Avesiar – Lamongan, Jawa Timur
Sebagai ikhtiar untuk memberikan label halal dan memberikan rasa aman kepada masyarakat muslim di Indonesia khususnya Lamongan, Umla (Universitas Muhammadiyah Lamongan) meresmikan Halal Center sekaligus melakukan sosialisasi sertifikasi produk halal.
Peresmian Halal Center Umla dilakukan Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf bersama MUI (Majelis Ulama Indonesia) Lamongan, Kementrian Agama Lamongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, dan Ketua BPH Umla, Selasa (19/4/2022).
Peresmian Halal Center itu sekaligus pembukaan kegiatan sosialisasi UMKM dan Pelatihan Tenaga Pendamping Proses Halal yang berlangsung 19 hingga 22 April 2022.
Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf sangat mengapresiasi ikhtiar Umla dalam memikirkan keadaan umat. Menjaga eksistensi bagi muslim di tengah perkembangan sains dan teknologi, utamanya terkait makanan.
“Ini perlu kita apresiasi setinggi-tingginya. Ikhtiar Umla ini patut kita apresiasi bahwa dengan munculnya upayanya ini akan memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat Muslim kita,” ucapnya dikutip dari situs resmi Muhammadiyah.
Menurut Abdul Rouf, hal itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, utamanya masyarakat Muslim akan pentingnya menggunakan produk halal yang kini bahkan menjadi gaya hidup.
“Hal ini merupakan kesempatan yang baik bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan produk halal,” kata mantan Ketua Baznas Lamongan tersebut.
Rektor Umla Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat menyampaikan Halal Center Umla telah mendapatkan sertifikasi dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) Kementrian Agama bersama beberapa Perguruan Tinggi di seluruh wilayah Indonesia.
Di samping sebagai lembaga yang berfungsi melakukan edukasi, sosialisasi jaminan produk halal, lanjutnya, Umla juga memberikan layanan masyarakat dalam proses usulan seritifikasi produk halal. Melalui pendampingan UMKM, juga difungsikan sebagai pusat riset dalam pengembangan di bidang halal.
“Dengan dukungan laboratorium halal, Umla juga siap menerima pengujian sampel dari produk industri makanan,” ujar Abdul Aziz. (dwi)













Discussion about this post