• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Hidup Sehat

Bukti Bahwa Pikiran Mempengaruhi Tubuh Kita

by Avesiar
18 April 2024 | 23:36 WIB
in Hidup Sehat
Reading Time: 5 mins read
A A
Bukti Bahwa Pikiran Mempengaruhi Tubuh Kita

Ilustrasi. Foto: Freepik

Avesiar – Jakarta

Mengukur pengaruh stress merupakan salah satu cara untuk menggali interaksi ini. Pengukuran yang umum adalah dengan mengukur kadar kortisol (hormon stress), fungsi imun, perbaikan luka, reaktifitas kardiovaskular (seberapa cepat dan seberapa tinggi tekanan darah seseorang serta denyut jantungnya dapat berespon terhadap stress).

Banyak penelitian menunjukkan bagaimana stress secara negative mempengaruhi sistem yang bekerja dalam tubuh. Perawatan dalam waktu lama secara signifikan menurunkan fungsi imun. Istri yang ditinggalkan suaminya meninggal, butuh waktu setahun untuk memulihkan kesehatannya.


Korban pemerkosaan dan orang yang mengalami stress pasca trauma menunjukkan peningkatan reaktifitas kardiovaskular serta fungsi kortisol yang abnormal. Luka yang hanya sebesar 3,5 mm butuh waktu penyembuhan selama 3 hari jika sedang menghadapi hari-hari ujian.

Pada kondisi sebaliknya, orang yang sedang mengalami perasaan menyanangkan misalnya sedang jatuh cinta, mendapatkan hadiah, travelling, tertawa dan kegiatan menyenangkan lainnya dapat meningkatkan imunitas selama 12 jam sesudahnya.

Latihan menurunkan reaktifitas kardiovaskular. Massage dan mendengarkan musik yang tenang, dapat menurunkan kadar kortisol.

Secara umum, stress, kehilangan, perawatan dalam waktu lama, kesepian, marah, trauma, hubungan rumah tangga yang bermasalah akan memberikan efek negatif dan lebih lanjut akan berpengaruh negatif pula terhadap fungsi tubuh.

Tapi, para peneliti juga memastikan bahwa kita juga bisa secara positif mempengaruhi kesehatan kita dengan cinta, persahabatan, kehidupan spiritual, pandangan positif, meditasi, yoga, musik, seni atau memelihara hewan peliharaan.

Bacaan Terkait :

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

Stres di Kalangan Remaja, Bagaimana Mereka Mengatasinya dan Apa Kata Psikolog

Kisah Siksa Kubur Orang yang Suka Ghibah dan Adu Domba

Akibat Menonton Film dan Musik Korsel, Dua Remaja Korut Dihukum Kerja Paksa 12 Tahun

Perhatikan 5 Tanda Stres Anda Berupa Kondisi ‘Fight or Flight’ yang Konstan

Redakan Stres,  Berikut Kebiasaan dan Hobi yang Baik untuk Pria dan Wanita

Load More

Di dalam tubuh kita terdapat suatu senyawa kimiawi yang disebut neurotransmitter, yaitu suatu senyawa yang bertugas mengirimkan sinyal melalui system syaraf. Senyawa kimia ini berada di otak, tepatnya di akhiran sel syaraf. Tapi juga dapat ditemukan di organ lainnya, seperti di jantung, usus, system imun. Neurotransmitter dapat berdifusi ke dalam jaringan dan darah. Jika ingin dianalogikan, system syaraf itu sebagai suatu jaringan kabel telpon, mampu menyalurkan berbagai informasi dari satu tempat ke berbagai tempat lain dalam tubuh.

Inilah alasan kenapa respon yang terjadi di tubuh kita dapat terlihat di berbagai tempat yang berbeda di tubuh. Kenapa depresi, yang berhubungan dengan rendahnya kadar serotonin (sebuah neurotransmitter) di otak, juga menyebabkan penurunan fungsi imun dan penurunan fungsi usus besar.

Dan kenapa antidepresan mempunyai efek samping pada sistem gastrointestinal. Kenapa terkadang perut terasa tidak enak ketika kita sedang cemas ? Karena neurotransmitter yang ada di usus dapat merupakan refleksi dari apa yang terjadi di kepala.

Dulu kita memandang sistem imun sebagai suatu kekuatan pasif, menunggu menghadapi musuh, seperti bakteri, masuk menginvasi tubuh kita. Ternyata tidak Cuma sebatas itu. Sistem imun merupakan sistem yang terintegrasi dalam tubuh. Reseptor kortisol yang ada di selimun adalah jawaban dari bagaimana stress berpengaruh terhadap system imun dan reseptor neurotransmitter di selimun adalah jawaban bagaimana mood mempengaruhi sistemi mun. Oleh karena itu, jelaslah bagaimana stress dan mood bisa berpengaruh terhadap kesehatan kita.

Bisakah kita mempengaruhi proses fisiologi dalam tubuh ?

Semenjak ditemukannya respon relaksasi, yaitu pada pernapasan yang tenang dapat menurunkan tekanan darah, ditemukan juga bukti yang cukup bahwa kita bisa mempengaruhi proses fisiologi tubuh kita. Bagaimana hal ini dapat terjadi ? Kita harus melihat kembali bagaimana kerja dasar otak kita.

Jika kita tidak kidal, sisi otak sebelah kiri, yang memegang peran dalam berpikir linear, seperti logika dan matematika, lebih berkembang. Sedangkan sisi yang kanan lebih berhubungan dengan kreatifitas, gambar atau hubungan antar objek.

Sisi kanan otak ini mempunyai koneksi yang padat dengan system limbik dan amigdala, bagian dari otak yang penting dalam emosi juga memori yang didapat dari panca indera kita.

