• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Apakah Penting untuk Memakai Helm Saat Naik Motor dan Seperti Apa Aturan Lalu Lintas Soal Helm?

by Ave Rosa
23 Mei 2025 | 23:54 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Apakah Penting untuk Memakai Helm Saat Naik Motor dan Seperti Apa Aturan Lalu Lintas Soal Helm?

Ilustrasi. Foto: ist & Meta AI. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Setiap hari, ribuan pengendara sepeda motor melintas di jalanan Indonesia. Mulai dari kota besar hingga desa terpencil. Namun, tidak semua dari mereka menyadari bahwa satu hal kecil, yakni memakai helm dapat menentukan hidup dan mati dalam sekejap.

Helm bukan sekadar pelengkap gaya berkendara, melainkan pelindung kepala yang menjadi garis pertahanan terakhir dari ancaman cedera fatal saat kecelakaan terjadi. Ironisnya, meskipun aturan tentang penggunaan helm telah diatur jelas dalam undang-undang, kesadaran masyarakat untuk mematuhinya masih perlu ditingkatkan.

Dikutip dari hukumonline.com, Pasal 106 ayat (8) UU No. 22/2009 mengatur bahwa:

“Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia.”

Jadi, berdasarkan ketentuan di atas pengendara motor baik pengemudi maupun penumpang diwajibkan menggunakan helm dengan Standar Nasional Indonesia.

Lalu, seberapa pentingkah sebenarnya memakai helm saat naik motor? Dan apa saja aturan lalu lintas yang mengatur hal ini?

Artikel dari kanal KAMU KUAT! Avesiar.com kali ini akan mengajak pembaca khususnya remaja untuk mengulas pentingnya penggunaan helm dari sisi keselamatan, hukum, dan kesadaran sosial.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Naynara, mahasiswi semester 2, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan

Naynara, mahasiswi semester 2, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Naynara punya pandangan yang tegas soal ini. Saat diwawancarai, ia mengatakan bahwa, “Penggunaan helm sangat penting karena itu sesuai dengan aturan lalu lintas kita. Ketika menggunakan kendaraan sepeda motor, kita diwajibkan menggunakan helm. Penggunaan helm tidak hanya diwajibkan saat perjalanan jauh atau di jalanan besar, tetapi juga saat berkendara jarak dekat.”

Menurutnya, helm adalah pelindung yang wajib dipakai kapan pun, di mana pun. “Helm penting untuk keselamatan pengendara, terlepas dari jarak yang ditempuh,” tambahnya.

Tapi, bagaimana dengan aturan soal helm di Indonesia? Apakah sudah cukup ketat?

Naynara menjawab, “Sepertinya sudah cukup ketat, namun pelaksanaan peraturannya saja yang kurang dievaluasi dan diedukasi.”

Ia menyoroti bahwa hukum sudah ada, tapi penerapannya yang masih belum maksimal. Banyak orang hanya taat aturan kalau ada yang mengawasi.

Ketika ditanya soal kebiasaan orang yang hanya pakai helm saat melihat polisi, Naynara cukup prihatin. Katanya, “Itu menunjukkan perilaku yang kurang konsisten dan tidak mencerminkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara. Itu lebih berfokus pada menghindari sanksi hukum daripada menjaga keselamatan diri sendiri.”

Lalu, siapa yang bisa membantu membangun kesadaran itu sejak dini? Naynara percaya, keluarga dan sekolah punya peran besar. Ia juga menyarankan agar keluarga bisa berdiskusi tentang keselamatan berkendara secara terbuka. “Orang tua yang selalu memakai helm akan menanamkan kebiasaan positif pada anak-anak,” ujarnya.

