Avesiar – Jakarta
Diikuti oleh lebih dari 50 negara, “dari Trinidad ke Tanzania, dari Tobago ke Thailand”, mereka akan ambil bagian dalam Pekan Aqsa (Aqsa Week) 2022, yang mengglobal untuk tahun kedua berturut-turut. Demikian pernyataan Friends of Al-Aqsa (FoA) yang berbasis di Inggris.
“Mulai 24 Februari hingga 2 Maret 2022, masjid, universitas, dewan lokal, dan parlemen akan mengadakan pembicaraan, lokakarya, dan kegiatan lain yang menekankan warisan dan kesucian Masjid Al Aqsa,” tulis FoA dalam siaran pers, yang salinannya dikirim ke The Palestine Chronicle.
Berbagai acara untuk dewasa dan anak-anak akan disatukan dalam #LoveAqsha di media social. Banyak acara akan disiarkan langsung di media sosial, radio, dan televise,” tambah FoA dikutip dari The Palestine Chronicle, Jum’at (18/2/2022).

Didirikan oleh Friends of Al Aqsa pada tahun 2017, Aqsa Week menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci, seperti, “Apa itu Al Aqsa, dan apa sejarah dan signifikansinya? Dan apa bahaya yang dihadapi Al Aqsa dan Palestina?”
Masjid Al-Aqsa, yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki Palestina, adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Sejak 2003, Israel telah mengizinkan pemukim Yahudi ilegal memasuki kompleks itu hampir setiap hari, sebuah tindakan provokatif yang sering mengarah pada kekerasan.
Setiap kali pemukim Yahudi masuk ke kompleks Masjid, jamaah Muslim dilarang berdoa di sana, media Palestina melaporkan secara teratur.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Mereka mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (ave)













Discussion about this post