Avesiar – Jakarta
Banyak orang atau pengusaha ingin memiliki media agar mampu menjadikannya sebuah usaha sekaligus mengkomunikasikan citra maupun produk-produk mereka. Namun, yang paling penting sebelum berencana atau merealisasikannya, harus memahami secara sungguh-sungguh apa itu media massa dan fungsinya.
Dalam buku Cara Mudah Membuat Media Massa yang Tepat dan Bikin Untung, karya wartawan senior, konsultan, dan pengelola media massa Ave Rosa A. Djalil dituliskan beberapa hal berikut:
Media Massa (Mass Media)
Atau populer disebut sebagai “media” saja. Merupakan channel, media/medium, saluran, sarana, atau alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yaitu komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass communication), untuk menyampaikan informasi dan pesan tertentu.
Apa perannya?
Denis McQuail (1987) mengemukakan sejumlah peran yang dimainkan media massa selama ini, yakni :
- Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.
- Sumber kekuatan (alat kontrol), manajemen, dan inovasi masyarakat.
- Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
- Wahana pengembangan kebudayaan (tata cara), mode, gaya hidup, dan norma.
- Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.
(*Denis McQuail, Mass Communication Theory (Teori Komunikasi Massa), Erlangga, 1987)
Selain itu, informasi dan pesan yang disampaikan juga harus mengandung unsur kebenaran sehingga tidak dikotori oleh berita palsu atau hoaks yang mempertaruhkan kredibilitas media massa bersangkutan. Sehingga diperlukan pencarian kebenaran sebelum berita diterbitkan atau didistribusikan. Diperlukan fact-checking journalism untuk memastikan informasi yang didapatkan benar-benar akurat.
Apa itu fact-checking journalism
Fact-checking atau pengecekan fakta, dilansir Organisasi Wan-Ifra, Jum’at (19/7/2013), adalah sebuah upaya yang harus dilakukan oleh para wartawan atau jurnalis akan berita-berita yang diterima dan akan diolah sebelum didistribusikan kepada publik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara investigasi.
Bill Adair, seorang profesor ksatria (knight professor) di bidang praktik jurnalistik dan kebijakan publik dari Duke University, Durham, North Carolina, Amerika Serikat, mengatakan bahwa fact-checking atau pengecekan fakta seharusnya menjadi sebuah hal mendasar yang harus dilakukan para jurnalis, dan situasi tersebut menunjukkan tanda-tanda pengembangan.
Mengapa media massa dibuat oleh pihak tertentu?
Tujuan media massa dibuat oleh pihak tertentu antara lain :
- Menjadikannya sebagai media informasi bagi khalayak luas dalam rangka menyampaikan berita-berita yang menjadi komoditas utama, untuk kemudian mendapatkan berbagai keuntungan seperti pengaruh, propaganda, menjual iklan serta produk kerja sama lainnya sehingga menguntungkan dari segi bisnis.
- Sebagai sarana komunikasi kehumasan, pencitraan (produk-produk grup perusahaan/pemiliknya). Sebagai Investasi “nama baik”, serta penyatu kalangan tertentu (suku, agama, hobby, gaya hidup, dll)
Mencermati perkembangan media massa yang menjadi sumber informasi dan referensi bagi publik yang mampu mencapai jangkauan yang begitu luas, tentu menarik bagi orang-orang yang ingin memiliki media massa sendiri.
Jika melihat, mencermati, serta menikmati kehadiran media massa yang (dianggap) lebih murah biayanya seperti media cetak atau online tertentu, ternyata dalam proses pembuatan konten dan bisnisnya dibutuhkan manajemen serta strategi khusus.
Sebenarnya, dalam membuat sebuah bisnis media massa atau sekedar media tertentu seperti cetak segmented atau online, jika hanya sebagai sarana pendukung keberadaan sebuah korporasi, institusi, organisasi yang didanai khusus, tidak akan jadi sebuah tantangan besar.
Berbeda halnya jika Anda ingin memiliki sebuah media massa atau korporasi, institusi dan lainnya yang mengarah pada tujuan adanya pendapatan atau disebut sebagai revenue, maka dibutuhkan strategi dan penanganan khusus sejak awal dimulai ide pembuatannya.
Namun, kalaupun media massa, utamanya cetak segmented atau media online yang Anda buat sudah terlanjur berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan kurang sesuai harapan, harus dipahami hal-hal yang penting.
Kemungkinan, Anda salah pada proses awalnya. Atau jika media Anda (utamanya cetak) sudah berumur puluhan tahun, maka bisa dipastikan produktifitas menurun, kurang kreatif karena sudah terlalu lama nyaman dengan keuntungan dan kemapanan, serta tidak inovatif atau sekedar “ikut-ikutan”.
Banyak kasus, terlebih pada kasus perusahaan media cetak, yang sejak sekitar 10 tahunan terakhir, ‘dibombardir’ oleh kehadiran media online, menjadikannya seperti kelesuan yang mengarah pada kebangkrutan.
Sedangkan sebagian lainya terseok-seok menjalani bisnis tersebut karena pendapatan usaha atau revenue-nya menurun dan tuntutan akan pengeluaran yang terus membengkak karena inflasi yang dampaknya pada kenaikan belanja perusahaan medianya. (nur)













Discussion about this post