Avesiar.com
Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa memberikan teladan terbaik kepada umatnya. Islam mengajarkan semua kebaikan dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk mengenai adab makan dan minum.
Sebagai suri tauladan sepanjang masa, Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mencontohkan adab makan dan minum yang selain memenuhi kebutuhan tubuh, juga bernilai ibadah.
Imam Al Bukhari dan Muslim, meriwayatkan beberapa hadits terkait adab makan dan minum sebagai berikut:
Pertama, membaca basmalah
“Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah Telah mengabarkan kepada kami Sufyan ia berkata; Al Walid bin Katsir Telah mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Wahb bin Kaisan bahwa ia mendengar Umar bin Abu Salamah berkata; Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah bersabda, “Wahai Ghulam, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu.”
Kedua, makan makanan dari yang terdekat
“Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdullah ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ja’far dari Muhammad bin Amru bin Halhalah Ad Dili dari Wahb bin Kaisan Abu Nu’aim dari Amru bin Abu Salamah ia adalah Ibnu Ummu Salah istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, ia berkata, “Suatu hari, aku makan makanan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, lalu aku menyantap makanan dari ujung nampan, maka Rasulullah bersabda padaku, “Makanlah makanan yang ada di depanmu.”
Ketiga, habiskan makanan di piring
“Telah menceritakan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah bahwa ia mendengar Anas bin Malik berkata, “Sesungguhnya Khayyath mengundang Rasulullah untuk menyantap makanan yang dibuatnya. Anas berkata, “Maka aku pun pergi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku melihat beliau mencari-cari labu dari sekitar piring. Maka sejak hari itu, aku pun mulai menyukai labu.”
Keempat, mendahulukan menggunakan tangan kanan saat makan
“Telah menceritakan kepada kami Abdan Telah mengabarkan kepada kami Abdullah Telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Asy’ats dari bapaknya dari Masruq dari Aisyah radliallahu ‘anha, ia berkata, “Nabi menyukai sebelah kanan sejauh beliau bisa melakukannya, yakni dalam bersuci, memakai terompah, dan menyisir, dan setiap urusannya. Syu’bah katakan, Asy’ats di kota Wasith mengucapkan kata-kata lain sebelum ini.”

Kelima, tidak makan seperti makannya orang kafir
“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Waqid bin Muhammad dari Nafi’ ia berkata, “Biasanya Ibnu Umar tidak makan hingga didatangnya kepadanya seorang miskin lalu makan bersamanya. Maka aku pun memasukkan seorang laki-laki untuk makan bersamanya, lalu laki-laki itu makan banyak, maka ia pun berkata, “Wahai Nafi’, jangan kamu masukkan orang ini. sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Seorang mukmin itu makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.'”
Keenam, tidak makan sambil bersandar
“Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim Telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Ali bin Al Aqmar Aku mendengar Abu Juhaifah berkata; Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Aku tidaklah makan sambil bersandar.”
Ketujuh, duduk ketika makan atau minum
Seorang muslim sebaiknya tidak berdiri ketika makan atau minum. Hal ini tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik, ia berkata: “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sungguh telah melarang minum sambil berdiri,” (H.R. Muslim).
Kedelapan, jangan mencela makanan
An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah pernah menjelaskan sebuah hadits dengan mencontohkan perkataan seseorang, “terlalu asin”; “makanan ini kurang garam”; “terlalu asam”; “terlalu encer”; “belum matang”; dan kalimat-kalimat semacam itu.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 135)
Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064).
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Inilah adab yang baik kepada Allah Ta’ala. Karena jika seseorang menjelek-jelekkan makanan yang tidak disukai, maka seolah-olah dengan ucapan jeleknya itu, ia telah menolak rizki Allah.” (Syarh Al Bukhari, 18: 93)
Kesembilan, mengakhiri makan dan minum dengan bacaan hamdalah
Sebagaimana awal makan yang dibuka dengan basmalah dan doa, maka usai makan atau minum pun diakhiri dengan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan membaca hamdalah, “Alhamdulillah”.
Itulah beberapa hadits yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yang biasa dikenal dengan sebutan, “Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim”. Wallahua’lam. (ave/dari berbagai sumber)













Discussion about this post