Avesiar – Gaza
Serangan udara serampangan sengaja dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza yang terkepung selama 13 hari berturut- turut menyebabkan jumlah korban tewas terus bertambah. Termasuk meninggalnya ratusan penduduk akibat bom di Rumah Sakit Al-Ahli Al-Arab di wilayah kantong tersebut yang disalahkan warga Palestina kepada Israel, Selasa kemarin.
Dilansir The New Arab, Kamis (19/10/2023), Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada hari Kamis bahwa terdapat korban sebanyak 1.524 anak-anak termasuk di antara 3.785 warga Palestina yang tewas akibat serangan sengit, di antaranya sebanyak 1.000 perempuan.
Lusinan warga Palestina tewas pada Kamis pagi, menurut badan Wafa Palestina, dalam serangan Israel yang menghantam berbagai daerah pemukiman di Gaza.
Rudal menghantam Rafah, menewaskan lebih dari 30 orang dari beberapa keluarga, dan melukai lebih banyak lagi orang yang dipindahkan ke Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar, menurut sumber lokal.
Pesawat Israel juga mengebom lantai atas Menara Al-Masry di Rafah.
Sumber lokal menambahkan bahwa satu warga Palestina tewas dan 21 lainnya terluka dalam pemboman Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di sebelah barat Khan Yunis.
Serangan Israel terjadi ketika ribuan warga Gaza menunggu berton-ton bantuan dari Mesir, setelah Presiden AS Joe Biden mencapai kesepakatan dengan Kairo dan Tel Aviv untuk mengizinkan bantuan masuk.
Biden mengatakan pada hari Rabu bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah setuju untuk “membiarkan hingga 20 truk lewat” ke Jalur Gaza yang dibombardir secara besar-besaran, mulai hari Jumat, sehingga memberikan waktu kepada pihak berwenang untuk memperbaiki jalan.
Israel memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza pekan lalu, memotong bahan bakar, makanan dan air dalam sebuah tindakan yang dikecam oleh organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia. (ard)













Discussion about this post