini kita sudah berbakti, atau justru tergelincir dalam sikap durhaka? Jadi, jangan durhaka kepada orang tuamu ya, Guys! (Resty)

Tags: Anak DurhakaContoh DurhakaDurhaka
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mimpi Gempa Bumi dari Komik Manga Tahun 90-an Bikin Pesanan Berlibur ke Jepang Menurun?

Next Post

Pendidikan SD dan SMP Negeri dan Swasta Diputuskan Gratis, MK Tegaskan Pemerintah Harus Menjamin Penyelenggaraannya

Mungkin Anda Juga Suka :

Tetap Bugar di Sekolah Meskipun Banyak Kegiatan, Simak Tips Berikut

Tetap Bugar di Sekolah Meskipun Banyak Kegiatan, Simak Tips Berikut

2 Agustus 2026

...

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

8 Juli 2026

...

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

26 Juni 2026

...

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Pendidikan SD dan SMP Negeri dan Swasta Diputuskan Gratis, MK Tegaskan Pemerintah Harus Menjamin Penyelenggaraannya

Pendidikan SD dan SMP Negeri dan Swasta Diputuskan Gratis, MK Tegaskan Pemerintah Harus Menjamin Penyelenggaraannya

Menipu Demi Tanda Tangan untuk Pilpres, 3 Mantan Capres Aljazair Dijatuhi Hukuman Penjara 10 Tahun

Menipu Demi Tanda Tangan untuk Pilpres, 3 Mantan Capres Aljazair Dijatuhi Hukuman Penjara 10 Tahun

Discussion about this post

TERKINI

Sakit Jiwa, Pernyataan Menteri Israel Ben-Gvir Seharusnya Mereka Membunuh 30 – 40 Warga Gaza Setiap Malam

22 Agustus 2026

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

21 Agustus 2026

Atas Instruksi Presiden, Hingga Hari Kelima 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT

20 Agustus 2026

Meta Digugat dengan Tuduhan Menutupi Penelitian Internal Soal Instagram Bersifat Adiktif dan Berpotensi Bayar 200 Miliar Dolar

19 Agustus 2026

Serunya Lomba Mewarnai dan Makan Rendang Saat Rayakan HUT RI ke-81 di Gadang Barubah

18 Agustus 2026

Delapan Mahasiswa Ajukan Uji Konstitusionalitas Akreditasi Perguruan Tinggi ke MK, Soal A Menjadi B

18 Agustus 2026

Sayembara Iran, 30.000 Hingga 60.000 Dolar Uang Jasa Menangkap atau Membunuh Tentara AS yang Serang Iran

17 Agustus 2026

Hukum Islam Soal Hormat Bendera Merah Putih Menurut NU dan Muhammadiyah

16 Agustus 2026

TAU Meluluskan 237 Sarjana serta Magister Berbasis Technopreneurship dan Sustainability di Wisuda Ke-XI

15 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Akibatkan 47 Meninggal dan 157 Rumah Rusak, BMKG Catatkan 235 Gempa Susulan serta Kordinasinya

15 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video