• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Masjid & Activity

Tingkatan Pahala Orang yang Berangkat Shalat Jum’at

by Ave Rosa
1 Oktober 2021 | 06:10 WIB
in Masjid & Activity
Reading Time: 5 mins read
A A
Tingkatan Pahala Orang yang Berangkat Shalat Jum’at

ILUSTRASI. Shalat. freepik

Avesiar.com

JUM’AT adalah salah satu hari yang agung bagi umat Islam. Karena pada hari Jum’at, terdapat banyak amalan yang berbuah pahala besar dan berlipat ganda. Salah satunya adalah shalat Jum’at.

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai tuntunan berangkat shalat Jum’at dan tingkatan pahalanya. Tingkatan pahala ini seperti diulas dalam situs islam.nu.or.id yang bisa menjadi tambahan wawasan dalam melaksanakan kewajiban shalat Jum’at.

Tuntutan berangkat Jum’at terhitung sejak terbitnya fajar, sebab dalam beberapa dalil, kewajiban Jum’at diredaksikan dengan kata “yaum”.

Menurut literatur bahasa Arab, kata tersebut menunjukkan rentang waktu mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari, berbeda dengan “lail” yang menunjukan waktu mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.  

Oleh sebab itu, ulama fiqih mewajibkan berangkat setelah Subuh bagi orang yang rumahnya jauh dari tempat shalat, sekiranya ia tidak dapat menemui Jum’atan bila tidak segera berangkat. Demikian pula ditegaskan keharaman bepergian setelah terbitnya fajar hari Jum’at apabila mengakibatkan tidak dapat menemui Jum’atan di perjalanan.

Meski dilakukan sebelum masuk waktu Zhuhur, namun tetap haram, karena kewajiban Jum’atan digantungkan kepada “yaum” (hari), yang secara literatur bahasa Arab dimulai sejak terbitnya fajar (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 540).  

Di antara banyaknya kesunnahan yang dapat dilakukan di hari Jum’at adalah berangkat shalat Jum’at lebih awal. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan agar jamaah shalat Jum’at berangkat menuju tempat shalat seawal mungkin.

Bacaan Terkait :

Sia-sianya Pahala Shalat Jum’at Saat Khotbah Bermain handphone

Load More

Anjuran berangkat awal ini berkaitan erat dengan prinsip agama yaitu bergegas melakukan kebaikan tanpa menunda-nunda. Agama juga menganjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam membagi keutamaan orang yang berangkat Jum’atan menjadi lima tingkatan. Semakin awal berangkat, semakin tinggi pula pahala yang didapatkan.  

PERTAMA, kelompok yang berangkat di jam pertama.

Kelompok ini pahalanya seperti orang yang bersedekah unta.

KEDUA, kelompok yang berangkat di jam kedua.

Kelompok ini mendapat pahala layaknya orang yang bersedekah sapi.

KETIGA, kelompok yang berangkat di jam ketiga,

kelompok ini mendapat pahala layaknya orang yang bersedekah seekor kambing yang bertanduk subur.

KEEMPAT, kelompok yang berangkat di jam keempat,

kelompok ini mendapat pahala seperti orang yang bersedekah seekor ayam jago.

KELIMA, kelompok yang berangkat di jam kelima.

kelompok ini mendapat pahala seperti orang yang bersedekah satu butir telur.  

Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:  

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ أَيْ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقَرْنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ  

“Barangsiapa yang mandi layaknya mandi janabah pada hari Jumat lalu ia berangkat di jam pertama, maka ia seperti bersedekah seekor unta. Barangsiapa berangkat di waktu yang kedua maka ia seperti bersedekah seekor sapi. Barangsiapa berangkat di waktu ketiga maka ia seperti bersedekah seekor domba yang bertanduk. Barangsiapa berangkat di waktu keempat, maka ia seperti bersedekah seekor ayam, dan barangsiapa berangkat di waktu kelima maka ia seperti bersedekah sebutir telur, maka ketika Imam keluar, hadirlah para malaikat seraya mendengarkan dzikir.” (HR Bukhari dan Muslim).  

