• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Hidup Sehat

Otak Ingin Monotasking untuk Menghindari Kabut Otak, Gangguan Memori, dan Kelelahan Akibat Multitasking

by Avesiar
26 Juli 2025 | 23:57 WIB
in Hidup Sehat
Reading Time: 4 mins read
A A
Otak Ingin Monotasking untuk Menghindari Kabut Otak, Gangguan Memori, dan Kelelahan Akibat Multitasking

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Apakah Anda pernah menggulir ponsel sambil menonton acara dan berbicara dengan seseorang sekaligus? Atau mungkin Anda sedang mencoba menyelesaikan proyek di kantor sambil rapat Zoom dan menjawab pesan malas, belum lagi makan siang sambil melakukannya.

Dilansir Healthline, Rabu (23/7/2025), sebagian besar dari kita mengalami perhatian kita tertarik ke banyak arah sekaligus. Kita tumbuh besar dengan keyakinan bahwa multitasking adalah bagian yang sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan dan produktivitas. Tapi apakah itu benar-benar cara terbaik?

Multitasking akan selalu menjadi bagian dari hidup kita, tetapi keterampilan monotasking yang kuat lebih penting dari sebelumnya.

Apa itu monotasking?

“Mono” berarti “satu”. Artinya, mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Kedengarannya sederhana, tetapi ini lebih dari sekadar mencoret tugas dari daftar tugas kita — ini tentang mendapatkan kembali perhatian kita yang terpecah.

Sebaliknya, “multitasking” adalah istilah yang mulai digunakan sekitar tahun 1960-an untuk menggambarkan komputer yang melakukan beberapa tugas sekaligus. Dengan kemajuan teknologi sejak saat itu, multitasking telah menjadi budaya tersendiri.

Mengapa Anda harus melakukan monotasking?

Bacaan Terkait :

Pekerjaan Multitasking Mungkin Tidak Akan Sukses Karena 10 Alasan

Load More

Kita memproses banyak informasi antara sekolah, pekerjaan, media sosial, berita, dan kehidupan pribadi kita. Multitasking media, khususnya, umum terjadi pada semua usia, bukan hanya anak-anak dan dewasa muda. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan kognitif atau kelebihan informasi (Trusted Source), yang dapat menyebabkan kabut otak, gangguan memori, dan kelelahan.

Dalam sebuah survei terhadap 2.000 orang, lebih dari separuhnya tetap bekerja saat berlibur. Hal ini dapat memperlebar batas antara bekerja dan istirahat, sehingga semakin sulit untuk pulih dan menyegarkan diri dari kelebihan kognitif.

Meskipun respons stres terhadap multitasking belum dipelajari secara ekstensif, uji coba terkontrol acak tahun 2023 merupakan investigasi komprehensif pertama terhadap respons stres biologis manusia terhadap multitasking dan gangguan kerja dalam lingkungan eksperimental terkontrol.

Temuan ini menunjukkan bahwa kita dapat beradaptasi dengan stres akibat melakukan banyak hal, hingga batas tertentu. Namun, konsekuensi yang berpotensi berbahaya dapat muncul ketika stres akibat multitasking menjadi kronis.

Monotasking adalah cara untuk mengurangi sebagian stres pada otak Anda, tetapi ini adalah otot yang mungkin perlu Anda bangun kembali. Monotasking dapat membantu untuk:

• mengurangi stres

• mengurangi beban daftar tugas

• memperbaiki hubungan

• meningkatkan kualitas kerja

Cara Melakukan Monotasking

Kita semua terlahir sebagai orang yang hebat dalam mengerjakan satu tugas. Anak-anak memiliki kemampuan alami untuk hadir dan fokus pada satu hal pada satu waktu.

Membangun kembali kemampuan Anda untuk mengerjakan satu tugas mungkin terasa aneh pada awalnya, tetapi jika Anda mulai berlatih dengan hal-hal biasa, Anda akan lebih mudah berfokus pada hal-hal yang lebih sulit.

