KAMU KUAT – Jakarta
Belajar bahasa asing bukan sekadar menambah kosakata, tapi juga menjelajahi dunia meskipun belum mendatangi negara asal dari bahasa yang dipelajari. Dengan bahasa, kamu bisa memahami budaya lain dan membuka peluang tak terbatas untuk masa depan.
Bukan tidak mungkin, dengan mempelajari dan mampu berbahasa asing, kamu bakal punya kesempatan untuk pergi ke negara asal bahasa itu atau negara lain yang menggunakan bahasa yang kamu pelajari. Apalagi sekarang eranya Pasar Bebas, tentu kemampuan berbahasa asing tertentu akan membuat kamu menjadi salah satu orang yang mungkin dibutuhkan dalam sektor bisnis suatu hari.
Selain itu, di masa muda, bisa berbahasa asing bikin kamu makin keren dengan skill baru itu. Kamu juga bisa lebih dekat dengan budaya lain dan memperluas pertemanan. Belajar bahasa asing bisa jadi petualangan seru yang bikin hari-harimu makin bermakna.
Seberapa pentingnya mempelajari bahasa asing, beberapa sahabat kanal remaja dan anak muda berdaya KAMU KUAT! ini punya pendapat tersendiri. Seperti apa?
Putri Alifia Azzahra, mahasiswi semester 3, Universitas Pamulang

Bagi sebagian remaja, belajar bahasa asing menjadi kegiatan seru untuk mengisi waktu luang. Seperti cerita seorang teman yang asyik belajar bahasa Arab di sekolah, hingga belajar bahasa Korea secara otodidak saat pandemi.
Awalnya, Alifia belajar bahasa Arab karena menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Meskipun awalnya terasa menantang, lama-kelamaan Alifia merasa tertarik, apalagi dengan dukungan teman-teman di lingkungan sekolah yang sering menggunakan bahasa Arab.
“Kalau ngobrol sama teman pondok, mereka kadang ngomong pakai bahasa Arab. Jadi, aku ikut belajar dari mereka juga,” ujarnya. Hal ini membuatnya lebih memahami teks berbahasa Arab dibandingkan percakapan langsung.
Ketika pandemi melanda, dia mulai belajar bahasa Korea dari YouTube. Sebagai penggemar drama Korea dan K-pop, belajar bahasa Korea menjadi tantangan sekaligus hiburan. “Awalnya cuma belajar beberapa kata yang sering muncul di drakor (Drama Korea), tapi lama-lama penasaran juga cara menyusun kata-kata itu,” katanya.
Rasa penasaran itulah yang mendorongnya untuk terus belajar, meskipun terkadang ada kendala. Menurutnya, jika merasa kesulitan, tidak masalah untuk istirahat sejenak. “Tapi kalau rasa penasaran itu muncul lagi, lanjutkan saja. Gas terus meski susah!” semangatnya.
Selain belajar bahasa Korea dan Arab, dia juga tertarik mempelajari bahasa isyarat. Berkat konten kreator di TikTok, dia mulai memahami dasar-dasar bahasa isyarat. “Seru banget karena bahasa isyarat punya ciri khasnya sendiri,” ungkapnya.
Meski banyak manfaat yang dirasakan, dia menyadari bahwa konsistensi adalah kunci untuk mendalami bahasa asing. Namun, karena aktivitas utama seperti kuliah dan organisasi menyita waktu, dia memilih belajar di waktu luang saja.
Adnina Shofia Ihsan, siswi kelas 10, SMA Islam Cikal Harapan 1 BSD

Adnina mengakui bahwa awalnya belajar bahasa Inggris lebih karena kebutuhan, pengalaman tersebut akhirnya menjadi bekal penting.
“Saat umur tiga tahun, saya sudah disekolahkan di Inggris dan bisa berkomunikasi dengan baik. Saya merasa lebih dilatih daripada diajar,” ujarnya. Setelah kembali ke Indonesia, ia tetap mempertahankan kemampuan bahasanya dengan berbicara bahasa Inggris bersama keluarga.
Penguasaan bahasa Inggris yang baik membuka banyak peluang, salah satunya ikut lomba mewakili sekolah. “Nilai saya di pelajaran bahasa Inggris memuaskan, tapi guru konseling saya mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan modal ini karena kemampuan bahasa Inggris dapat membuka banyak peluang di masa depan,” tambahnya.
Berbekal skor TOEFL 637, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di luar negeri, terutama untuk jenjang S2. “Papa saya selalu bilang penting untuk menjaga kemampuan berbahasa Inggris, karena banyak yang kehilangan kemampuan itu ketika jarang digunakan,” ujarnya.
Menurutnya, belajar bahasa Inggris punya sisi mudah dan sulit. “Reading dan listening terasa lebih mudah karena itu adalah aspek kehidupan sehari-hari. Tapi bagian struktur cukup sulit karena melibatkan teori yang belum saya pelajari. Saya sering mengandalkan nalar untuk menjawabnya,” jelasnya.
Remaja yang bercita cita menjadi insinyur mekanik atau elektro tersebut juga mengakui pentingnya bahasa Inggris dalam pendidikan dan karier internasional. “TOEFL sangat relevan karena mengukur kemampuan komunikasi dalam konteks global,” ujarnya.
Untuk kamu yang ingin sukses belajar bahasa asing, Adnina membagikan beberapa tips Latihan dan Membaca: Biasakan membaca teks dalam bahasa asing untuk melatih literasi dan penalaran. Tetap tenang dan percaya diri, Jangan panik meski menghadapi soal sulit, karena ketenangan membantu fokus, Jangan lupa sarapan sebelum dan bawa jaket karena biasanya kelasnya sangat dingin.
“Latihan terus, jangan mudah menyerah, dan jadikan belajar bahasa asing sebagai pengalaman menyenangkan!” tutupnya
Muhammad Naufal Putra, mahasiswa semester 3, fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila

Belajar bahasa asing, terutama bahasa Mandarin, menjadi salah satu hal yang semakin relevan di era globalisasi ini. Naufal berbagi cerita tentang pengalamannya mempelajari bahasa Mandarin, yang menurutnya merupakan investasi berharga untuk masa depan.
“Menurut saya, bahasa Mandarin akan sangat berguna di masa depan. Hampir semua perusahaan besar dunia memiliki hubungan dengan investor dari Tiongkok,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa orang tuanya juga selalu mendorongnya untuk mempelajari bahasa asing, setidaknya untuk percakapan dasar. “Orang tua saya menyarankan bahasa Mandarin karena melihat pentingnya bahasa ini di dunia kerja,” tambahnya.
Ketertarikannya pada bahasa Mandarin bermula sejak duduk di bangku SMA, saat ia pertama kali diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa ini. “Awalnya saya hanya belajar basic-basic-nya saja, tapi setelah itu saya merasa tertarik dan ingin mempelajari lebih jauh,” cerita Naufal yang kini terus berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Mandarinnya agar lebih lancar dan berguna di masa depan.
Ia juga mencatat bagaimana banyak perusahaan besar dunia memiliki pemimpin atau mitra dari Tiongkok, yang membuat bahasa Mandarin menjadi semakin penting. “Saya pikir, bahasa Mandarin akan membuka banyak peluang kerja di masa depan,” katanya dengan optimis.
Belajar bahasa asing seperti Mandarin tidak hanya menambah kemampuan komunikasi, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif di dunia kerja. “Saya percaya, semakin kita menguasai bahasa asing, semakin besar peluang yang bisa kita raih,” pungkasnya.
Ailsa Shafa Khairunisa, Tutor Bahasa Wunderbar, Bogor

“Belajar bahasa asing merupakan kegiatan yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan otak untuk memahami pola-pola baru dalam berkomunikasi,” terang Ailsa tutor bahasa di Wunderbar.
Menurutnya, proses belajar bahasa asing akan terasa lebih menyenangkan jika dilakukan secara interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang disarankan adalah membiasakan diri dengan kosakata baru melalui media audio-visual.
Musik, video, dan film berbahasa asing tidak hanya memberikan hiburan, imbuhnya, tetapi juga membantu otak memproses bahasa secara alami. “Belajar dengan cara audio-visual membuat informasi lebih cepat dipahami dan lebih mudah diingat,” ujar Ailsa.
Selain itu, lanjutnya, proses belajar tidak harus terbatas pada buku pelajaran sekolah. Dunia digital menyediakan berbagai sumber seperti Google, YouTube, atau aplikasi belajar bahasa asing di Playstore yang dapat diakses kapan saja. Penggunaan ungkapan sederhana dalam kegiatan sehari-hari, seperti menyapa atau mengganti sebagian kata dengan bahasa asing, membantu otak lebih cepat terbiasa.
“Namun, kebiasaan ini harus dilakukan secara rutin karena kemampuan bahasa dapat menurun jika tidak digunakan dalam waktu lama. Karena itu, menjaga kontak dengan bahasa yang sedang dipelajari sangat penting agar pemahaman tetap terjaga. Latihan juga memegang peranan penting. Tidak hanya soal mengerjakan latihan tertulis, tetapi juga berbicara dalam bahasa tersebut,” bebernya.
Berbicara, kata Ailsa, adalah tujuan utama dari bahasa, dan kepercayaan diri dalam berbicara harus terus dilatih. Latihan ini bisa dimulai dengan berbicara di depan cermin untuk memperbaiki pelafalan dan intonasi. Jika sudah percaya diri, berinteraksi langsung dengan penutur asli akan menjadi pengalaman yang berharga. penutur asli biasanya sangat menghargai usaha seseorang dalam belajar bahasa mereka.
“Mereka cenderung tidak menghakimi kesalahan, melainkan justru mendukung dan memberikan apresiasi,” tambahnya.
Di sisi lain, motivasi juga menjadi faktor penting. Memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah mencapai target belajar adalah cara yang efektif untuk menjaga semangat. “Self-reward menjadi pengingat bahwa usaha kita berharga, dan ini mendorong kita untuk terus melangkah ke tahap berikutnya,” jelasnya.
Belajar bahasa asing bukan hanya tentang memahami kata-kata, namun juga menjalin koneksi dengan dunia. Jadikan perjalanan belajarmu sebagai pengalaman seru yang membuka pintu ke berbagai kesempatan dan mimpi di masa depan. Selamat mencoba, dan teruslah percaya diri bahwa kamu itu bisa. (Resty)












Discussion about this post