Dalam riwayat Imam Nasai, kelompok yang datang di jam kelima mendapat pahala sedekah burung ushfur (emprit), dan jam keenam pahala sedekah telur.

Mengomentari hadits di atas, Syekh Mahfuzh al-Tarmasi mengutip ucapan al-Imam al-Nawawi sebagai berikut:  

قَالَ الإمام النووي فِي هَذَا الْحَدِيْثِ اَلْحَثُّ عَلَى التَّبْكِيْرِ إِلَى الْجُمُعَةِ وَأَنَّ مَرَاتِبَ النَّاسِ فِي الْفَضِيْلَةِ فِيْهَا وَفِي غَيْرِهَا بِحَسَبِ أَعْمَالِهِمْ وَهُوَ مِنْ بَابِ قَوْلِ اللهِ تَعَالَى إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللهِ أَتْقَاكُمْ  

“Imam al-Nawawi berkata dalam hadits ini mengandung motivasi untuk berangkat awal dalam shalat Jumat dan derajat manusia dalam memperoleh keutamaan dalam Jumat ataupun yang lainnya sesuai dengan amaliyah mereka, dan hal ini termasuk dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa” (al-Syekh Muhammad Mahfuzh bin Abdillah al-Turmusi, Hasyiyah al-Turmusi, Dar al-Manhaj, juz 4 hal. 305).   Dari setiap kelompok di atas, pahalanya juga berbeda-beda. Misalnya di jam pertama, rentang waktunya misalnya 1 jam, semua yang berangkat Jumatan pada rentang waktu tersebut mendapat pahala sedekah unta, namun yang berangkat lebih awal dari mereka mendapat unta besar, yang di pertengahan mendapat unta sedang, yang di penghujung waktu tersebut mendapat unta lebih kecil” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, juz 2, hal. 44).  

Ulama berbeda pendapat mengenai batas awal pembagian waktu sebagimana dalam hadits di atas. Menurut pendapat yang kuat di kalangan ashab Syafi’iyyah (murid Imam Syafi’i) dimulai sejak terbitnya fajar.

Sementara menurut Imam al-Mawardi dimulai sejak terbitnya matahari. Syekh Zainuddin al-Iraqi mengutip dari ayahnya bahwa meski menurut pendapat yang kuat keutamaan berangkat Jum’atan dimulai sejak terbitnya fajar. Namun bukan termasuk amaliyyah kaum muslimin baik periode awal atau akhir.

Menurutnya, berangkat Jumatan sejak Subuh mengakibatkan batalnya wudhu dan tidak fokus dalam ibadah Jumat.  

Syekh Zainuddin al-Iraqi menegaskan:  

وَاخْتَلَفَ أَصْحَابُنَا فِي ابْتِدَاءِ ذَلِكَ طُلُوعُ الْفَجْرِ أَوْ طُلُوعُ الشَّمْسِ وَالْأَصَحُّ عِنْدَهُمْ طُلُوعُ الْفَجْرِ وَقَالَ وَالِدِي – رَحِمَهُ اللَّهُ – وَلَكِنْ لَيْسَ الْعَمَلُ عَلَيْهِ فِي أَمْصَارِ الْإِسْلَامِ قَدِيمًا وَحَدِيثًا أَنْ يُبَكِّرَ لِلْجُمُعَةِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ وَفِيهِ طُولٌ يُؤَدِّي إلَى انْتِقَاضِ الطَّهَارَةِ وَتَخَطِّي الرِّقَابِ  

“Ashab kita berbeda pendapat dalam permulaan keutamaan berangkat Jumatan tersebut, terbitnya fajar atau matahari. Pendapat al-Ashah menurut mereka adalah terbitnya fajar. Berkata ayahku; namun bukan termasuk amaliyyah di beberapa masa Islam, dulu dan sekarang, pagi-pagi berangkat Jumatan sejak terbitnya fajar, hal tersebut panjang sekali waktunya, dapat menyebabkan batalnya bersuci dan melangkai pundak-pundak”.  

