Avesiar – Jakarta
Poligami sudah lama menjadi topik yang tidak pernah habis menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Meskipun setiap Muslim dan Muslimah mengetahui bahwa poligami hingga maksimal 4 istri dibenarkan dan dihalalkan dalam Islam, namun dalam pelaksanaanya pun tidak semudah yang dibayangkan. Berlaku adil menjadi dilema yang sulit untuk dilakukan oleh pria sebagai suami.
Namun, dalam film drama religi Dua Surga Dalam Cintaku (DSDC) yang diadaptasi dari novel karya wartawan senior almarhum Atho Al Rahman, poligami menjadi tema yang cukup mengharukan pada sebuah situasi.
Film tersebut akan tayang perdana di bioskop pada 21 Maret 2024 ini dan sayang untuk dilewatkan karena terbalur cerita cinta yang begitu kompleks dan mengharukan.
Produser Film DSDC Etty Said Alkadrie mengatakan, DSDC adalah film religi yang berbeda dengan film religi lainnya.
“Selain di Indonesia, Film DSDC ini syuting di Madinah dan Makkah,” kata Etty dalam keterangannya yang dikirim ke Avesiar.com, baru-baru ini.
Dia mengakui bersyukur bahwa film Dua Surga Dalam Cintaku akhirnya mendapat kepercayaan untuk hadir di Bioskop Tanah Air.
“Saya berharap, film ini bisa diterima oleh masyarakat pecinta film Indonesia, utamanya film dengan genre religi romantis,” ujar Etty.
Disinggung soal waktu penayangan di Ramadan, Etty yakin momentum Bulan Suci memberikan keberkahan tersendiri.
Film produksi Cakrawala Picture, yang digawangi 3 pemeran utama yaitu Yuki Kato (Zilkha), Alif Alli (Arham), dan Keira Shabira (Husna) tersebut mengambil lokasi syuting di Jakarta, Makkah, dan Madinah.
Artis pendukung lainnya adalah Early Ashyla (Umi), Iwan Burnani (Papa Zilka), Ivanka Suwandi (mama Zilka).
Azza Galedda (Putri), Nurul Anissa Hasanah (Fauziah), Cahya Arynahara (Jamil), Irza Mahatir (Ali), Yugo Werner (Erwin), dan Edy Tambudo (anak buah Erwin).
Sebagai gambaran singkat, film Dua Surga Dalam Cinataku menceritakan tokoh Arham, seorang mahasiswa tingkat akhir dari sebuah universitas Islam di Jakarta.
Arham mempunyai teman kecil bernama Husna di kampung halaman di Bogor. Mereka diam-diam saling mencintai.
Sampai suatu hari mereka saling menyadari bahwa telah jatuh cinta. Mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ternyata, Husna mempunya penyakit akut, yaitu kanker otak. Husna juga divonis hidupnya tidak akan lama.
Arham bertekad untuk menemani Husna sampai akhir hayatnya. Husna dan keluarganya mendorong Arham untuk melanjutkan pendidikannya. Dengan berat hati, akhirnya Arham move on berpisah dengan istri tercinta untuk menyelesaikan studinya.
Zilka seorang wanita muda yang sempat terjerumus ke dunia hitam, berusaha untuk berhijrah ke jalan yang benar. Dia membutuhkan seorang lelaki yang bisa dijadikan pembimbing ke kehidupannya yang lebih baik.
Pertemuannya dengan Arham, memberi harapan kepada Zilka lelaki yang diharapkan menjadi pembimbing hidupnya.
Arham dengan segala kebaikan hatinya dihadapkan kepada dilema untuk memberikan kebaikan kepada semua orang di sekelilingnya. Kehadiran Erwin seorang psikopat dari masa lalu Zilka menambah kompleksnya masalah yang dihadapi Arham. (Ave Rosa A. Djalil)











Discussion about this post