Avesiar – Jakarta
Buronan ICC (International Criminal Court) Benjamin Netanyahu yang sedang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC), sesumbar masih berencana mengunjungi New York, meskipun calon wali kota Zohran Mamdani berjanji untuk menangkapnya sesuai dengan surat perintah pengadilan.
“Ya, saya akan datang ke New York,” kata Netanyahu dalam wawancara virtual dengan forum Dealbook New York Times pada hari Rabu, dikutip dari TRT World, Kamis (4/12/2025).
Ketika ditanya apakah ia akan berusaha berbicara dengan Mamdani, Netanyahu menjawab, “Jika ia berubah pikiran dan mengatakan bahwa kami berhak untuk hidup, itu akan menjadi awal yang baik untuk percakapan.”
Mamdani, seorang sosialis Demokrat yang akan menjadi wali kota Muslim pertama dan Asia Selatan pertama di New York, menolak untuk mengatakan bahwa Israel berhak menjadi negara Yahudi, dengan mengatakan tidak ada negara yang boleh memiliki “hierarki kewarganegaraan” berdasarkan agama atau faktor lainnya, meskipun ia telah berulang kali mengatakan mendukung hak Israel untuk hidup.
Wali kota terpilih itu telah berjanji akan mengirim Departemen Kepolisian New York untuk menegakkan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin yang dicari oleh ICC, termasuk Netanyahu atau Presiden Rusia Vladimir Putin.
ICC yang berkantor pusat di Den Haag tahun lalu menyatakan memiliki dasar yang kuat untuk meyakini bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam genosida Israel yang gencar di Gaza.
Negara-negara yang menolak bergabung dengan ICC di antaranya adalah Israel, Amerika Serikat, dan Rusia.
Disebutkan bahwa Israel telah menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.000 lainnya dalam genosida di Gaza sejak Oktober 2023.
Sedangkan para ahli berpendapat, bahwa jumlah korban tewas sebenarnya jauh melebihi yang dilaporkan oleh otoritas Gaza, dengan perkiraan mencapai sekitar 200.000 jiwa. (ard)












Discussion about this post