KAMU KUAT – Jakarta
Di era digital seperti sekarang, gadget seringkali lebih menarik perhatian daripada aktivitas fisik. Banyak remaja yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial atau bermain game online dibandingkan bergerak aktif.
Sebagaimana diketahui, menjaga kesehatan tubuh melalui olahraga sangat penting, apalagi jika dilakukan bersama keluarga. Sayangnya, momen kebersamaan seperti ini mulai jarang terlihat di tengah padatnya kesibukan dan gaya hidup individualistis.
Padahal, olahraga bersama keluarga bukan hanya soal membakar kalori, tetapi juga tentang membangun ikatan emosional yang lebih kuat, meningkatkan komunikasi, dan menciptakan kenangan manis yang sulit dilupakan.
Melalui aktivitas sederhana seperti joging bareng di pagi hari atau bersepeda keliling kompleks, ada banyak nilai positif yang bisa dirasakan oleh seluruh anggota keluarga, terutama remaja.
Berikut cerita seru dari sahabat kanal remaja KAMU KUAT! Avesiar.com.
Fata Aflah, mahasiswa semester 4, Binus University

Olahraga adalah sarana untuk hidup sehat bagi Fata Aflah, mahasiswa semester 4 di Binus University. Olahraga menurut pemuda satu ini, adalah bagian dari cerita hidup dan warisan keluarga. Olahraga yang disukai Aflah bukan sembarang olahraga, ia tumbuh besar dengan menjadikan laut sebagai sahabat dan jetski sebagai tradisi.
“Aktivitas ini bukan cuma sekadar olahraga bagi kami, tapi sudah menjadi bagian dari tradisi keluarga,” ungkap Fata. Kakeknya, (alm) H. Soeprapto Soeparno, pendiri JNE dan TIKI, sangat mencintai laut. Kecintaan itulah yang kemudian diwariskan turun-temurun, hingga menjadi bagian penting dalam kehidupan Aflah.
Sejak kecil, Aflah sudah akrab dengan ombak, pasir, dan suara mesin jetski yang menderu. Bersama keluarga, ia rutin melakukan aktivitas di laut, mulai dari berenang, menjelajah pantai, hingga akhirnya jatuh cinta pada olahraga jetski dan memancing.
Kenapa jetski? Bagi Aflah, ini bukan soal kecepatan atau sekadar adrenalin. “Jetski bikin kami bisa eksplorasi laut dan pulau, dan itu jadi momen seru bareng keluarga,” jelasnya. Bahkan, mereka tak jarang ikut dalam fun race atau komunitas gathering yang membuat kegiatan ini makin berwarna.
Biasanya, jika jadwal kuliah tak terlalu padat, Aflah akan meluangkan waktu minimal seminggu sekali ke laut baik di pesisir Jakarta, maupun spot favorit keluarga mereka. Bagi Aflah, momen itu lebih dari sekadar berolahraga. Ia menggambarkan suasananya sebagai “penuh semangat dan tawa.”
“Yang paling saya banggakan, saya bisa meneruskan hobi yang punya nilai historis dalam keluarga. Ini bukan cuma olahraga, tapi warisan rasa cinta terhadap laut dan kebersamaan,” ucap Alfah.
Muhammad Fuad Ibrahim, mahasiswa semester 12, Universitas Brawijaya

Bagi sebagian orang, olahraga bukan hanya soal menjaga kebugaran, tapi juga menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan.
Hal ini juga dirasakan oleh Muhammad Fuad Ibrahim, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya semester 12, yang sering berolahraga bersama abang dan adiknya. “Biasanya kami main bola, futsal, atau bulu tangkis bareng. Kadang juga bareng teman-teman komplek,” ujar Fuad saat diwawancarai.
Dulu, kegiatan ini cukup rutin dilakukan dua minggu sekali. Walaupun sekarang lebih jarang, ia tetap menikmati setiap kesempatan olahraga bersama keluarganya.
Menurut Fuad, ada banyak keuntungan ketika olahraga dilakukan bersama saudara. “Kita bisa saling pinjam perlengkapan olahraga, atau berangkat bareng ke tempat olahraganya. Jadi lebih praktis dan seru,” katanya.
Keseruan makin terasa saat ia dan abangnya bermain di tim yang berbeda. “Reaksi teman-teman bikin suasana jadi makin hidup. Seru aja gitu,” tambahnya kemudian tertawa.
Selain menyenangkan, olahraga bersama juga jadi cara tersendiri untuk memperkuat ikatan dalam keluarga. “Lumayan bisa bonding juga sih sama abang atau adik. Kita punya cara lain buat lebih dekat satu sama lain,” ungkapnya.
Fuad juga berpesan, alangkah baiknya kalau dalam satu keluarga atau saudara, ada kegiatan bersama yang bisa dinikmati bareng, seperti olahraga atau hobi lainnya. “Hal kecil begitu ternyata bisa jadi cara untuk mempererat hubungan keluarga,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah kegiatan ini akan terus ia lakukan hingga dewasa, Fuad mengakui mungkin akan ada tantangan. “Kita bakal punya kesibukan masing-masing. Tapi selama masih bisa dilakukan, saya akan tetap usahakan,” tutupnya.
Muhamad Nabil Aulia Rachman, kelas 12, MAN 4 Jakarta Selatan

Dalam kesehariannya, Nabil rutin berolahraga. “Saya biasanya jogging setiap hari Sabtu dan Minggu. Sisanya, saya workout di rumah seperti push-up, squat jump, angkat barbel, dan lain-lain,” ceritanya.
Meski aktif, Nabil mengaku jarang berolahraga bersama keluarga. Namun bukan berarti nggak pernah sama sekali. “Ibuku pernah ajak aku joging di pagi hari,” katanya.
Meski begitu, Nabil mengungkapkan bahwa ia lebih nyaman berolahraga sendiri. “Karena aku bisa atur waktu sesuka hati, nggak perlu nungguin orang lain. Nggak ada distraksi, jadi bisa fokus sama target,” tambahnya.
Nabil juga tidak menutup mata soal manfaat olahraga bareng keluarga. “Selain untuk kesehatan fisik, olahraga bersama keluarga bisa bikin kita jadi lebih dekat sama anggota keluarga,” bebernya.
Menurutnya, jogging adalah olahraga paling simpel yang bisa dilakukan bareng keluarga. “Bisa dilakukan pagi atau sore di sekitar komplek rumah. Semua orang bisa ikutan,” jelasnya.
Dari sudut pandang remaja, Nabil justru menilai positif teman-teman yang sering olahraga bareng keluarga. “Sebagian orang mungkin ngelihat itu ‘kurang gaul’, tapi menurutku itu keren. Itu nunjukin dia punya hubungan yang dekat dan sehat sama keluarganya,” pungkasnya.
Olahraga bersama keluarga mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya bisa luar biasa baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Selain membuat tubuh lebih bugar, momen-momen itu bisa menjadi sarana untuk saling memahami, berbagi cerita, dan mendekatkan hubungan antar anggota keluarga yang mungkin mulai renggang karena kesibukan masing-masing.
Bagi para remaja, jangan ragu untuk memulai atau mengajak orang tua dan saudara ikut aktif bergerak. Menjadi “kurang gaul” demi kebersamaan dan kesehatan keluarga bukanlah hal yang memalukan, justru itu menunjukkan kedewasaan dan kepedulian.
Jadi, yuk, mulai sisihkan waktu di akhir pekan untuk bergerak bersama keluarga. Karena di balik keringat yang menetes, ada kebahagiaan yang mengalir dan kenangan indah yang tercipta. (Resty)













Discussion about this post