KAMU KUAT – Avesiar
Kendaraan umum atau lazim disebut sebagai transportasi umum saat ini digalakkan pemerintah untuk mengurangi kemacetan dan juga lebih cepat mencapai tujuan. Di kota-kota besar, transportasi umum semakin berkembang sesuai dengan modernisasi sarana dan prasarananya. Kali ini topik dari kanal remaja dan anak muda berdaya KAMU KUAT! Avesiar.com menyoal pengalaman naik transportasi umum.
Sebelumnya, yuk kita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan transportasi umum!
Dikutip dari Wikipedia, transportasi umum atau pengangkutan umum (bahasa Inggris: public transportation) adalah layanan angkutan penumpang oleh sistem perjalanan kelompok yang tersedia untuk digunakan oleh masyarakat umum, biasanya dikelola sesuai jadwal, dioperasikan pada rute yang ditetapkan, dan dikenakan biaya untuk setiap perjalanan.
Moda transportasi publik di antaranya bus kota, trem (atau kereta api ringan) dan kereta api, kereta cepat (metro/subway/bawah tanah, dsb) serta kapal feri. Angkutan umum antar kota didominasi oleh maskapai penerbangan, bus antarkota, kereta api, dan kereta antarkota. Jaringan kereta berkecepatan tinggi sedang dikembangkan di banyak belahan dunia.
Sebagian besar sistem angkutan umum berjalan di sepanjang rute tetap dengan titik pemberhentian dengan jadwal yang telah diatur sebelumnya. Taksi berbagi menawarkan layanan berdasarkan-permintaan di banyak bagian dunia, dan beberapa layanan akan menunggu sampai kendaraan penuh sebelum taksi tersebut berangkat.
Angkutan umum perkotaan sangat berbeda di Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Di Asia, transportasi massal milik swasta dan publik, yang digerakkan oleh keuntungan, serta konglomerat lahan yasan sebagian besar mengoperasikan sistem angkutan umum.
Di Amerika Utara, otoritas angkutan kota paling sering menjalankan operasional angkutan massal. Di Eropa, baik perusahaan milik negara maupun swasta secara dominan mengoperasikan sistem transportasi massal, layanan angkutan umum dapat digerakkan oleh keuntungan dengan menggunakan tarif-berdasar-jarak atau didanai oleh subsidi pemerintah di mana tarif flat rate dibebankan kepada setiap penumpang.
Nah, berdasarkan ulasan di atas, redaksi mendapat beberapa pengalaman dari remaja dan anak muda yang mengawali naik beberapa jenis transportasi umum untuk ke luar kota. Seperti apa cerita mereka? Kita simak!
Shafa Virda Putra, siswa kelas XI, SMA Negeri 2 Wonosobo, Jawa Tengah

Siswa bernama Shafa mengakui bahwa perasaan pertama kali naik kereta rasanya campur aduk antara senang dan penasaran.
”Aku pertama naik kereta sama temen-teman ke Jogja. Menurutku yang paling menyenangkan adalah kereta api, karena suasananya nyaman dan kita bebas untuk berjalan di dalam kereta api.. Aku juga pengen nyoba moda transportasi lainnya, yaitu pesawat. Karena pasti rasanya seneng bisa terbang di udara,” ujarnya diikuti mata yang berbinar-binar.
Antique Ramaeyza Qyanti, siswi kelas 12, Sekolah Quran Asy Syahid, Bogor

Sedangkan siswi bernama Antique malah tidak mengingat saat pertama kali naik pesawat. Menurut dia, hal itu karena ketika pertama kali naik pesawat ia masih bayi. Saat itu, imbuhnya, ia bersama orang tuanya pergi ke Makassar.
“Untuk kereta, saya belum pernah merasakan naik kereta biasa. Tapi kereta yang saya naiki adalah LRT dan MRT, pertama kali saya naik kereta adalah ketika saya ingin ke Jakarta dan saat itu menggunakan LRT. Perasaannya sama, exited. Karena mencoba hal baru setelah sekian lama memiliki rasa penasaran naik kereta
Ia menambahkan, ia belum pernah naik kereta yang biasa. Karena belum pernah jalan-jalan menaiki kereta. Namun, jika diberi pilihan, Antique lebih ingin menaiki pesawat. Alasannya, meskipun sudah sering, namun ada perasaan berbeda ketika pergi menggunakan pesawat.
Trisna Anindya, mahasiswi Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang

Trisna mengakui pernah naik pesawat dari Semarang ke Jakarta. Menurutnya, perasaan pertama kali adalah takut dan tidak mau lagi naik pesawat. Sedangkan untuk kapal laut, ia pernah beperjalanan dari Surabaya-Bali-Lombok.
“Seru. Bisa lihat laut, ngga mabuk laut kaya kata orang-orang. Ada rasa takut sedikit, bayangin gimana berada di tengah laut yang luas dan dalam. Kalau naik kereta, pernah dari Semarang ke Solo. Seru juga, tapi nggak ada yang istimewa. Serunya karena excited ke tempat yang aku pengen,” bebernya.
Daffa Antariksa, mahasiswa semester 3, Teknologi Rekayasa Computer, Sekolah Vokasi IPB University

“Pada saat saya pertama kali naik pesawat, kereta api dan kapal laut itu terasa menyenangkan karena saya naik ketiga transportasi itu sejak umur 5 tahun. Destinasi saya saat pertama kali naik pesawat itu ke Bali, kereta api ke Bogor, dan kapal laut ke Lampung,” ungkap Daffa, mahasiswa semester 3.
Menurut Daffa, dari 3 transportasi tersebut yang paling menyenangkan adalah pesawat, karena di bandara juga ia sudah merasakan suasana menyenangkan saat akan naik pesawa. Lalu pemandangan yang indah ketika di atas awan jika dibandingkan dengan transportasi kereta dan kapal laut.
“Transportasi yang saya mau gunakan tetap pesawat. Karena di pesawat saya merasakan perbedaan yang begitu jelas dibandingkan dengan kereta api dan kapal laut. Kita sudah bisa merasa senang sebelum menaiki pesawat. Pengalaman berada di atas awan tidak akan terlupakan, ya saat kita melihat indahnya alam di atas awan,” ucapnya.
Kalau kamu sendiri bagaimana? Ceritakan juga ya pengalaman kamu di kolom komentar yang ada di akhir artikel. (adam/rizka)













Discussion about this post