Avesiar – Puisi
_______________
Balada Para Penunggu Sunyi
Oleh: Mas Ngabehi
_______________
Kami adalah para penunggu sunyi,
duduk di tepi waktu yang melambat,
menjaga luka agar tak menjelma dendam,
menyimpan rindu agar tak berubah tuntutan.
Di antara detik yang bergetar,
kami belajar menahan suara
demi mendengar Yang Maha Halus.
_______________
Malam menjadi kitab tanpa huruf,
kami membacanya dengan sabar dan air mata.
Bulan menggantung seperti janji,
tak selalu terang,
namun cukup untuk menuntun langkah jiwa
yang lelah berharap pada dunia.
Di sinilah iman diuji—
bukan pada gemuruh,
melainkan pada setia yang sunyi.
_______________
Wahai Cahaya yang datang tanpa tanda,
kami menunggu bukan karena tahu,
melainkan karena percaya.
Kami berdiri di antara sabar dan pasrah,
menjaga api kecil di dada
agar tak padam oleh tanya.
Sebab menunggu pun ibadah,
jika hati tak beranjak
dari Engkau.
_______________
Pada akhirnya, sunyi tak lagi terasa sepi.
Ia menjadi sahabat
yang mengajarkan makna hadir.
Dan ketika jawaban tak kunjung tiba,
kami telah lebih dulu mengerti:
bahwa yang kami tunggu
bukan perubahan keadaan,
melainkan perubahan diri—
agar pantas menerima
apa pun kehendak-Mu.
_______________
Biodata Penulis:
Mas Ngabehi adalah nama pena dari: Dr. H. Sri Satata, M. M. Beliau adalah seorang Dosen dan Pegiat Bahasa dan Sastra, serta literasi nasional. Sudah lebih dari 60 buku ditulisnya. Bergenre fiksi dan ilmiah: kumpulan puisi, kumpulan cerpen, esai, dan berbagai buku ilmiah lainnya. Sebagian besar terdapat dalam link berikut: https://lynk.id/sri_satata











Discussion about this post