• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Citizen Journalism & Video Cerpen dan Puisi

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya,Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 3, habis)

by Avesiar
23 Maret 2025 | 21:30 WIB
in Cerpen dan Puisi
Reading Time: 5 mins read
A A
Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya,Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 3, habis)

Ilustrasi. Foto: Pexels. Kolase: Avesiar.com

Avesiar – Cerpen dan Puisi

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 3, habis)

Oleh: Mas Ngabehi

***************

Malam itu, seorang ustaz yang dihormatinya menyampaikan tausiyah tentang hakikat cinta.

“Cinta sejati bukan tentang memiliki,” ujar sang ustaz dengan suara tenang, “melainkan tentang bagaimana cinta itu mendekatkan kita kepada Allah. Jika cinta membuatmu lalai, itu bukan cinta sejati. Jika cinta membuatmu lupa pada Allah, itu bukan berkah, melainkan ujian.”

Azzam menggenggam tasbihnya erat. Kata-kata itu bagai tamparan lembut yang menyejukkan hati. Selama ini, ia terlalu sibuk memikirkan bagaimana agar Nadia menjadi miliknya, tanpa menyadari bahwa cintanya telah membutakannya dari mengutamakan Allah.

Setelah kajian selesai, seorang sahabatnya, Farid, mendekatinya. “Azzam, bagaimana kabarmu? Aku tahu ini masa-masa sulit bagimu.”

Bacaan Terkait :

Munajat Cinta: Linangan Air Mata Zakariyah dan Tangisan Ruqayyah (bagian 3, habis)

Munajat Cinta: Linangan Air Mata Zakariyah dan Tangisan Ruqayyah (bagian 2)

Munajat Cinta: Linangan Air Mata Zakariyah dan Tangisan Ruqayyah (bagian 1)

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 2)

Muhasabah Cinta: Jalan Pulang Menuju-Nya, Ketika Azzam Mengagumi Nadia (bagian 1)

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 4, habis)

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 3)

Load More

Azzam tersenyum tipis. “Aku sedang belajar untuk ikhlas, Rid. Aku sadar, cinta yang hakiki adalah cinta yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Aku harus berhenti menggantungkan kebahagiaanku pada manusia.”

Farid menepuk bahu Azzam. “Itulah hakikat muhasabah cinta. Kita belajar dari kehilangan, agar kita lebih mencintai Sang Pemilik Cinta.”

Sejak malam itu, Azzam mulai bangkit. Ia memperbanyak ibadah, menambah waktu untuk membaca Al-Qur’an, dan mendalami ilmu agama. Ia tak lagi larut dalam kesedihan, tetapi justru menemukan ketenangan dalam mendekat kepada Allah.

Kini, hatinya lebih lapang, lebih damai, dan lebih yakin bahwa cinta sejati adalah cinta yang tidak pernah mengecewakan, cinta kepada Allah.

Di suatu sore, saat ia kembali duduk di pelataran Masjid Gede Kauman, ia tersenyum sambil menatap langit. “Ya Allah, terima kasih telah mengajarkanku arti cinta yang sesungguhnya.”

Jalan Pulang Menuju-Nya

Malam di Malioboro begitu syahdu. Lampu-lampu jalan berpendar temaram, mengiringi langkah Azzam yang berjalan pelan di antara riuhnya kehidupan kota. Aroma wedang ronde dan jajanan khas Yogyakarta tercium samar, namun hatinya tak lagi terpaut pada hiruk-pikuk dunia.

Ia menatap sekeliling dengan damai, berbeda dari dirinya yang dulu, yang pernah begitu resah dalam kebimbangan cinta. Kini, ia telah menemukan ketenangan sejati dalam genggaman iman.

Bertahun-tahun telah berlalu sejak masa-masa sulit yang pernah ia alami. Kesedihan, kehilangan, dan keikhlasan telah menempa dirinya menjadi pribadi yang lebih matang dalam keimanan. Dulu, ia pernah mengira kebahagiaan sejati ada pada cinta manusia.

Namun, setelah perjalanan panjang dalam muhasabah, ia menyadari bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika hati sepenuhnya bertaut pada Allah.

Pertemuan di Masjid Jogokariyan

Suatu sore, langkah Azzam membawanya ke Masjid Jogokariyan. Masjid itu terkenal dengan kegiatan sosial dan kehangatan jemaahnya. Ia sudah sering menghadiri kajian di sana, tetapi kali ini hatinya terasa lebih ringan. Duduk bersila di saf depan, ia menyimak tausiyah seorang ustaz yang membahas tentang makna cinta sejati.

“Cinta sejati adalah cinta yang membawa kita semakin dekat kepada Allah. Jika sebuah cinta menjauhkanmu dari-Nya, maka itu bukanlah cinta yang hakiki,” ujar sang ustaz dengan suara lembut namun penuh makna.

Kata-kata itu seolah mengulang apa yang pernah dikatakan Nadia bertahun-tahun lalu. Namun, kini Azzam mengerti sepenuhnya. Ia tidak lagi mempertanyakan atau meragukan, melainkan menerima dengan lapang.

