• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Freedom for Palestine

Pola Mengerikan Perjalanan Waktu Kekejaman Israel di Masjid Al Aqsa

by Ave Rosa
20 April 2022 | 22:06 WIB
in Freedom for Palestine
Reading Time: 4 mins read
A A
Pola Mengerikan Perjalanan Waktu Kekejaman Israel di Masjid Al Aqsa

Tahun lalu, serangan kekerasan di kompleks itu merupakan salah satu pemicu pemboman 11 hari di Gaza, yang mengakibatkan kematian sedikitnya 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, dan 12 warga Israel, termasuk dua anak-anak. Foto via TRT World.

Avesiar – Palestina

Mencermati siklus kekerasan baru-baru ini antara Palestina dan Israel, dalam ulasan yang dilansir TRT World, Rabu (20/4/2022), setidaknya 152 warga Palestina terluka di Al Aqsa Yerusalem pada Jumat (15/4/2022), ketika pasukan Israel memblokir beberapa kegiatan ibadah bangsa Palestina di awal bulan suci Ramadhan.

Kedua belah pihak telah menyaksikan peningkatan kekerasan selama sebulan terakhir, dengan pasukan Israel meningkatkan penangkapan dan penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki dan warga Palestina menyerang kota-kota Israel.

Yerusalem telah menjadi tempat konfrontasi kekerasan antara Palestina dan Yahudi selama 100 tahun.

Tahun lalu, serangan kekerasan di kompleks itu merupakan salah satu pemicu pemboman 11 hari di Gaza, yang mengakibatkan kematian sedikitnya 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, dan 12 warga Israel, termasuk dua anak-anak.

TRT World melihat mengapa kompleks Masjid Al Aqsa menjadi titik nyala konflik Israel-Palestina.

Selama bertahun-tahun orang Israel telah melanggar pengaturan yang disepakati pada tahun 1967 oleh Israel, Yordania, dan otoritas Islam. Foto via TRT World.

Episentrum konflik Timur Tengah

Masjid ini adalah rumah bagi Kubah Batu Emas, yang oleh umat Islam disebut sebagai Tempat Suci, sementara orang Yahudi menyebutnya sebagai Bukit Bait Suci.

Bacaan Terkait :

Rumahnya Didatangi, Dua Anak Palestina Ditawan Pasukan Israel Saat Menyerang Warga

Kejamnya Pemerkosaan dan Penyiksaan Israel Diungkap Melalui Kesaksian Anonim Para Tahanan Palestina

Anak Balita di Gaza Berjumlah Lebih dari 7.000  Menjalani Pemulihan Malnutrisi

Beredar ‘Pesan SMS Israel’ yang Menjanjikan Jalan Keluar dari Gaza, Warga Palestina Diminta Mengabaikan

Warga Israel Minta Pembantaian di Gaza Dihentikan, Netanyahu Nekat Menolak

Memalukan, Laporan Menyebut Pemukim Ilegal Israel Melakukan 5.350 Kekerasan dan Perusakan ke Warga Palestina

Puisi: Senja Menangis di Jabalia (oleh: Mas Ngabehi)

Load More

Sebagai bagian dari kesepahaman antara negara tetangga Yordania dan Israel, Yordania berfungsi sebagai penjaga situs, yang dioperasikan oleh wakaf Islam.

Hanya Muslim yang bisa berdoa di dalam, dan hanya orang Yahudi di Tembok Barat. Otoritas Israel bertanggung jawab atas keamanan pada Masjid tersebut.

Serangan Israel

Selama bertahun-tahun orang Israel telah melanggar pengaturan yang disepakati pada tahun 1967 oleh Israel, Yordania, dan otoritas Islam, serta telah mengunjungi kompleks dalam jumlah yang lebih besar dan mengadakan ibadah yang bertentangan dengan perjanjian tersebut.

Bangsa Palestina memandang kunjungan yang dikawal polisi itu sebagai provokasi yang kerap memicu kekerasan serius. Beberapa orang Israel mengatakan situs itu harus terbuka untuk semua jemaah.

Pada Senin (18/4/2022), Raja Yordania Abdullah mengatakan bahwa tindakan sepihak yang dilakukan Israel di Masjid Al Aqsa Yerusalem merusak prospek perdamaian di wilayah tersebut.

Berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, raja Abdullah mengatakan bahwa tindakan provokatif Israel di kompleks Masjid melanggar status quo hukum dan sejarah dari tempat-tempat suci umat Islam.

Monarki Hashemite dari Raja Abdullah telah menjadi penjaga situs-situs tersebut sejak 1924, membayar pemeliharaan dan restorasi tempat itu.

Kapan serangan Israel dimulai?

Data yang dimiliki TRT World menyatakan, serangan dimulai pada tahun 1967, segera setelah Jordan mulai berperan sebagai penjaga situs. Pada tahun yang sama, Jenderal Mordechai Gur, wakil menteri pertahanan Israel, merebut Bukit Bait Suci Yerusalem untuk Israel.

Pada hari ketiga perang 1967, Gur mengibarkan bendera Israel dari Kubah Batu, membakar salinan Al-Qur’an dan melarang jemaah shalat di Masjid Al Aqsa.