Sistem limbic ini selanjutnya mempunyai hubungan dengan hipotalamus. Pada salah satu jalur, hipotalamus mempengaruhi sistem nervus otonom, di mana ingatan yang menyenangkan diterjemahkan menjadi sinyal yang memerintahkan untuk menurunkan denyut jantung, tekanan darah, respirasi dan merelaksasi tonus otot.

Sedangkan pada jalur yang lain, hipotalamus mengirim sinyal ke glandula pituitary, yang mengontrol hormone tubuh. Sinyal ini diterima glandula pituitary sebagai perintah untuk menurunkan kortisol, yang dikenal sebagai hormon stress. Pada gilirannya, hormone tersebut akan memberikan feed back positif kepada system imun untuk berfungsi optimum. Begitulah bagaimana kita mempengaruhi proses fisiologi tubuh kita melalui pikiran.

Kejadian tersebut terjadi terus-menerus secara spontan setiap hari. Hebatnya lagi, kita juga dapat membuat kesan tanpa harus ada image yang nyata ada di hadapan kita. Karena pikiran tidak dapat membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya imajinasi belaka. Penelitian pada hasil scan otak menunjukkan ketika kita melihat gambar sebuah pohon atau ketika kita hanya membayangkan sebuah pohon, area otak yang sama menggambarkan pola yang sama pula.

Jadi dapat saja terjadi kita sakit karena berpikir ada penyakit dalam tubuh kita padahal sebenarnya penyakit itu tidak ada. Begitu juga sebaliknya. Ketika ada suatu penyakit dalam tubuh kita namun kita tidak berpikir kita sakit, bisa jadi kita tidak akan benar-benar jatuh sakit atau sakit yang kita derita tidak akan segera menjadi parah. Beberapa penelitian berhubungan dengan hal ini telah dilaporkan.

Yang cukup sering adalah pada pasien kanker. Pada pasien yang diberikan pengobatan serta dorongan tentang penyakit yang dideritanya, diberi keyakinan bahwa penyakitnya tidak akan mematikan dan pasien tersebut yakin dan percaya akan hal itu, kemudian ia mampu terus mengembangkan pikiran positifnya, didapat besar sel kanker dalam tubuhnya mengecil bahkan ada yang hilang sama sekali.

Namun pada pasien yang tidak percaya bahwa dia akan baik-baik saja, pasien tersebut pun tidak bertahan hidup lama.

Hasil dari proses fisiologi yang sama dapat berubah oleh pikiran yang kita miliki sewaktu proses masih berlangsung. Misalnya, seorang wanita sudah terlanjur berpikir bahwa dirinya mandul. Dia berpikir, “Saya tidak mungkin bisa hamil”. Padahal sebenarnya tidak. Dan pada akhirnya dia benar-benar tidak hamil, dan itu bukan karena dia infertile, tapi hanya karena pikirannya. Keadaan ini tidak jarang dialami oleh banyak orang.

Pikiran dan emosi dapat menimbulkan penyakit sungguhan. Dan fenomena ini sebenarnya amat sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang datang ke praktek dokter karena gangguan-gangguan psikogenik (gangguan akibat emosi).

Mereka datang dengan berbagai keluhan yang sangat variatif, namun setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan, dokter tidak dapat mendiagnosis penyakit yang diderita si pasien.

Akhirnya dokter akan mengirim pasien ke laboratorium untuk menjalani serentetan pemeriksaan, yang sebenarnya tidak perlu, dengan ‘harapan’ akan menemukan ‘sesuatu’ yang abnormal.

Hal demikian tidak jarang terjadi karena memang tidak mudah membedakan antara penyakit yang disebabkan oleh masalah tubuh dengan yang disebabkan oleh stress emosi. Seperti telah dijelaskan di atas, hormon dan neurotransmitter yang berperan dalam timbulnya stress dapat menimbulkan efek di berbagai tempat di tubuh kita.

Jadi dengan berfikir positif dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang kuat juga sehat.

(put/via hypnocare Indonesia)

Tags: HukumanPikiranPikiran TergangguStresStress
ShareTweetSendShare
Previous Post

Iran Siap Siaga Tempur Menunggu Jika Israel Membalas, Sukhoi-24 Sudah Siap untuk Merespons Keras

Next Post

Memprotes Project Nimbus Google dengan Israel, Puluhan Karyawan Dipecat

Mungkin Anda Juga Suka :

Kalori yang Terbakar Jika Berjalan Kaki Selama 30 Menit

Kalori yang Terbakar Jika Berjalan Kaki Selama 30 Menit

27 Mei 2026

...

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

...

OCD Moral, Selalu Berusaha Membuktikan Bahwa Anda Adalah Orang Baik Satu Gejalanya

OCD Moral, Selalu Berusaha Membuktikan Bahwa Anda Adalah Orang Baik Satu Gejalanya

11 Mei 2026

...

Apa yang Disebut Narcissistic Collapse atau ‘Keruntuhan Narsistik’ dan Cara Melindungi Diri Anda

Apa yang Disebut Narcissistic Collapse atau ‘Keruntuhan Narsistik’ dan Cara Melindungi Diri Anda

5 Mei 2026

...

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026

...

Load More
Next Post
Memprotes Project Nimbus Google dengan Israel, Puluhan Karyawan Dipecat

Memprotes Project Nimbus Google dengan Israel, Puluhan Karyawan Dipecat

Kisah Siksa Kubur Orang yang Suka Ghibah dan Adu Domba

Kisah Siksa Kubur Orang yang Suka Ghibah dan Adu Domba

Discussion about this post

TERKINI

Budiyanto Darmastono “The Pioneer Minded”, Bos Kurir SAP Ekspres yang Terapkan IT Terdepan untuk COD

3 Juni 2026

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video