Avesiar – Jakarta
Kabar mencengangkan tentang kenaikan angka perceraian dikabarkan dari Arab Saudi. Angka yang dirilis oleh Otoritas Umum Saudi untuk Statistik telah mengungkapkan peningkatan dramatis dalam tingkat perceraian di kerajaan Teluk, dilansir The New Arab, Kamis (27/10/2022), waktu setempat.
Statistik terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2020, terjadi 57.595 perceraian, berjumlah 168 per hari atau tujuh perceraian per jam.
Ini mewakili peningkatan 12,7 persen pada tingkat perceraian pada 2019.
Pengacara Saudi Dakhil Al-Dakhil mengatakan kepada surat kabar lokal Al-Yaum bahwa hanya ada 9.233 perceraian pada tahun 2010 meskipun pada tahun 2011 jumlah perceraian telah meningkat menjadi 34.000.
Al-Yaum melaporkan bahwa salah satu faktor di balik peningkatan perceraian yang mengkhawatirkan sejak 2010 adalah pengaruh media sosial di masyarakat.
Al-Dakhil menunjuk pada peran influencer media sosial, mengatakan kepada Al-Yaum bahwa mereka sering memberikan nasihat yang tidak praktis dan menggambarkan kehidupan dengan cara yang terlalu ideal dan jauh dari kenyataan, memberikan aspirasi yang tidak realistis kepada orang Saudi.
Pengacara juga mengatakan bahwa kenaikan biaya hidup baru-baru ini dan pandemi Covid-19 juga memainkan peran utama.
Telah terjadi peningkatan angka perceraian di dunia Arab secara umum dalam beberapa tahun terakhir. (ard)













Discussion about this post