• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Citizen Journalism & Video Cerpen dan Puisi

Cerpen (Bagian 2), Mengubah Pandanganku Terhadap Ibuku

by Avesiar
2 Desember 2022 | 05:00 WIB
in Cerpen dan Puisi
Reading Time: 3 mins read
A A
Cerpen (Bagian 1), Mengubah Pandanganku Terhadap Ibuku

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar.com

Mengubah Pandanganku Terhadap Ibuku

Karya: Aqsha Rizad Ibrahim (Siswa kelas XI Mia 1, Medan, Sumatera Utara)

Aleesha jarang sekali sakit dan sekarang aku harus menghadapinya saat Kakek sedang pergi. Tapi aku cukup paham apa yang harus dilakukan saat seseorang terkena demam. Untung saja aku ingat bahwa di ruang tamu depan masih ada obat paracetamol yang memang dipersiapkan Kakek untuk keadaan darurat. Aku pun pergi ke ruang tamu lebih dulu untuk mengambil paracetamol di dalam kotak P3K.

Aku masuk ke dapur dan aku menemukan Aleesha sedang duduk di sana memakan Kuymak yang baru saja aku masak. Sebentar, kurasa tidak sulit untuk menemukan paracetamol tadi. Aku juga merasa bahwa aku menghabiskan tidak lebih dari 2 menit untuk berjalan ke ruang tamu, mencari paracetamol tersebut, dan pergi menuju dapur. Aleesha juga sedang dalam kondisi yang cukup buruk tadi. Bagaimana bisa dia berada secepat itu berada di dapur dengan kondisinya yang seburuk itu?

“Aleesha? Kenapa kau ke sini? Aku baru saja mau mengambilkan Kuymak-mu dan obat ini agar kondisimu juga bisa membaik.”

“Ha? Kenapa abang harus mengambilkan untukku? Aku bisa sendiri. Apa maksudmu?”

“Kau itu demam, Aleesha. Kau seharusnya tetap berada di kamarmu.”

Bacaan Terkait :

Munajat Cinta: Linangan Air Mata Zakariyah dan Tangisan Ruqayyah (bagian 3, habis)

Munajat Cinta: Linangan Air Mata Zakariyah dan Tangisan Ruqayyah (bagian 2)

Munajat Cinta: Linangan Air Mata Zakariyah dan Tangisan Ruqayyah (bagian 1)

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya,Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 3, habis)

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 2)

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 1)

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 4, habis)

Load More

“Hei aku baik-baik saja. Ada apa denganmu? Kenapa aku harus demam?”

“Hah? Apa maksudmu?”

Belum selesai dengan kebingungan kami, semacam angin kencang tiba-tiba saja masuk ke dapur dan seperti menghantamku dan Aleesha begitu saja. Aku pun tersungkur dan kepalaku terbentur meja, sedangkan Aleesha terjatuh dari kursinya.

“Aeden.. kita bertemu.”

Sebuah suara yang terdengar berat muncul entah dari mana. Suara itu seolah-olah seperti menyelimuti dapur, dan mengepung kami.

“Hei! Siapa kau?! Kenapa kau mengganggu kami, hah?!?!” tanyaku marah.

Aku berusaha untuk tetap tenang dan mencari tahu apa yang sedang kami hadapi. Aku tidak pernah menemui dan berurusan dengan hal-hal gaib semacam ini sebelumnya. Tapi aku yakin, apapun wujud mereka, mereka hanyalah makhluk gaib yang mana derajatnya lebih rendah dibandingkan manusia.

“Kau tanya siapa aku ya..? KAU BERTANYA TENTANG SIAPA DIRIKU HAH?!”

Dia marah bahkan sebelum menunjukkan wujud aslinya.

“KENAPA TIDAK KAU TANYA SAJA KEPADA DIRIMU SENDIRI? TENTANG APA YANG TELAH KAU BENCI SELAMA INI!”

