Avesiar – Jakarta
Situasi yang tidak kondusif dalam sebuah peristiwa memungkinkan terjadinya peristiwa-peristiwa susulan sesuai dengan eskalasi kegiatan seperti halnya terjadi dalam sebuah demonstrasi.
Peristiwa yang tidak menguntungkan semacam itu, jika terjadi sebuah kekacauan hingga kerusuhan, tentu juga mungkin akan membahayakan masyarakat yang tidak terlibat di dalam kegiatan demonstrasi atau unjuk rasa.
Penting bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman dan juga langkah-langkah yang harus dilakukan ketika sebuah unjuk rasa atau demonstrasi mengarah pada tindakan anarkis, kerusuhan, bahkan hingga terjadi penjarahan, perusakan, dan tindakan kriminal.
Dikutip dari berbagai sumber, beberapa tips berikut bisa menjadi rujukan agar seseorang dan bahkan keluarganya dapat menghindari dan mencegah hal-hal yang tidak menguntungkan atau membahayakan.
1. Banyak Membaca Doa. Bagi Muslim, perbanyak shalawat, Ayat Kursy, dan beberapa doa perlindungan lainnya (* 3 doa sunnah pendek ada di akhir artikel)
2. Terus pantau informasi. Tetap pantau sumber berita terpercaya, seperti televisi, radio, koran, atau situs berita.
3. Ikuti arahan yang benar ketika ingin keluar gedung.
4. Cari tahu lokasi-lokasi mana yang perlu dihindari.
5. Cari jalan alternatif yang bisa Anda gunakan untuk kembali ke rumah.
6. Jika di tempat kerja tetap ikuti arahan dari gedung atau tempat kerja yang ada supaya bisa tahu tempat jalan keluar yang aman
7. Jangan terbawa emosi sehingga terlibat dalam kerusuhan itu.
8. Janganlah memihak, membantu, atau menonjol.
9. Kalau bisa Anda tidak terlihat dan menjauh dari kerusuhan itu agar bisa kembali selamat ke keluarga Anda.
10. Anda harus tetap berada di dalam mobil dan terus mengemudi setenang mungkin.
11. Usahakan untuk tetap berada di jalan-jalan yang bersih dari kerusuhan, dan hindari jalan-jalan utama.
12. Terus bergerak maju dan jangan berhenti menilai situasinya.
13. Jika seseorang mencoba untuk memblokir mobil Anda, bunyikan klakson mobil Anda dan terus mengemudi sampai dia keluar dari jalan.
14. Berkendara dengan kecepatan sedang sehingga mereka (massa pendemo) punya waktu untuk mundur.
15. Ingatlah bahwa Anda berada dalam posisi kuat saat mengemudi. Jangan biarkan beberapa orang yang marah menghentikan Anda dari mengendarai mobil dan terus berjalan kecuali Anda benar-benar tidak bisa.
16. Ingatlah untuk bersikap tegas, tapi jangan agresif, untuk menghindari kesan yang salah.
17. Pastikan tidak panik saat berada dalam kerusuhan dan segera mundur dengan hati-hati
Bila tidak bisa mundur, saat ada kesempatan, masuklah ke area parkir gedung atau rumah warga. Namun, jika lokasi demo sudah sangat kacau, segera tinggalkan kendaraan dan pergi menjauh.
18. Tetap di rumah atau mengungsi
Dalam situasi kerusuhan sipil, salah satu keputusan terpenting yang harus diambil adalah memilih untuk tetap berlindung di rumah atau mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Jika kondisi memungkinkan, rumah bisa menjadi benteng perlindungan Anda. Namun, rumah hanya sekuat persiapan yang dilakukan. Karena itu, ada beberapa langkah penting untuk memperkuat keamanan rumah dan menjadikannya tempat berlindung yang layak.
Massa yang marah atau penjarah oportunis biasanya mencari target yang terlihat lemah. Dengan memperkuat bagian luar rumah, Anda bisa membuat mereka berpikir dua kali. Maka dari itu, kunci pintu dan jendela, perkuat titik masuk, pasang pencahayaan dan kamera luar, rapikan halaman, serta kunci pagar atau gerbang. Jika situasi memburuk, ruang aman bisa menjadi penyelamat.
19. Jika keadaan terlalu berbahaya, evakuasi mungkin menjadi pilihan satu-satunya
Karena itu, siapkan tas darurat berisi perlengkapan untuk bertahan setidaknya 72 jam. Simpan tas darurat di tempat mudah dijangkau, atau bahkan di bagasi mobil, agar bisa langsung dibawa saat menit-menit krusial.
20. Hindari konflik sebisa mungkin
Tidak ada senjata atau alat bela diri yang lebih efektif daripada tidak berada di lokasi berbahaya. Jika terpaksa, Anda bisa membawa perlengkapan sederhana yang berfungsi melumpuhkan penyerang tanpa risiko mematikan, seperti semprotan merica, stun gun atau taser, alarm pribadi atau peluit, serta benda sehari-hari.
21. Alat hanya berguna jika Anda siap menggunakannya
Tetapkan lebih dulu bagaimana keluarga Anda akan berkomunikasi, seperti menggunakan berbagai saluran, menguttamakan SMS daripada telepon, titik temu darurat, serta menjadwalkan laporan. Tuliskan rencana ini di kartu kecil berisi nomor dan alamat penting, lalu berikan kepada setiap anggota keluarga untuk disimpan di dompet atau ransel.
*Doa-doa sunnah untuk menghindari bahaya
Dzikir atau doa untuk terhindar dari marabahaya dan mudharat dibaca pada pagi dan petang
“Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.”
(Baca 3 Kali)
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.” (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Membaca ayat Kursi saat ke luar rumah agar para Malaikat turut menjaga
Pertama, didoakan oleh 70 malaikat. Hal ini sebagaimana riwayat yang disebutkan dalam kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhabin Nafais, dari Abu Hurairah;
“Dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda; Barangsiapa keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca Ayat Kursi, maka Allah akan mengutus kepadanya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampun dan mendoakannya. Kemudian ketika dia kembali ke rumahnya dan masuk rumah dengan membaca Ayat Kursi, maka Allah menghilangkan kefakiran yang ada di depan matanya.”
Kedua, diselamatkan dari semua keburukan dan bahaya hingga pulang ke rumah. Hal ini sebagaimana riwayat yang disebutkan dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar berikut;
“Barangsiapa membaca ayat Kursi ketika keluar dari rumahnya, maka dia tidak terkena keburukan hingga dia kembali.”
Ketiga, hajat akan terpenuhi. Hal ini sebagaimana riwayat yang disebutkan dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar berikut;
“Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada Sayidina Ali; Wahai Ali, jika kamu keluar dari rumahmu untuk suatu hajat, maka hendaklah kamu membaca ayat Kursi. Sesungguhnya hajatmu Insya Allah akan ditunaikan.”
(adm/dari berbagai sumber)













Discussion about this post