Dalam “The Twelve Monotasks,” Thatcher Wine menyarankan bahwa “otot” monotasking perlu dilatih dengan aktivitas inti seperti membaca, berjalan, mendengarkan, tidur, makan, belajar, mengajar, berkreasi, dan banyak lagi.

Intinya, fokuslah hanya pada satu hal. Dan ya, Anda mungkin harus meletakkan ponsel Anda untuk melakukan ini. Mulailah dari yang kecil. Alat seperti pengatur waktu Pomodoro dapat membantu dengan menjadwalkan sesi-sesi pendek, diapit dengan istirahat.

Atur ponsel Anda dalam mode jangan ganggu dan cobalah monotasking berikut:

Jalan kaki selama 10 hingga 20 menit:

Jangan mendengarkan musik atau podcast, jangan mengajak anjing jalan-jalan, jangan mengambil foto apa pun. Rasakan tubuh Anda berjalan, bernapaslah, dan dengarkan suara-suara alam di sekitar Anda. Anda mungkin merasa bosan pada awalnya, dan itu tidak masalah — Anda sedang membangun otot-otot monotasking Anda!

Makan dengan penuh kesadaran:

Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak dari makan tanpa gangguan (digital atau lainnya). Luangkan waktu untuk menghargai makanan Anda dan kunyah perlahan, nikmati semua rasanya sedikit demi sedikit.

Amati satu hal saja:

Luangkan waktu 15 menit untuk menyaksikan matahari terbenam, matahari terbit, atau awan. Amati pohon atau sebuah karya seni. Perhatikan dengan saksama, dan perhatikan semua yang Anda bisa tentangnya.

Aktivitas seperti puzzle, buku mewarnai, atau bahkan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring atau melipat cucian juga bagus untuk melatih monotasking.

Kesimpulan

Monotasking dapat membantu kita mencapai lebih banyak hal dengan lebih sedikit stres, dan seringkali dengan lebih banyak kejelasan, kualitas, dan fokus. Intinya adalah menggunakan perhatian kita, dan pada akhirnya energi kita, dengan niat.

Saat Anda membangun kembali kemampuan untuk melakukan monotasking, pada akhirnya, keinginan untuk melakukan banyak tugas akan mereda, dan saat itulah Anda akan tahu bahwa Anda mendapatkan kembali kendali atas perhatian Anda sendiri. Otak Anda akan berterima kasih. (adm)

Tags: Gangguan MemoriKabut OtakKelelahan MultitaskingMonotaskingMultitasking
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kisah Nabi Hud Alaihissalam, Kaumnya Diberi Allah Banyak Kenikmatan Namun Kafir

Next Post

Senjata Kelaparan Israel dengan Blokade Aliran Bantuan ke Gaza Menyebabkan 123 Warga Wafat dalam 24 Jam

Mungkin Anda Juga Suka :

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

16 Juni 2026

...

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

...

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

...

Kalori yang Terbakar Jika Berjalan Kaki Selama 30 Menit

Kalori yang Terbakar Jika Berjalan Kaki Selama 30 Menit

27 Mei 2026

...

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Memperingati 77 Tahun Peristiwa Tragis Nakba Saat Israel Mengusir 700.000 Warga Palestina di 15 Mei 1948

Senjata Kelaparan Israel dengan Blokade Aliran Bantuan ke Gaza Menyebabkan 123 Warga Wafat dalam 24 Jam

Kisah Nabi Shaleh Alaihissalam, Keingkaran Kaum Tsamud yang Dibinasakan Karena Membunuh Unta Betina Mukzijat

Kisah Nabi Shaleh Alaihissalam, Keingkaran Kaum Tsamud yang Dibinasakan Karena Membunuh Unta Betina Mukzijat

Discussion about this post

TERKINI

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

6 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

Tiga Tanda Kucing Sedang Mengalami Tekanan Emosional yang Parah, Menurut Para Ahli

1 Juli 2026

Para Jemaah Haji Asal Aceh yang Terlilit Utang Akibat Banjir Menerima Bantuan Saat Kepulangan

1 Juli 2026

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

30 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video