Avesiar – Jakarta
Bidadari di Langit Gaza
*************
Di langit Gaza, bidadari menari,
berselimut debu dan nyala api.
Sayapnya rapuh, namun tetap terbang,
menjaga cinta di tanah yang bimbang.
—————-
Mereka bernyanyi dalam sunyi yang perih,
mengusap luka jiwa yang tak pernah letih.
Di balik reruntuhan, harapan bersemi,
di tengah duka, mereka menjadi saksi.
————————-
Oh, tidakkah kita malu di seberang lautan,
dengan meja penuh namun hati kesepian?
Sementara mereka berbagi sepotong roti,
dengan senyum yang lebih murni dari ambisi.
———————–
Langit Gaza berwarna kelabu,
tertutup asap, terbelah waktu.
Namun bidadari itu tetap bertahan,
menyulam mimpi di atas kehancuran.
——————————
Mereka adalah ibu yang merangkul serpihan,
anak-anak yang tertawa di tengah ketakutan.
Mengajarkan dunia tentang makna bertahan,
meski dunia berpaling tanpa alasan.
———————————-
Kita, yang hidup dalam gemerlap palsu,
sibuk mengejar mimpi yang tak tahu arah.
Tidakkah kita belajar dari mereka,
yang mencintai meski dunia tak adil padanya?
———————————-
Oh, bidadari di langit Gaza,
terbanglah tinggi, sampaikan doa.
Bahwa cinta adalah kekuatan sejati,
yang tak bisa direnggut oleh senjata dan iri.
——————————-
Langit boleh runtuh, tanah boleh hancur,
namun jiwa mereka takkan gugur.
Karena di setiap rintihan yang mereka bisikkan,
tersimpan pelajaran bagi manusia yang terlupakan.
————————————
Bidadari di langit Gaza,
kau adalah pelita di dunia yang gelap.
Mengajarkan bahwa cinta dan harapan,
lebih kuat dari segala kehancuran.
__________________________________
Selayang pandang:
Penulis puisi dan cerpen Dr. Sri Satata, M.M, adalah Pegiat Bahasa dan Sastra dan Dosen.
Ia adalah sosok yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan dan sastra selama lebih dari dua dekade. Sebagai seorang pendidik sekaligus penulis, ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu figur yang berpengaruh dalam pengembangan literasi di Indonesia.
Sri Satata aka Mas Ngabehi menyelesaikan studi S1 di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Surakarta (1984–1988). Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari International Golden Institute (2002–2004) dan menyempurnakan pendidikannya dengan gelar Doktor dalam bidang Manajemen Ilmu Pendidikan di Uninus Bandung (2020–2022).













Discussion about this post