Avesiar – Jakarta
Memenangkan persaingan bisnis di era digital membutuhkan kecakapan digital atau digital skill sebagai kunci penting. Skor indeks digital skills atau kecakapan digital di Indonesia menempati angka 3,44 dari skala 1-5. Namun demikian, kecakapan digital tersebut belum merata dimiliki oleh para pelaku bisnis, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Menyadari hal tersebut mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar seminar“Branding Business dengan Konten Kreatif”, di kampus UMB, Meruya, Jakarta Barat, Kamis (8/12/2022) lalu.
“Melalui seminar ini diharapkan para pelaku bisnis tidak hanya mampu memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk mempromosikan produknya, melainkan juga bagaimana menggunakan analisis tool yang ada untuk menganalisis kinerja promosi yang dilakukannya,” kata Eka Perwitasari, M. Ed, Ketua Bidang Studi Marketing Communication and Advertising UMB.
Seminar terbagi menjadi dua sesi dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu Gerry Ardian Alamsyah (Head Marketing No Limit), Nida Paramesti (Digital Marketing & Social Media Specialist), dan Camar Haenda (TV News Reporter & Content Creator).

Kegiatan seminar yang dihadiri 300 peserta tersebut merupakan bentuk praktik sekaligus output dari mata kuliah Event Management di Fakultas Ilmu Komunikasi UMB. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi dua event organizer yaitu Creativated Agency dan Be Well, yang dikelola oleh para mahasiswa BidangStudi Advertising & Marketing Communication.
UMB Goes to School
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di tempat yang berbeda dengan mengusung tema “Marcomm UMB Goes to School”. Acara yang dilaksanakan di Madrasah Pembangunan Aliyah UIN Jakarta itu menghadirkan Andi Pajolloi Bate, M.A yang menyampaikan materi “Be A Dreamer, Prepare Your Future From Now“, yaitu tentang motivasi apa yang harus dipersiapkan setelah lulus SMA. (adm/pro)













Discussion about this post