Avesiar – Jakarta
Kebutuhan seseorang untuk menyampaikan atau memberikan informasi yang perlu diketahui oleh orang banyak, baik mewakili dirinya maupun organisasi atau lembaga di mana ia bekerja, dapat dilakukan melalui presentasi yang sifatnya formal.
Untuk diketahui, definisi presentasi, sebagaimana dikutip dari Wikipedia, adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi. Presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain.
Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.
Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga atau penjual), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).
Dikutip dari beberapa sumber, hal-hal berikut dapat Anda lakukan baik sebelum maupun saat melakukan sebuah presentasi.
1. Persiapkan Diri Anda dengan Baik
Bicara pada diri Anda terlebih dahulu, bahwa Anda akan melakukannya dengan tenang dan rileks.
Sebelumnya, Anda bisa latihan berbicara, membuat materi yang terstruktur, mengetahui siapa audiens yang akan menyimak presentasi dan kira-kira seperti apa karakter mereka. Hal ini dilakukan agar Anda membuat presentasi yang bisa menarik minat mereka.
2. Buat presentasi Anda tetap sederhana
Ketika menyusun presentasi, ingatlah bahwa lebih sederhana lebih baik. Banyak presenter mengikuti aturan “10-20-30”, yaitu menggunakan 10 slide atau lebih sedikit, menjaga presentasi Anda di bawah 20 menit dan menggunakan font setidaknya 30 poin.
Taktik ini membantu memastikan presentasi Anda jelas, tajam, dan to the point. Sebagian besar keefektifan presentasi Anda terletak pada suara, penjelasan, dan bahasa tubuh Anda, bukan materi presentasi itu sendiri.
3. Persiapkan dan praktekkan
Usai menyusun presentasi, Anda harus mendedikasikan waktu untuk mempersiapkan poin pembicaraan Anda. Untuk melakukan ini, ada baiknya meminta beberapa teman atau kolega tepercaya untuk mendengarkan uji coba.
Mintalah umpan balik jujur mereka tentang visual Anda, suara berbicara, bahasa tubuh, dan aspek presentasi lainnya.
Pastikan untuk berlatih tetapi tidak menghafal pidato Anda. Jika Anda menghafal setiap baris presentasi Anda, akan mudah keluar jalur saat Anda gugup atau lupa satu atau dua kata.
Sebaliknya, siapkan poin-poin pembicaraan sederhana yang bisa mengarahkan presentasi Anda. Bicaralah secara terbuka dan percaya diri dengan pengetahuan Anda tentang subjek tersebut.
4. Mulailah dengan kuat dan ceritakan kisah
Untuk menarik perhatian audiens selama presentasi, akan sangat membantu jika di awal Anda membuat pembukaan yang kuat dan menarik.
Bagaimanapun Anda memutuskan untuk memulai presentasi Anda, pastikan itu relevan dengan presentasi Anda dan mendukung pesan utama yang Anda ingin audiens Anda ingat di bagian akhir.
Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:
- Sajikan pertanyaan, masalah, atau anekdot yang menarik.
- Mengutip orang yang berpengaruh atau menarik.
- Bagikan cerita yang mengarah ke topik utama presentasi Anda.
- Tampilkan statistik, bagan, atau gambar yang menarik.
- Putar video singkat yang menyiapkan presentasi Anda.
- Buat pernyataan yang membangkitkan rasa ingin tahu atau mengejutkan penonton.
Bercerita adalah cara yang baik untuk membuat konsep, ide, atau informasi yang Anda sajikan dapat diterima. Itu menambah konteks dan membantu audiens lebih memahami dan terhubung dengan presentasi Anda. Sekali lagi, ceritakan hanya cerita yang akan meningkatkan dan mendukung ide utama Anda.
4. Tunjukkan antusiasme
Menampilkan minat dan kepedulian Anda terhadap topik atau informasi yang Anda sajikan akan melibatkan dan menarik perhatian audiens. Orang-orang senang mendengarkan orang-orang yang benar-benar bersemangat untuk berbagi pengetahuan mereka dengan orang lain.
5. Perlunya jeda secara efektif
Dalam presentasi yang baik dan efektif digunakan jeda atau berhenti sejenak memberi waktu.
Anda harus ingat bahwa audiens mungkin saja belum pernah mendengar hal yang Anda sampaikan.
Berikan waktu kepada audiens untuk membaca, mendengarkan, dan memahami materi presentasi yang disampaikan.
Gunakan jeda saat sedang, sebelum, atau setelah mengucapkan suatu hal yang ingin Anda tekankan.
Penggunaan jeda antara dua bagian isi presentasi juga mengindikasikan audiens bahwa ada suatu hal baru yang akan disampaikan.
