Avesiar – Jakarta
Masyarakat Indonesia harus lebih berhati-hati dengan maraknya pesan berantai beredar di dunia maya. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang terjadi di tanah air dan juga luar negeri. Hal ini diumumkan oleh situs Covid-19 milik pemerintah covid19.go.id.
Situs resmi mengatakan bahwa beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa Uni Eropa akan menghentikan vaksin Covid-19 mulai 20 Oktober 2021 mendatang. Pesan berantai itu tersebar dalam bahasa Melayu disertai dengan link website Uni Eropa.
Faktanya, menurut covid19.go.id, informasi tersebut tidak benar.
Tautan yang mengarah pada website resmi Uni Eropa (ec.europa.eu) tersebut justru menyebut vaksin sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri pandemi COVID-19.
Dalam rilis itu juga disebutkan strategi untuk pengobatan pada pasien COVID-19 merupakan kelanjutan dari strategi vaksin Covid-19 yang terbukti mencegah dan mengurangi penularan, tingkat rawat inap, dan kasus kematian.
Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting.
Cek kebenaran sebuah informasi dengan:
1. Kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500
2. Cek di situs Kementerian Kominfo di https://komin.fo/inihoaks atau https://turnbackhoax.id dan https://cekfakta.com.
3. Cek dan buktikan hoaks terkait COVID-19, kunjungi https://s.id/infovaksin
Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id/ dan https://s.id/infovaksin. (ros)













Discussion about this post