 وَصَحَّحَ الْمَاوَرْدِيُّ أَنَّ التَّبْكِيرَ مِنْ طُلُوعِ الشَّمْسِ لِيَكُونَ مَا قَبْلَ ذَلِكَ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ زَمَانُ غُسْلٍ وَتَأَهُّبٍ قَالَ ابْنُ الرِّفْعَةِ وَيُؤْذِنُ بِهِ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – وَيُجْزِئُهُ غُسْلُهُ لَهَا إذَا كَانَ بَعْدَ الْفَجْرِ  

“Imam al-Mawardi membenarkan bahwa bergegas berangkat Jumatan dimulai sejak terbitnya matahari, supaya waktu sebelum itu yaitu sejak terbitnya fajar adalah waktu mandi dan bersiap-siap. Al-Imam Ibnu Rif’ah berkata; Pendapat ini yang ditunjukan oleh ucapan Imam al-Syafi’i; mencukupi bagi seseorang mandi Jumat bila dilakukan setelah fajar” (Syekh Zainuddin Abdurrahim bin al-Husain al-Iraqi, Tharhu al-Tatsrib fi Syarh al-Taqrib, juz 3, hal. 171).  

Anjuran berangkat Jum’at awal tidak berlaku bagi khatib, baginya yang dianjurkan adalah mengakhirkan berangkat Jum’atan setelah jamaah kumpul. Hal ini karena mengiikuti perilaku Nabi dan Khulafa al-Rasyidin.  

Syekh Zakariyya al-Anhsari berkata:  

 أَمَّا الْإِمَامُ فَيُسَنُّ لَهُ التَّأْخِيرُ إلَى وَقْتِ الْخُطْبَةِ اتِّبَاعًا لِلنَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَخُلَفَائِهِ  

“Adapun Imam, disunnahkan baginya mengakhirkan keberangkatan sampai waktu khutbah, karena mengikuti Nabi dan para khalifahnya.” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, juz 2, hal. 45).  

Dari semua uraian di atas sangat jelas bahwa jumatan lebih awal merupakan sebuah kesunnahan dan derajat orang akan berbeda sesuai kedatangannya, semakin awal, maka semakin ia memanen pahala. (ave)

Tags: berangkat shalat Jum'atpahala orang berabgkat shalat Jum'atshalat Jum'attingkatan pahala berangkat shalat Jum'at
ShareTweetSendShare
Previous Post

Rencana Upaya Hukum Lanjutan 58 Mantan Pegawai KPK ke PTUN

Next Post

Jangan Kendor Prokes, Varian Mu Sudah Sampai Malaysia!

Mungkin Anda Juga Suka :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menyukai 3 Ucapan Bermanfaat Ini dari Hamba-Nya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menyukai 3 Ucapan Bermanfaat Ini dari Hamba-Nya

4 April 2026

...

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

12 Maret 2026

...

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

11 Maret 2026

...

Amalan serta Ibadah yang Pahalanya Setara atau Seperti Melaksanakan Haji dan atau Umroh

Amalan serta Ibadah yang Pahalanya Setara atau Seperti Melaksanakan Haji dan atau Umroh

10 Maret 2026

...

Dosa Kepada Manusia Tidak Akan Terhapus Sebelum Meminta Maaf

Dosa Kepada Manusia Tidak Akan Terhapus Sebelum Meminta Maaf

19 Februari 2026

...

Load More
Next Post
Jangan Kendor Prokes, Varian Mu Sudah Sampai Malaysia!

Jangan Kendor Prokes, Varian Mu Sudah Sampai Malaysia!

Jalur Pedestrian di Perumahan Bakal Ditata Anies, Sebagus di Sudirman-Thamrin

Jalur Pedestrian di Perumahan Bakal Ditata Anies, Sebagus di Sudirman-Thamrin

Discussion about this post

TERKINI

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

12 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video