Pada tahun 2000, pasukan keamanan Israel membunuh dan melukai puluhan jemaah di Masjid Al Aqsa melalui tangan Ariel Sharon, seorang jenderal Israel yang menjabat sebagai Perdana Menteri Israel ke-11 dari Maret 2001 hingga April 2006, menyerbu Masjid Al Aqsa disertai dengan kehadiran keamanan yang ketat.

Hal itu memicu Intifada (pemberontakan) kedua, pemberontakan selama lima tahun yang menewaskan ribuan orang Palestina.

Setelah Intifada kedua, Israel mencabut otoritas eksklusif Wakaf untuk mengatur akses jemaah Muslim dan pengunjung non-Muslim.

Sejak itu, serangan Israel dimulai setiap hari dalam bentuk tur yang dilindungi oleh polisi mereka.

Pada 2017, warga Palestina mengadakan Hari Kemarahan di luar Masjid ketika mereka dilarang shalat di dalam untuk kedua kalinya.

Sedikitnya empat orang tewas dalam bentrokan tersebut. Pada tahun yang sama, Israel melepaskan detektor logam dari gerbang Masjid setelah kemarahan terhadap instalasi dari umat Islam di seluruh dunia. Namun, kamera CCTV tetap berada di kompleks, dengan tetap melanggar status quo.

Apa yang ditakuti orang Palestina?

Palestina mengatakan serangan Israel dimaksudkan untuk membagi Masjid antara Muslim dan Yahudi, mirip dengan pembagian Masjid Ibrahimi di Hebron pada 1990-an.

Untuk mengakhiri serangan Israel, orang-orang Palestina secara teratur mengorganisir dan melakukan Ribat, sebuah kegiatan duduk berjam-jam dan berhari-hari di Masjid untuk mencegah orang Israel memasukinya.

Pada 17 April 2022, lebih dari 700 pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks untuk merayakan liburan Paskah Yahudi selama seminggu. Pada 18 April 2022, 561 pemukim menyerbu lokasi titik api di bawah perlindungan ketat polisi, kata Departemen Wakaf Islam di Yerusalem. (ard)

Tags: Free PalestineGaris WaktuKekejaman IsraelMasjid Al AqsaMengerikanPerjalanan WaktuWarga Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dilindungi Tentara Israel Bersenjata, Pemukim Israel Memaksa Masuk Masjid Al Aqsa

Next Post

Kapolri Sigit: Masyarakat Diimbau Mudik Sebelum 28 April Hindari Arus Puncak

Mungkin Anda Juga Suka :

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

...

Pemilu Palestina di November 2026 Diundur ke September 2027

Pemilu Palestina di November 2026 Diundur ke September 2027

10 Oktober 2026

...

Diwawancara Piers Morgan, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang

Diwawancara Piers Morgan, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang

30 September 2026

...

Diwarnai Walk-out 77 Perwakilan Negara, Kedatangan dan Pidato Netanyahu di PBB Diprotes Ratusan Termasuk Aktor dan Politisi

Diwarnai Walk-out 77 Perwakilan Negara, Kedatangan dan Pidato Netanyahu di PBB Diprotes Ratusan Termasuk Aktor dan Politisi

26 September 2026

...

Israel dengan Brutal Mencegah Masuknya Lebih dari 900 Kursi Roda untuk Anak-anak Luka dan Teramputasi

Israel dengan Brutal Mencegah Masuknya Lebih dari 900 Kursi Roda untuk Anak-anak Luka dan Teramputasi

24 September 2026

...

Load More
Next Post
Kapolri Sigit: Masyarakat Diimbau Mudik Sebelum 28 April Hindari Arus Puncak

Kapolri Sigit: Masyarakat Diimbau Mudik Sebelum 28 April Hindari Arus Puncak

Tetap Memaksa, Israel Hanya Larang Kelompok Yahudi ke Masjid Al Aqsa Sampai Ramadhan Berakhir

Tetap Memaksa, Israel Hanya Larang Kelompok Yahudi ke Masjid Al Aqsa Sampai Ramadhan Berakhir

Discussion about this post

TERKINI

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

15 Oktober 2026

Remitansi Mesir Mencapai Rekor 33,9 Miliar Dolar Saat Perang Timur Tengah Berlangsung

14 Oktober 2026

Tekan Biaya Internet, Kemkomdigi Kaji Perluasan Jaringan Internet Tetap atau Fixed Broadband

14 Oktober 2026

Pesan yang Disampaikan Habib Umar bin Hafidz Saat Silaturahmi ke Kantor PBNU

13 Oktober 2026

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pastikan jemaah Aman dan Instruksikan Travel Umrah Pantau Kondisi Jemaahnya

13 Oktober 2026

Pasokan Minyak Global Semakin Parah, Kecuali Selat Hormuz Dibuka Kembali Sepenuhnya

12 Oktober 2026

Camilan yang Membuat Gigi Anda dan Anak-anak Berlubang serta Cara Menyiasati dalam Menikmatinya

11 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video