Sementara di sekolah, edukasi bisa dilakukan lewat kegiatan yang kreatif. “Misalnya mengadakan kampanye keselamatan atau program seperti ‘Hari Helm Nasional’ agar siswa mengalami langsung pentingnya memakai helm,” usul Naynara menutup wawancara

Tadya Tamam Lazuardi Imani, siswa kelas 9, SMP Negeri 18, Kota Bogor

Tadya Tamam Lazuardi Imani, siswa kelas 9, SMP Negeri 18, Kota Bogor. Foto: istimewa

Tadya Tamam Lazuardi Imani, siswa kelas 9F dari SMPN 18 Kota Bogor, punya pandangan yang matang soal ini. “Menurut saya pribadi, memang menggunakan helm adalah bagian dari aturan. Namun, aturan itu pun dibuat untuk keselamatan pribadi dalam menggunakan kendaraan,” ujarnya saat diwawancarai.

Tadya termasuk yang konsisten memakai helm. Ia mengerti bahwa beberapa orang merasa helm ribet kalau jaraknya dekat, tapi menurutnya itu bukan alasan untuk mengambil risiko. “Mau sedekat apa pun jaraknya, saya selalu memakai helm, karena untuk keamanan sendiri juga,” tuturnya.

Ketika ditanya soal fenomena pengendara yang cuma pakai helm saat melihat polisi, Tadya mengaku menyayangkan hal itu. “Berarti ia hanya memakai helm untuk menaati aturan, bukan untuk keselamatan. Saya harap orang seperti ini jumlahnya terus berkurang dan segera memahami pentingnya helm,” ucapnya.

Ia juga menyoroti kurangnya edukasi publik saat ini. “Menurut saya, kampanye mengenai penggunaan helm khususnya pada remaja mulai berkurang. Jarang sekali saya menemukan kampanye seperti itu. Jadi pengaruhnya belum cukup besar,” jelasnya.

Lalu, siapa yang bisa ikut berperan dalam menanamkan kesadaran ini? Tadya menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah. “Pertama-tama harus ditanamkan bahwa helm fungsi utamanya adalah untuk keselamatan. Keluarga bisa membiasakan pemakaian helm sejak dini,” katanya.

Tak hanya asal pakai helm, Tadya juga paham soal pentingnya standar keamanan. “Saya mengetahui standar helm yang sesuai dengan SNI, dan itu penting, karena standar itu sudah ditetapkan sebagai aman untuk digunakan saat berkendara,” ungkapnya.

Dan terakhir, ia menutup dengan nada tegas, “Kemungkinan paling ringan tidak memakai helm itu ditilang. Tapi kemungkinan terburuknya? Kecelakaan lalu lintas yang kadang bisa merenggut nyawa seseorang.”

Apa yang disampaikan Tadya jadi tamparan halus untuk kita semua. Nyawa nggak bisa diulang, dan keselamatan harus jadi prioritas utama. Helm bukan hanya alat untuk hindari sanksi hukum, tapi bentuk nyata kita menghargai hidup.

Yuk, jangan tunggu ada polisi dulu baru pakai helm. Jadilah generasi yang peduli keselamatan karena itu keren dan bijak.

Aliyah A. Najiha, siswi kelas 7, SMP Negeri 4, Tangerang Selatan

Aliyah A. Najiha, siswi kelas 7, SMP Negeri 4, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Aliyah A. Najiha, punya pengalaman menarik soal kebiasaan memakai helm. “Menurut saya, penggunaan helm itu sangat penting sekali, karena sudah termasuk dalam peraturan lalu lintas, dan juga banyak sekali yang masih melanggar padahal itu sangat penting untuk keselamatan,” ujar Aliyah membuka obrolan dengan nada tegas.

Awalnya, Aliyah pun sempat malas memakai helm karena merasa berat dan ribet. Tapi titik balik datang dari sebuah berita. “Saya pernah malas untuk memakai helm tapi setelah saya menonton berita viral yang sedang ramai, banyak sekali orang yang tidak selamat saat kecelakaan karena tidak memakai helm,” katanya.

