Avesiar – Puisi
_______________
Puasa: Membuka Langit Jiwa
Oleh: Mas Ngabehi
_______________
Puasa turun seperti pintu rahasia
yang dibuka dari dalam dada.
Dunia perlahan ditanggalkan:
rasa, keinginan, dan nama
yang selama ini kukira diriku.
Yang tersisa hanyalah ruang
yang menunggu diisi Cahaya.
_______________
Lapar mengajarkan bahasa purba:
bahwa tubuh hanyalah perahu,
dan jiwa adalah musafir
yang rindu pulang ke asal samudra.
Haus menipiskan batas,
hingga aku merasakan
betapa dekatnya Engkau
pada setiap kekurangan.
_______________________
Wahai Yang Maha Cukup,
Engkau mengosongkan tanganku
agar aku mengerti pemberian.
Dalam perut yang sunyi,
aku mendengar ayat tak tertulis:
bahwa kenyang terbesar
adalah Engkau sendiri.
____________________
Hari-hari berpuasa
menjadi tangga tak kasatmata.
Setiap menahan adalah naik,
setiap pasrah adalah langit.
Dan ketika senja membuka rahmat,
aku tak lagi sekadar berbuka—
aku sedang kembali
dari diriku menuju-Mu.
_______________________
Puasa pun membuka langit jiwa:
tirai-tirai keakuan terangkat,
dan batin melihat tanpa mata.
Di sana aku tahu—
ibadah bukan tentang lapar,
melainkan tentang terbukanya ruang
agar Engkau sepenuhnya hadir
di dalamku
_________________
Biodata Penulis:
Mas Ngabehi adalah nama pena dari: Dr. H. Sri Satata, M. M. Beliau adalah seorang Dosen dan Pegiat Bahasa dan Sastra, serta literasi nasional. Sudah lebih dari 60 buku ditulisnya. Bergenre fiksi dan ilmiah: kumpulan puisi, kumpulan cerpen, esai, dan berbagai buku ilmiah lainnya. Sebagian besar terdapat dalam link berikut: https://lynk.id/sri_satata











Discussion about this post