Setelah kajian selesai, para jamaah berhamburan keluar. Azzam masih duduk di dalam masjid, merenungkan perjalanan hidupnya. Tanpa sengaja, matanya tertuju pada seorang wanita yang sedang berbincang dengan beberapa ibu-ibu di serambi masjid.

Wajahnya tenang, tatapannya teduh, dan caranya berbicara penuh kelembutan. Ada sesuatu dalam dirinya yang mengingatkan Azzam pada seseorang—bukan sekadar pada Nadia, tetapi pada makna cinta yang selama ini ia cari.

Melangkah dengan Keyakinan

Azzam tidak terburu-buru mendekati wanita itu. Ia telah belajar bahwa segala sesuatu memiliki waktunya sendiri. Jika Allah menghendaki, maka jalannya akan terbuka dengan sendirinya. Yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa dan menyerahkan segalanya kepada-Nya.

Dalam perjalanan pulang, ia kembali menyusuri Malioboro. Kali ini, bukan dalam kesedihan seperti dulu, tetapi dengan hati yang penuh ketenangan. Ia menyadari bahwa cinta sejati bukanlah sekadar memiliki, tetapi tentang bagaimana cinta itu membawa seseorang lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Di sudut jalan, seorang penjual buku tua menyapanya. “Nak, mau cari buku apa?”

Azzam tersenyum. “Ada buku tentang perjalanan menuju ketenangan hati, Pak?”

Si penjual tersenyum bijak, mengambil sebuah buku kecil dari raknya. “Mungkin ini cocok untukmu. Isinya tentang muhasabah cinta.”

Azzam menerima buku itu, membaca sampulnya dengan hati bergetar. Seolah Allah sedang mengingatkannya kembali pada perjalanan yang telah ia lalui. Ia mengangguk mantap dan membeli buku itu.

Saat melangkah pergi, ia berbisik dalam hati, “Muhasabah cinta telah membawaku pulang menuju-Nya. Kini, aku siap melangkah dengan lebih yakin, lebih tenang, dan lebih berserah kepada-Nya.”

Dan dengan itu, perjalanan Azzam benar-benar menemukan ujungnya—bukan dalam kepemilikan seseorang, tetapi dalam kepasrahan kepada Sang Pemilik Segala Cinta. (habis)

______________

Selayang pandang:

Penulis puisi dan cerpen Dr. Sri Satata, M.M, adalah Pegiat Bahasa dan Sastra, serta Dosen.

Ia adalah sosok yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan dan sastra selama lebih dari dua dekade. Sebagai seorang pendidik sekaligus penulis, ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu figur yang berpengaruh dalam pengembangan literasi di Indonesia.

Sri Satata aka Mas Ngabehi menyelesaikan studi S1 di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Surakarta (1984–1988). Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari International Golden Institute (2002–2004) dan menyempurnakan  pendidikannya dengan gelar Doktor dalam bidang Manajemen Ilmu Pendidikan di Uninus Bandung (2020–2022).

Tags: Cerita PendekCerpenCerpen CintaCerpen KehidupanCerpen MotivasiCerpen ReligiCerpen RemajaMuhasabah Cinta
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mau Jadi Remaja Keren? Terapkan Tips Ini

Next Post

Kasus Teror Bangkai Binatang, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Bela Tempo dan Kebebasan Pers

Mungkin Anda Juga Suka :

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

14 Maret 2026

...

Di Ambang Mahacahaya

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

...

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

...

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

...

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Kasus Teror Bangkai Binatang, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Bela Tempo dan Kebebasan Pers

Kasus Teror Bangkai Binatang, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Bela Tempo dan Kebebasan Pers

Remaja Perantauan Ingin Mudik Aman dan Nyaman? Simak Tipsnya

Remaja Perantauan Ingin Mudik Aman dan Nyaman? Simak Tipsnya

Discussion about this post

TERKINI

Imbas Serangan AS-Israel ke Iran yang Membuat Selat Hormuz Ditutup, 13 Juta Barel Hilang Setiap Hari

25 April 2026

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

Trump Ngebet Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia Sejak Maret, Italia Tidak Sudi

24 April 2026

Negara Asal Merek-merek Handphone yang Pernah dan Masih Diproduksi

24 April 2026

Pemilu Pertama Gaza Sejak Lebih dari Dua Dekade Kosong Akan Berlangsung di Deir al-Balah Sabtu Ini

23 April 2026

Iran Peringatkan Negara-negara Teluk Agar Tidak Mengizikan Wilayahnya Jadi Tuan Rumah Serangan

22 April 2026

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026

Trump Posting di Truth Social Ngamuk-ngamuk Dianggap Dirayu Netanyahu untuk Perang Lawan Iran dan Kredibilitasnya 32 Persen

21 April 2026

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

Negosisasi Putaran Dua Akan Kembali Dimediasi Pakistan dalam Beberapa Jam, Iran Belum Konfirmasi dan Trump Kembali Ancam

20 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video