Avesiar – Jakarta
Agar bersikap obyektif terhadap pernyataannya, Hamas, dikutip dari The New Arab, Selasa (29/11/2023), Mengundang Elon Musk untuk mengunjungi Gaza dan melihat kehancuran akibat pemboman Israel di wilayah Palestina yang sejauh ini telah menewaskan 16.000 orang.
Seorang pejabat senior dari kelompok Palestina yang menguasai Gaza menyampaikan seruan tersebut setelah Musk pergi ke Israel pada hari Senin.
“Kami mengundangnya mengunjungi Gaza untuk melihat sejauh mana pembantaian dan kehancuran yang dilakukan terhadap rakyat Gaza, sesuai dengan standar objektivitas dan kredibilitas,” kata Osama Hamdan dari Hamas dalam konferensi pers di Beirut.
Komentar Hamdan muncul satu hari setelah gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas diperpanjang selama 48 jam. Gencatan senjata yang disepakati pekan lalu adalah penghentian pertama serangan gencar di Gaza sejak dimulai pada 7 Oktober.
“Dalam waktu 50 hari, Israel menjatuhkan lebih dari 40.000 ton bahan peledak ke rumah warga Gaza yang tidak berdaya,” kata Hamdan.
“Saya meminta Presiden AS Biden untuk meninjau kembali hubungan AS dengan Israel dan berhenti memasok senjata kepada mereka.”
Musk pada hari Senin mengunjungi lokasi serangan Hamas terhadap Israel yang dilakukan pada 7 Oktober. Sekitar 1.200 warga Israel tewas dan sekitar 200 orang disandera dalam serangan tersebut.
Tokoh media sosial tersebut menimbulkan kemarahan atas kunjungan tersebut dengan mengatakan bahwa masyarakat di Gaza perlu “dididik kembali” setelah “diberi makan propaganda sejak mereka masih anak-anak”.
“Mereka akan berpikir bahwa pembunuhan terhadap orang-orang tak bersalah adalah hal yang baik. Begitulah besarnya propaganda yang dapat mempengaruhi pikiran orang-orang,” kata Musk tentang warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.
Berbicara mengenai penghancuran Gaza oleh Israel, Hamdan meminta masyarakat internasional untuk segera mengirimkan tim khusus pertahanan sipil untuk membantu mengevakuasi ribuan jenazah yang masih terperangkap di bawah reruntuhan. (ard)













Discussion about this post