Sejak saat itu, dia jadi sadar bahwa helm bukan pilihan, tapi keharusan. Menurutnya, memakai helm bukan cuma soal menaati peraturan. “Yang prioritas buat saya yaitu untuk keselamatan saya sendiri,” jelasnya.

Kesadaran ini muncul karena ia menyadari risiko besar yang bisa terjadi kalau kita mengabaikan hal sepele seperti menggunakan helm saat mengendarai dan menjadi penumpang sepeda motor.

Aliyah juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kurangnya kampanye dan ketegasan dari pemerintah. “Saya masih melihat banyak sekali orang yang tidak memakai helm,  media kampanye itu kurang dalam menegaskan peraturan tersebut,” kata Aliyah.

Ia sangat setuju jika ada sanksi lebih tegas untuk pelanggaran ini. Bahkan, ia memberi contoh inovasi seperti kamera tilang otomatis di Jakarta yang bisa mendeteksi pelanggaran.

Ketika ditanya soal harga helm, ia menjawab dengan kritis, “Saya juga bingung, kenapa masih banyak orang yang tidak mau menggunakan helm, padahal harga masih termasuk standar, tidak terlalu mahal, kenapa masih tidak mau beli? Padahal itu untuk kepentingan diri sendiri.” tutup Aliyah.

Helm bukan aksesori gaya itu pelindung kepala dari maut yang tak bisa ditebak datangnya. Jadi, sebelum kamu naik motor, jangan lupa satu hal penting pakai helm, bukan alasan. Jadilah generasi yang sadar, bukan sekadar ikut-ikutan.

Kesadaran memakai helm bukan soal takut ditilang, tapi soal menghargai hidup. Yuk, mulai dari diri sendiri! Jangan nunggu ada polisi dulu baru pakai helm. Karena sejatinya, pelindung terbaik kita saat berkendara bukan cuma aturan, tapi juga kesadaran. Dan kesadaran itu, bisa dimulai dari kamu. (Resty)

Tags: Aturan Lalu LintasBudaya Pakai HelmHelm MotorMenggunakan HelmWajib Helm
ShareTweetSendShare
Previous Post

Apakah Kamu Suka Memaksa Orang Tua untuk Memenuhi Keinginan Kamu?

Next Post

Istiqomah Sebagai Jalan Lurus Muslimah Bahagia Dunia Akhirat dan Apa Kata Mereka

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Istiqomah Sebagai Jalan Lurus Muslimah Bahagia Dunia Akhirat dan Apa Kata Mereka

Istiqomah Sebagai Jalan Lurus Muslimah Bahagia Dunia Akhirat dan Apa Kata Mereka

Zelensky Gelar Peringatan Satu Tahun Hari-hari Menyedihkan Perang Antara Rusia dan Ukraina

Barter ‘1.000 untuk 1.000’ Tahanan Perang Ukraina dan Rusia Sukses Selama 3 Hari

Discussion about this post

TERKINI

Imbas Serangan AS-Israel ke Iran yang Membuat Selat Hormuz Ditutup, 13 Juta Barel Hilang Setiap Hari

25 April 2026

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

Trump Ngebet Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia Sejak Maret, Italia Tidak Sudi

24 April 2026

Negara Asal Merek-merek Handphone yang Pernah dan Masih Diproduksi

24 April 2026

Pemilu Pertama Gaza Sejak Lebih dari Dua Dekade Kosong Akan Berlangsung di Deir al-Balah Sabtu Ini

23 April 2026

Iran Peringatkan Negara-negara Teluk Agar Tidak Mengizikan Wilayahnya Jadi Tuan Rumah Serangan

22 April 2026

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026

Trump Posting di Truth Social Ngamuk-ngamuk Dianggap Dirayu Netanyahu untuk Perang Lawan Iran dan Kredibilitasnya 32 Persen

21 April 2026

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

Negosisasi Putaran Dua Akan Kembali Dimediasi Pakistan dalam Beberapa Jam, Iran Belum Konfirmasi dan Trump Kembali Ancam

20 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video