Bentakannya membuatku terdiam kaku, dan tiba-tiba sekarang aku tidak bisa merasakan seluruh tubuhku. Rasanya seperti membuatku mati rasa. Aku tidak bisa menggerakkan satupun anggota badanku, kecuali melihat keadaan sekelilingku dan aku mulai menyadari bahwa ruangan yang tadinya dapur rumahku berubah menjadi sebuah lorong panjang dengan sebuah ujung bercahaya, berada jauh tepat di depan mataku.

Cahaya itu perlahan memudar, menjadi redup dan perlahan berubah menjadi gelap. Detik berikutnya aku menyadari bahwa hal itu sejalan dengan munculnya sebuah bayangan hitam besar dan memiliki mata merah menyala sedang melesat cepat datang ke arahku. Aku hanya bisa merasakan detak jantungku berubah menjadi sangat cepat dan seluruh tubuhku benar-benar seperti diikat oleh sesuatu yang tidak tampak olehku.

“Aeden, kau tidak perlu tahu siapa aku,” ujar bayangan hitam tersebut.

“Kau seharusnya tahu siapa aku sebagaimana kau mengenali dirimu sendiri!” sambungnya.

“Sudah waktunya bagiku mengambil seseorang yang kau sayangi dari hidupmu,” lanjutnya.

Sekarang dia berada tepat di depan wajahku dan ia berbicara dengan tenang namun sangat tegas. Aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya saat ia berbicara. Hangat, namun menusuk kulitku. Tubuhku gemetar hebat. Saat berikutnya dia mulai mendekat lagi ke wajahku, sesuatu yang mungkin bisa disebut sebagai tangannya bisa kurasakan mulai meraba leherku, kemudian memegang kepala sampingku. Tangannya terasa sangat dingin. Sebisa mungkin aku merapal doa-doa yang kuhafal, namun tidak satupun terucap sempurna olehku.

“Aeden, cegah aku sebelum terlambat. Aku bahkan tidak bisa menghentikan diriku sendiri. Hanya kau yang bisa merubah semuanya sebelum kau benar-benar kehilangan segalanya.” (Bersambung besok)

—–

Tags: Cerita PendekCerpenCerpen KehidupanCerpen ReligiCerpen Remaja
ShareTweetSendShare
Previous Post

Muslim Semakin Tumbuh di Inggris, Sensus 2021 Ungkap Kristen Jadi Minoritas

Next Post

Dukung Palestina, UEA Kirim Pasokan Medis Senilai 153,5 Miliar ke Gaza

Mungkin Anda Juga Suka :

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

14 Maret 2026

...

Di Ambang Mahacahaya

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

...

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

...

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

...

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Dukung Palestina, UEA Kirim Pasokan Medis Senilai 153,5 Miliar ke Gaza

Dukung Palestina, UEA Kirim Pasokan Medis Senilai 153,5 Miliar ke Gaza

Cerpen (Bagian 1), Mengubah Pandanganku Terhadap Ibuku

Cerpen (Bagian 3), Mengubah Pandanganku Terhadap Ibuku

Discussion about this post

TERKINI

Tidak Ada Takutnya, Iran Hantamkan Rudal ke Pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait

10 Juni 2026

Asperindo Desak Pembatalan Biaya Tarif Jasper dan SGHA Karena Efeknya Kenaikan Harga ke Konsumen

10 Juni 2026

Indonesia Raih Pengakuan di WSIS Prizes 2026 PBB Melalui 3 Inovasi Digital

10 Juni 2026

Senator AS Menyebut Amerika Seharusnya Tidak Mendanai Militer AS dan Akan Menentangnya di UU NDAA

9 Juni 2026

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

9 Juni 2026

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

Total Jemaah Haji Tiba di Tanah Air per 8 Juni 47.012 Orang, Kloter Terakhir Dijadwalkan Tiba 1 Juli

8 Juni 2026

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

Piala Dunia Dimulai Seminggu Lagi, Timnas Iran Masih Menunggu Visa Masuk ke AS

6 Juni 2026

“Ajegnya” Santo Kadarusman Jadi Humas, Mulai Memimpin Humas Polytron, Sampai VP di Consumer Goods

6 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video