Avesiar – Jakarta
Banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang merupakan rangkaian bencana hidrometeorologi parah telah menerjang wilayah utara dan tengah Pulau Sumatra pada akhir November 2025, meninggalkan duka mendalam.
Dikutip dari Dashboard Update Bencana Sumatera 2025, Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (6/12/2025), menjelang dini hari, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 916 jiwa, orang hilang 274 jiwa, dan yang terluka 4200 jiwa.
Bencana yang menerjang utamanya pada tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat juga meninggalkan kesedihan mendalam dengan banyaknya bangunan yang rusak yang menyebabkan penduduk kehilangan tempat tinggal dan aktifitas normal terhenti.
Sebanyak 105.900 rumah rusak dari 52 kabupaten terdampak, 1300 fasilitas umum rusak, 199 fasilitas kesehatan rusak, 697 fasilitas pendidikan rusak, 420 rumah ibadah rusak, 234 gedung/kantor rusak, dan 405 jembatan rusak.
Banyaknya jumlah korban jiwa akibat bencana ini menjadikannya sebagai, bencana alam paling mematikan di Indonesia sejak Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018, yang menewaskan 4.340 orang. (put)











Discussion about this post