Tidak hanya itu, jeda sebentar juga membantu Anda untuk mengingat poin selanjutnya yang akan disampaikan.
6. Cari mentor atau tiru sosok inspiratif lainnya
Meskipun Anda harus mengembangkan dan menampilkan kepribadian berbicara Anda sendiri, akan sangat membantu untuk belajar dari pembicara hebat lainnya.
Carilah seseorang di perusahaan Anda yang menurut Anda adalah presenter hebat dan mintalah mereka untuk menjadi mentor Anda. Perjelas tujuan Anda dan apa yang ingin Anda peroleh dari hubungan tersebut.
Selain itu, ada banyak sekali video online, kelas, dan sumber daya lain yang didedikasikan untuk meningkatkan keterampilan presentasi. Luangkan waktu untuk mempelajari presentasi lain dan meniru kualitas yang menurut Anda efektif.
7. Manfaatkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata
Meskipun konten tertulis dan verbal dari presentasi Anda memang penting, komunikasi nonverbal Anda harus membantu mendukung informasi yang Anda bagikan:
Bergeraklah dengan tenang di sekitar panggung atau lantai tempat Anda melakukan presentasi, jangan diam di satu tempat. Buat gerakan Anda mengalir dengan presentasi.
Hindari menempatkan diri Anda di belakang podium atau meja jika memungkinkan.
Lakukan kontak mata dengan audiens untuk membuat presentasi Anda terasa personal dan komunikatif.
Gunakan gerak tubuh dan ekspresi wajah untuk mendukung momen ketika Anda sedang menjelaskan suatu konsep atau menunjukkan kegembiraan tentang suatu topik.
Berdiri tegak dengan bahu ke belakang dan lengan terbuka untuk menunjukkan kepercayaan diri dan membuat audiens merasa diterima dalam presentasi Anda.
8. Buat Slide yang Menarik dan Gunakan Visual
Jika sebuah konsep dapat didukung atau lebih mudah dijelaskan dengan alat bantu visual, gunakan itu dalam presentasi Anda.
Meskipun Anda mungkin memiliki slide yang akan mendukung presentasi Anda secara visual, infografis, bagan, foto, video, gambar, atau rendering (sebuah proses dalam membangun sebuah gambar menggunakan aplikasi yang ada di computer) juga dapat membantu.
9. Dukung audiens Anda
Saat Anda membuat dan memberikan presentasi Anda, perhatikan kebutuhan audiens dengan bertanya “Apa yang akan membuat pengalaman belajar ini menjadi paling menyenangkan dan seefektif mungkin?”
Ini mungkin berarti menjelaskan konsep yang sulit secara lebih mendetail, bergerak di sekitar panggung, atau mengundang audiens Anda untuk berpartisipasi dalam beberapa cara.
Pastikan Anda jujur dan autentik selama presentasi Anda, terhubung dan bercakap-cakap dengan audiens Anda. Anda harus selalu berbicara “kepada” audiens Anda.
10. Gunakan suara Anda
Salah satu cara untuk mendukung audiens Anda adalah dengan menggunakan suara berbicara yang kuat. Penting agar Anda tidak membuat audiens Anda tegang untuk mendengar Anda atau berjuang untuk memperhatikan pembicara yang terlalu keras.
Cara yang baik untuk menguji volume Anda adalah dengan melatih presentasi Anda di ruang sebelumnya dengan teman atau kolega tepercaya yang dapat memberikan umpan balik tentang suara bicara Anda.
Jika Anda kesulitan untuk mempertahankan nada percaya diri dan tenang pada volume yang baik, pertimbangkan untuk menggunakan semacam mikrofon. Pastikan untuk menguji mikrofon dan teknologi terkait sebelumnya.
11. Santai dan nikmati diri Anda sendiri
Membuat dan menyajikan informasi kepada satu, beberapa, atau sekelompok besar orang adalah pencapaian yang luar biasa. Nikmati diri Anda sendiri selama prosesnya—itu akan membuat presentasi Anda lebih baik.
Jika sebelumnya Anda merasa cemas, letakkan kaki selebar bahu dengan kepalan tangan di pinggul, dagu terangkat tinggi, dan senyum lembut. Melakukan hal itu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi saraf. Ambil beberapa napas dalam-dalam.
Setelah presentasi Anda, hadiahi diri Anda dengan cara yang berarti. Banggalah atas pencapaian Anda dan, ketika Anda siap, mintalah umpan balik yang jujur untuk membuat presentasi Anda berikutnya menjadi lebih baik.
(put)













Discussion about this post